MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 12 Oktober 2021 19:59
PH Minta Kliennya Dibebaskan

Besok, Majelis Hakim Bacakan Putusan Perkara Hand Sanitizer

Zakaria

TANJUNG REDEB - Usai dituntut 7 tahun penjara, terdakwa HK (15) yang terlibat perkara kasus minuman yang dioplos dengan hand sanitizer, membacakan nota pembelaan atau pledoi melalui Penasihat Hukumnya, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, kemarin (11/10).

Dikatakan Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Abdullah, pokok pembelaan yang dibacakannya intinya meminta agar kliennya dibebaskan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). "Mengenai putusan kita serahkan pada Majelis Hakim," katanya.

Sebab dirinya menilai, pasal 204 ayat (2) KUHP yang didakwakan JPU, tidak sesuai. Sementara pasal 204 ayat (2) berbunyi, barang siapa yang menawarkan yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang padahal sifat berbahaya itu tidak diberitahu. Tapi sebenarnya, ujar dia, kliennya tidak mempunyai niatan untuk menghilangkan nyawa seseorang. “Terdakwa hanya ingin membuat korban sakit perut,” jelasnya.

Menanggapi pembelaan terdakwa, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Berau, Danang Loksono Wibowo, melalui JPU Zakaria menjelaskan, pada dasarnya jaksa tetap pada tuntutannya. Yakni menuntut terdakwa selama 7 tahun pidana penjara, dengan dibuktikannya tuntutan sesuai pasal 204 ayat (2) KUHP. Karena ancaman pidananya maksimal 20 tahun penjara, maka untuk Anak Berhadapan Hukum acamannya 1/2 dari 20 tahun, jadi 10 tahun penjara ancaman maksimalnya.

Itu sesuai pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, pidana penjara yang dapat  dijatuhkan kepada anak paling lama 1/2 dari maksimum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa.

"Rabu (13/10), majelis hakim mengagendakan sidang putusan," katanya.

Sidang perkara ini dilaksanakan sejak 4 Oktober lalu. "Untuk perkara anak berhadapan dengan hukum memang tidak begitu lama. Jadi agenda sidangnya berlangsung secara maraton," jelasnya.

Diketahui, terdakwa HK harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang mengoplos  minuman dengan hand sanitizer dan diberikan kepada teman-temannya. Akibatnya, lima teman terdakwa meninggal dunia setelah meminum minuman oplosan tersebut. (mar/udi)


BACA JUGA

Kamis, 21 Oktober 2021 19:51

Waspadai Klaster Pariwisata

TANJUNG REDEB – Wisatawan asing sempat tidak diperbolehkan masuk saat…

Kamis, 21 Oktober 2021 19:48

Camat Dicecar soal Verifikasi

TANJUNG REDEB - Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau terus mendalami dugaan…

Kamis, 21 Oktober 2021 19:43

Camat Gunung Tabur Kecewa

TANJUNG REDEB – Camat Gunung Tabur Anang Saprani, mengaku kecewa…

Rabu, 20 Oktober 2021 19:59

Di Kabupaten Berau, 106.267 Jiwa Sudah Divaksin

TANJUNG REDEB – Sebanyak 106.267 atau 57 persen masyarakat Bumi…

Rabu, 20 Oktober 2021 19:57

Masyarakat Antusias karena Banyak yang Belum Paham

Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, tak henti-hentinya menyosialisasikan Peraturan Daerah…

Rabu, 20 Oktober 2021 16:09

Bidik Dugaan Tipikor ADK Giring-Giring

TANJUNG REDEB – Camat Bidukbiduk dan Kepala Kampung Giring-Giring, memenuhi…

Selasa, 19 Oktober 2021 19:40

Ahli Waris Tak Penuhi Undangan Disdik, Kasus Sekolah Disegel Tak Selesai

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau menggelar pertemuan membahas mengenai penyegelan…

Selasa, 19 Oktober 2021 19:39

JPU Kembalikan Berkas ke Penyidik

TANJUNG REDEB - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari)…

Selasa, 19 Oktober 2021 19:38

Kelay Kembali Zona Kuning

TANJUNG REDEB – Setelah sempat berada di zona hijau, Kecamatan…

Senin, 18 Oktober 2021 20:01

Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan rumah sakit (RS) tipe B…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers