MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 08 Oktober 2021 20:02
Terlambat, Kontraktor Didenda

Sisa 42 Hari, Progres Baru 30 Persen

Ilustrasi

TANJUNG REDEB – Progres perbaikan jalan poros Kampung Tembudan-Bidukbiduk, baru 30 persen. Sementara batas akhir penyelesaian yang tertuang dalam kontrak adalah 20 November nanti. Atau tersisa 42 hari lagi.

Keterlambatan progres tersebut diakui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut Dani Saputra. Dirinya juga sudah mempertanyakan keterlambatan tersebut kepada kontraktor pelaksana, yakni CV Devon Jaya Lestari. “Jadi kontraktor ini kesulitan mencari pemasok material yang mau mengirim. Bahkan sempat tertipu karena sudah mengirim uang tetapi barang yang dipesan tidak kunjung datang,” katanya.

Dari penjelasan kontraktor pelaksana, material yang dibeli di luar daerah juga sempat terkendala dalam pengirimannya. Sebab kapal yang membawa material sempat sandar di dermaga milik PT Sumalindo di Kecamatan Batu Putih. Namun karena tak bisa mendapat izin dari pemilik dermaga, maka pengiriman materialnya diteruskan hingga ke Pelabuhan Tanjung Redeb.

“Setelah material datang, akan dilakukan pemadatan. Nanti juga akan dilakukan uji lab untuk ketahanan jalannya. Karena harus diselesaikan dalam waktu singkat,” jelasnya.

“Tapi kalau tidak memenuhi standar, akan dilakukan pengerjaan pemadatan kembali, sehingga kualitas yang diinginkan tercapai,” sambungnya.

Namun, apapun alasannya, lanjut dia, penyelesaian proyek harus tetap mengacu pada kontrak. Jika melebihi batas waktu, pihaknya akan memberikan saksi kepada kontraktor pelaksana. “Kalau ada tambahan waktu pengerjaan, akan didenda per harinya,” katanya.

Berapa nominal dendanya? Ditanya demikian Dani menjelaskan,sesuai Perpres Nomor 12/2021 tentang Denda Keterlambatan Pekerjaan, maka pihak ketiga yang terlambat menyelesaikan pekerjaan karena kelalaiannya akan didenda 1/1.000 dari nilai kontrak yang belum dilaksanakan. “Memang ada rumusannya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau Wendy Lie Jaya mengatakan, progres pengerjaan yang baru 30 persen, maka PPK harus menggenjot kontraktor pelaksana untuk mempercepat pengerjaannya. Namun jangan mengabaikan kualitas pekerjaan. “Karena APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita sudah terpuruk, jangan sampai pekerjaan yang tidak selesai sesuai target turut membebani APBD kita,” ujarnya.

Ia melanjutkan, efek yang ditimbulkan dari terlambatnya suat pengerjaan proyek, yakni percepatan pembangunan yang sudah direncanakan dengan baik tidak berjalan dengan semestinya. Kemudian, merugikan masyarakat, dalam pengertian fasilitas publik yang seharusnya dapat digunakan tepat waktu, justru belum selesai dalam proses pembangunannya. Karena berbicara jalan, sangat berkaitan dengan penunjang mobilisasi kegiatan masyarakat. Baik rutinitas, bisnis, dan sebagainya. “Dan pastinya, menambah beban pekerjaan OPD terkait,” jelasnya.

Terpisah, Direktur CV Devon Jaya Lestari, Diakui Suryadi, mengakui keterlambatan progres kegiatan perbaikan jalan tersebut. Disebutnya, keterlambatan disebabkan beberapa faktor. Seperti pada awal pengerjaan, dirinya sudah tertipu ratusan juta dalam pembelian material.

Selain itu, material yang dipesan susah mendapatkan kapal. Karena didatangkan dari Sulawesi. “Ada kapal, tapi tidak mau mengangkut material kurang dari 1.000 kubik. Sedangkan yang dibutuhkan hanya 600 kubik. Ya, kendalanya banyaklah,” ungkapnya kepada Berau Post kemarin.

Ia menuturkan, pihaknya telah memesan material, dan diperkirakan tiba pada 21 Oktober nanti. “Sudah (pesan, red). Saat ini sedang menunggu,” jelasnya.

Suryadi melanjutkan, dengan batas akhir pengerjaan hingga 20 November nanti, dirinya tetap yakin sanggup menyelesaikannya hingga 100 persen. Karena secara teknis menurutnya, pihaknya tinggal melakukan pemadatan dan pengaspalan. Sementara pada titik-titik kerusakan para, aspal lama akan dikupas lalu ditambal dengan cor beton, kemudian diaspal.

Dijelaskannya, pemadatan jalan sepanjang 400 meter yang harus dilakukan hanya butuh waktu sekitar sepekan. Dilanjutkan dengan menunggu hasil uji laboratorium. “Kalau sudah ada hasil lab, pengaspalannya bisa tiga hari, apabila cuaca mendukung. Kalau hujan kan tidak mungkin kita melakukan pengaspalan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi, mengakui keterlambatan progres kegiatan kegiatan senilai Rp 1,4 miliar tersebut. “Informasi yang disampaikan kontraktor, karena ada keterlambatan material datang ke lokasi,” katanya kepada Berau Post, Rabu (6/10).

Dengan deadlien penyelesaian pada November nanti, Junaidi mengakui bahwa kegiatan tersebut sangat sulit diselesaikan tepat waktu. “Tentu tidak tercapai. Ini sudah Oktober, sedangkan pengerjaan masih 30 persen,” ujarnya.

“Kami tetap akan tuntut kontraktor sesuai dengan target perencanaan dari segi waktu. Karena itu juga untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Dalam draf pengerjaan, Junaidi mengatakan, perbaikan jalan dilakukan dari simpang 3 Kampung Tembudan, menuju Kampung Batu Putih, termasuk Kampung Panti Harapan di Kecamatan Bidukbiduk. Dalam perbaikan tersebut, ada beberapa item yang menjadi perhatian, yakni jalan berlubang yang diaspal, dan juga memperbaiki fondasi jalan yang rusak.  Ada juga, perbaikan kerusakan jalan dengan memotong bagian aspal rusak, kemudian dilakukan tambal sulam dengan menggunakan cor beton.

“Untuk pengerjaan perbaikan dengan metode pengecoran, sebagian sudah berjalan. Namun untuk yang menggunakan agregat yang sistemnya pengaspalan belum berjalan. Karena material fondasi agregatnya belum sampai ke lokasi,” pungkasnya. (hmd/udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:27

Berkah Petani, Harga Sawit Bulan Ini Diprediksi Naik Lagi

TANJUNG REDEB – Akhir tahun ini petani sawit di Berau…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:25

Pemkab Harus Gerak Cepat

TANJUNG REDEB – Setelah varian delta sempat membuat Berau ‘babak…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:24

Dinkes Ogah Ikut Campur

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi, mengaku pihaknya…

Jumat, 03 Desember 2021 20:42

Aktif dalam Kegiatan Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana, dan Covid-19

SELAIN rutin melakukan donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten…

Jumat, 03 Desember 2021 20:40

Kepentingan Masyarakat Jangan Dipolitisasi

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, menyayangkan Pemkab…

Kamis, 02 Desember 2021 19:43

Perjuangkan Lagi SMK Pariwisata

TANJUNG TEDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah,…

Kamis, 02 Desember 2021 19:41

Ancaman bagi Pelayanan Kemanusiaan

TANJUNG REDEB – Pelayanan kemanusiaan terancam tak maksimal. Khususnya pada…

Kamis, 02 Desember 2021 19:39

Tarif Peti Kemas di Berau Naik, Maksimal Hanya Rp 18 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Rabu, 01 Desember 2021 20:08

Optimistis Berau PPKM Level 1

TANJUNG REDEB – Capaian vaksinasi di Bumi Batiwakkal, saat ini…

Rabu, 01 Desember 2021 20:05

Perencanaan Pembangunan Masih Lemah

TANJUNG REDEB –  Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, minta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers