MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

KOMBIS

Jumat, 08 Oktober 2021 20:08
Kasus ODGJ Meningkat Setiap Tahun

Dinkes Berau Harapkan Pengadaan Obat bisa Langsung dari Kabupaten

PENANGANAN: Tim dari Bidang P2P Dinkes Berau, saat mengecek kondisi kesehatan ODGJ meski di tengah pandemi, beberapa waktu lalu.

TANJUNG REDEB - Pengadaan obat untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Berau, terbilang masih sulit. Sementara kasus ODGJ di Berau bertumbuh setiap tahunnya.

Kepala Seksi PTM dan Keswa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Nurhayati mengakui bahwa kesulitan pengadaan obat ODGJ sempat terjadi di tahun 2019. Apalagi pengadaan obat juga dipersulit melalui E-katalog. "Sehingga sejauh ini pengadaan obat tidak sebanding dengan pertumbuhan ODGJ di Berau," ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinkes Berau, jumlah ODGJ pada tahun 2017 sebanyak 297 jiwa, 2018 sebany 317 jiwa, 2019 sebanyak 335 jiwa, dan hingga 2020 sebanyak 468 jiwa, dengan gangguan ringan sebanyak 237 jiwa dan gangguan berat sebanyak 229 jiwa. Pihaknya belum bisa menjabarkan berapa banyak kuota pastinya, tetapi perlu diketahui, ODGJ yang dalam gangguan berat juga harus mengonsumsi obat dalam jangka waktu yang lama.

“Memang semakin banyak, tapi harus diakui obat juga termasuk kurang. Dulu bahkan belum ada pengadaan obat,” terangnya.

Sejauh ini, pihaknya juga mengusulkan anggaran agar pengadaan bisa dilakukan sendiri dari kabupaten agar tidak perlu menunggu dari pusat. Sebab, kedatangan dan usulan kuota bisa berbeda sesuai kesanggupan pusat. Untuk penebusan obat, diakuinya, jika berasal dari mereka bersifat gratis, sedangkan di luar mereka tentu harus dengan biaya sendiri.

Hal itu menjadi sorotan jika ODGJ tidak mendapatkan perhatian dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Nurhayati menjelaskan, masih banyak mantan ODGJ yang tidak bisa diterima oleh keluarganya kembali. Terkait hal itu, mantan ODGJ bisa jadi rawan kambuh dan memerlukan obat yang jauh lebih banyak.

“Kalau ODGJ ini banyak tidak diterima kembali oleh keluarganya, tidak ada juga yang membantu untuk biaya pengobatan, walaupun memang dari kami gratis,” ungkapnya.

Dia menambahkan, beberapa kendala lain, yaitu dari pusat dan pabriknya juga tidak menyediakan stok yang banyak. Namun jika bisa, dia berharap pengadaan obat bisa dari kabupaten langsung. (mar/adv/har)


BACA JUGA

Jumat, 03 Desember 2021 22:16

Jelang Libur Nataru, Kemendag Pastikan Ketersediaan Pasokan Kedelai Nasional

Jakarta, 3 Desember 2021 -Pemenuhan ketersediaan pasokan kedelai untuk bahan…

Kamis, 02 Desember 2021 19:36

Sambut HUT Armada RI dengan Bakti Sosial

TANJUNG REDEB -  Menyambut HUT Armada RI Tahun 2021 yang…

Rabu, 01 Desember 2021 22:43

Tak Terbitkan Izin Impor Beras

Jakarta, 30 November 2021 – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan…

Senin, 29 November 2021 18:04

Pacu Penerimaan Devisa, Kemendag Dukung Ekspor Cangkan Sawit ke Jepang

Jakarta, 29 November 2021 – Pemerintah terus mengembangkan produk dan…

Sabtu, 27 November 2021 19:39

Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG REDEB - Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM),…

Sabtu, 27 November 2021 19:38

PLN Mobile Capai 10 Ribu Downloader

TANJUNG REDEB – PLN Berau yang telah bekerja sama dengan…

Kamis, 25 November 2021 17:38

Anugerah Good Design Indonesia 2021, Mendag: GDI Dorong Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

Jakarta, 25 November 2021 – Sistem ekonomi hijau sebagai sistem…

Senin, 22 November 2021 12:27

PT NPN Bantu Kampung-Kampung di Segah

SEGAH - PT Natura Pasific Nusantara (NPN), menyalurkan bantuan sosial…

Sabtu, 20 November 2021 19:52

Komitmen Majukan Kampung Sukan Tengah

TANJUNG REDEB - PT Energy Persada Nusantara (EPN) telah mendapat…

Kamis, 18 November 2021 10:25

Bantu Percepatan Capaian Vaksinasi

TANJUNG REDEB - Setelah sebelumnya melakukan vaksinasi sebanyak 500 dosis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers