MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 15 Oktober 2021 19:48
Budaya dan Keindahan Alam Berau Jadi Modal Besar

Bincang Pariwisata Bareng Dua Pengusaha

DUA SAHABAT: Ronald berfoto bersama Oetomo Lianto di Lamin Guntur.

Keindahan alam Bumi Batiwakkal adalah karunia Tuhan. Keberagaman kebudayaannya patut dilestarikan. Memadukan keduanya bakal jadi modal besar. Untuk pengembangan pariwisata di masa depan.   

 

Kunjungan singkat pengusaha Berau Oetomo Lianto menemui Ronald Lolang di Lamin Guntur, Teluk Sumbang, Bidukbiduk, beberapa waktu lalu, tidak sekadar untuk melepas kerinduan. Tapi justru menumbuhkan harapan akan cemerlangnya bisnis pariwisata di Bumi Batiwakkal.

Ronald memang cukup khatam dalam dunia bisnis. Sebelum masuk era digital, Ronald melihat bisnis perfilman sangat menjanjikan. Dirinya pun mendirikan Gemini Film, perusahaan produser film yang memiliki jaringan bioskop dan distribusi film di Kaltim, Kalsel, dan Kalteng, puluhan tahun silam.

Di era digital saat ini, naluri bisnisnya tetap saja tajam. Sambil menikmati masa tuanya di moncong Kalimantan, Ronald tetap jeli melihat peluang. Melalui sektor pariwisata yang sangat menjanjikan. Ronald pun tak sungkan untuk berbagi pengalaman dan membedah keistimewaan Bumi Batiwakkal, untuk menjadi magnet bagi wisatawan.

Dirinya mengilustrasikan. Rata-rata masyarakat Indonesia punya kelemahan yang sama. Adalah pemimpi yang indah, tapi hanya sedikit yang berani mewujudkan mimpinya.

Dia menceritakan, dalam berbisnis, dirinya selalu mengingat pesan salah satu temannya yang merupakan pengusaha sukses Indonesia, almarhum Bob Sadino. “Pak Ronald, langkah kecil pertama itu yang paling menentukan. Selanjutnya kalau ada apa-apa, kita dengar, cari solusinya,” ujar Ronald menceritakan pesan sahabatnya tersebut.

Pesan itulah yang jadi penyemangatnya dalam memulai berbagai bisnis. Sebab dengan melangkah sekecil apapun, ujar dia, maka kita sudah memulai mewujudkan sesuatu yang diinginkan. “Yang dimimpikan itu,” terangnya.

Dia melanjutkan, rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim, akan memberikan efek domino sangat besar. Agar perputaran uang tidak sampai ke luar. “Makanya saya ketika bertemu Pak Isran (Gubernur Kaltim) saya bilang, saya buat ini (Lamin Guntur) untuk penopang di sana (IKN). Jadi yang mau saya tarik ke sini, nanti (pejabat negara) meeting di sini, santai (liburan) di sini. Itu rencana saya. Jadi harus dipersiapkan,” akunya.

Berau lanjut dia, sudah punya modal sangat besar yang tidak dimiliki daerah lainnya. Yakni keindahan alam dan keberagaman kebudayaannya.

Ya, keindahan alam bawah laut Berau, sudah banyak mendapat pengakuan. Keasrian dan liarnya hutan-hutan Berau, tinggal sedikit diberikan sentuhan. Dan nilai-nilai budaya dari tiga suku asli Bumi Batiwakkal, tinggal dikemas agar menjadi daya tarik wisatawan.

“Karena yang kupelajari, wisata itu ada tiga. Pertama wisata buatan, kedua panorama atau alam, ketiga budayanya,” terangnya. “Contohnya untuk wisata buatan manusia itu di Singapura. Di Tiongkok. Orang ke mal itu juga berwisata. Itulah bikinan manusia,” sambungnya.

Berau sendiri dengan keindahan alamnya dan beragama kebudayaannya, sebenarnya sudah memiliki dua modal besar dalam pengembangan pariwisata. Ya, di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Candi Borobudur di Magelang, Prambanan di Sleman, hingga Loncat Batu di Nias, Sumatra Utara, sudah berhasil menjual warisan budayanya menjadi objek wisata. “Makanya, potensi kebudayaan ini yang harus dimaksimalkan juga. Makanya saya punya ini (Lamin Gunutur), mau saya jadikan taman budaya Dayak,” ungkapnya.

Dengan memadukan keindahan alam, baik lautan dan  hutan, dengan kultur budaya yang sangat kaya, pariwisata Berau akan mendunia. “Nanti kalau Hadi Mulyadi (Wakil Gubernur Kaltim) datang ke sini, saya sampaikan ide ini. Bahwa setiap kabupaten/kota di Kaltim ini harus punya taman budaya,” katanya. (bersambung/udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:27

Berkah Petani, Harga Sawit Bulan Ini Diprediksi Naik Lagi

TANJUNG REDEB – Akhir tahun ini petani sawit di Berau…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:25

Pemkab Harus Gerak Cepat

TANJUNG REDEB – Setelah varian delta sempat membuat Berau ‘babak…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:24

Dinkes Ogah Ikut Campur

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi, mengaku pihaknya…

Jumat, 03 Desember 2021 20:42

Aktif dalam Kegiatan Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana, dan Covid-19

SELAIN rutin melakukan donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten…

Jumat, 03 Desember 2021 20:40

Kepentingan Masyarakat Jangan Dipolitisasi

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, menyayangkan Pemkab…

Kamis, 02 Desember 2021 19:43

Perjuangkan Lagi SMK Pariwisata

TANJUNG TEDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah,…

Kamis, 02 Desember 2021 19:41

Ancaman bagi Pelayanan Kemanusiaan

TANJUNG REDEB – Pelayanan kemanusiaan terancam tak maksimal. Khususnya pada…

Kamis, 02 Desember 2021 19:39

Tarif Peti Kemas di Berau Naik, Maksimal Hanya Rp 18 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Rabu, 01 Desember 2021 20:08

Optimistis Berau PPKM Level 1

TANJUNG REDEB – Capaian vaksinasi di Bumi Batiwakkal, saat ini…

Rabu, 01 Desember 2021 20:05

Perencanaan Pembangunan Masih Lemah

TANJUNG REDEB –  Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, minta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers