MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 19 Oktober 2021 19:39
JPU Kembalikan Berkas ke Penyidik

Pengembangan Kasus Dugaan Tipikor Pengadaan Hiperbarik

Christian Arung

TANJUNG REDEB - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau, mengembalikan berkas perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan hiperbarik ke penyidik Polres Berau.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Berau Christian Arung mengatakan, berkas perkara yang diterima pihaknya sejak 4 Oktober lalu, telah diperiksa dan diteliti JPU. Namun, jaksa menilai  masih ada kekurangan secara formil dan materil.

"Dalam penelitian berkas tahap pertama, penuntut umum berkesimpulan masih ada kekurangan yang harus dilengkapi penyidik," ujarnya kepada Berau Post, saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (18/10).

Selain itu lanjut Christian, penuntut umum menemukan masih ada pihak-pihak terkait lainnya yang perlu diminta pertanggungjawabannya. Sebab dari berkas perkara yang diterima dari penyidik, ditetapkan dua tersangka yang merupakan pelaksana pengadaan barang dan penyedia jasa, yakni AK dan AM. "Artinya masih bisa berkembang. Kemungkinan untuk hal itu ada. Tetapi untuk memastikannya, ranahnya pihak penyidik," terangnya.

Sehingga, penyidik diberi waktu untuk kembali melengkapi petunjuk jaksa (P-19) terhadap kekurangan berkas perkara tersebut. "Jadi kita sudah mengirimkan kembali berkasnya ke penyidik. Terhitung sejak Jumat (15/10) lalu. Saat ini jaksa menunggu lagi pelimpahan kembali dari penyidik," jelasnya.

Terpisah, Kanit Tipikor Polres Berau Iptu Dito Nugraha menjelaskan, pihaknya telah menetapkan dua tersangka pada kasus dugaan mark up pengadaan hiperbarik yang telah bergulir sejak 2015 lalu. Lanjutnya, dua tersangka yang telah ditetapkan tersebut sebenarnya belum final. Karena kasus korupsi hiperbarik ini masih dikembangkan. “Kemungkinan tersangkanya bakal bertambah," katanya.

Lanjut Dito, jika dalam pengembangan didapati tersangka baru, maka pihaknya akan melakukan split berkas. Pihaknya meyakinkan akan memenuhi kekurangan sesuai petunjuk JPU. "Kasus ini sudah mengarah ke tersangka baru,” bebernya.

Walau mengarah pada penambahan tersangka baru, dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka belum dilakukan penahanan. Keduanya, ujar Dito, menjalani proses pemeriksaan secara kooperatif. "Sekarang mereka masih berada di dalam pengawasan kami. Jika memang berkas sudah P21, bisa dilakukan penahanan,” katanya.

Malah, tidak menutup kemungkinan, alat hiperbarik juga akan disita, seperti semua dokumen pengadaannya yang telah lebih dulu disita. "Kalau menurut jaksa (alat hiperbarik) perlu disita, maka akan dilakukan penyitaan,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Berau AKP Ferry Putra Samodra menambahkan, penetapan gelar tersangka cukup lambat dilakukan. Sebabnya karena kurangnya alat bukti yang disajikan saat gelar perkara di Polda Kaltim. "Itu yang membuat proses gelar lebih lama,” ucapnya.

Diterangkannya, pengadaan hiperbarik tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Berau tahun 2015 senilai Rp 8.714.000.000. Dugaan sementara, mark up mencapai 30 hingga 40 persen, dari harga asli hiperbarik. Nilai tersebut diketahui sepaket dengan pelatihan tenaga operator untuk pengoperasian alat.

"Pelaku atau orang yang terlibat dalam dugaan mark up anggaran hiperbarik ini akan dikenakan Pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 Juncto UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tutupnya. (mar/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:27

Berkah Petani, Harga Sawit Bulan Ini Diprediksi Naik Lagi

TANJUNG REDEB – Akhir tahun ini petani sawit di Berau…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:25

Pemkab Harus Gerak Cepat

TANJUNG REDEB – Setelah varian delta sempat membuat Berau ‘babak…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:24

Dinkes Ogah Ikut Campur

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi, mengaku pihaknya…

Jumat, 03 Desember 2021 20:42

Aktif dalam Kegiatan Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana, dan Covid-19

SELAIN rutin melakukan donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten…

Jumat, 03 Desember 2021 20:40

Kepentingan Masyarakat Jangan Dipolitisasi

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, menyayangkan Pemkab…

Kamis, 02 Desember 2021 19:43

Perjuangkan Lagi SMK Pariwisata

TANJUNG TEDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah,…

Kamis, 02 Desember 2021 19:41

Ancaman bagi Pelayanan Kemanusiaan

TANJUNG REDEB – Pelayanan kemanusiaan terancam tak maksimal. Khususnya pada…

Kamis, 02 Desember 2021 19:39

Tarif Peti Kemas di Berau Naik, Maksimal Hanya Rp 18 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Rabu, 01 Desember 2021 20:08

Optimistis Berau PPKM Level 1

TANJUNG REDEB – Capaian vaksinasi di Bumi Batiwakkal, saat ini…

Rabu, 01 Desember 2021 20:05

Perencanaan Pembangunan Masih Lemah

TANJUNG REDEB –  Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, minta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers