MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 21 Oktober 2021 19:48
Camat Dicecar soal Verifikasi

Pengembangan Dugaan Tipikor ADK Giring-Giring

Christhean Arung

TANJUNG REDEB - Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau terus mendalami dugaan penyelewengan dan penggelembungan Alokasi Dana Kampung (ADK) Giring-Giring tahun 2020, yang dilaporkan masyarakat setempat.

Salah satunya, dengan memanggil Camat Bidukbiduk Abdul Malik untuk menjalani pemeriksaan penyidik pidana khusus (Pidsus), Selasa (19/10) lalu. Camat Bidukbiduk turut dimintai keterangannya masih dengan status sebagai saksi, perihal pelaksanaan kegiatan ADK Giring-Giring tahun 2020.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Berau Christhean Arung, camat sebagai petugas verifikasi dalam pengelolaan dana kampung. Sehingga dilakukan pemanggilan dalam kasus tersebut.

"Setidaknya ada sebanyak 13 sampai dengan 15 pertanyaan untuk camat," ujarnya, kemarin (20/19).

Dikonfirmasi terpisah, Camat Bidukbiduk Abdul Malik membenarkan pemanggilan jaksa dan telah diperiksa dengan dicecar sejumlah pertanyaan. Disebutnya, dirinya ditanya berkaitan rekomendasi camat.

"Pertanyaannya lumayan banyak, pastinya saya tidak ingat. Yang jelas soal pencairan ADK," kata Abdul Malik.

Bahkan diakuinya, pemanggilannya pada Selasa (19/10) lalu merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya sudah pernah dengan persoalan yang sama. Dijelaskannya, pemanggilan pertama itu saat pihak kejaksaan turun ke lapangan untuk melakukan kegiatan pemeriksaan ke seluruh kampung di Kecamatan Bidukbiduk.

"Kalau tidak salah ada program kejaksaan masuk kampung. Jadi awalnya seluruh kampung. Kejaksaan turun langsung ke kampung. Setelah ditemukan dugaan, yang lanjut pemeriksaannya Kampung Giring-Giring," bebernya.

Dalam hal ini, Abdul Malik secara kooperatif telah memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada penyidik Kejari Berau. Sehingga dia berharap dari hasil pemeriksaannya itu nanti tidak terjadi apa-apa.

"Mudah-mudahan ini tidak terjadi apa-apa. Namanya dugaan. Jadi saat ini masih menunggu hasil kesimpulan pemeriksaan kejaksaan. Harapan kami hanya kelengkapan administrasi saja," tuturnya.

Sebelumnya, selain dia, sudah ada sekitar 15 orang saksi lainnya yang juga dimintai keterangan. Termasuk Kepala Kampung Giring-Giring. Sampai saat ini, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi ADK di Giring-Giring.

Untuk diketahui, mengenai perkembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) tersebut masuk tahap penyidikan.

"Yang belum kita periksa ini pelaksana kegiatan (kontraktor pelaksana, red)," jelas Christhean Arung.

Dijelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan ADK Giring-Giring tahun 2020, ada yang dilakukan dengan swakelola. “Itu yang akan kita periksa selanjutnya. Untuk memastikan apakah benar dana yang diterima sekian," jelasnya.

Lanjut Christhean menjelaskan, setelah pemeriksaan saksi dari aparatur kampung, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Inspektorat Kabupaten Berau, serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim, untuk menghitung dugaan kerugian negara.

Dari pemeriksaan sementara, Christhean mengakui ada temuan dan laporan dari masyarakat terkait penggunaan dana kampung yang tidak sesuai realisasinya. "Nanti setelah kita menemukan, baru kita bisa pastikan fokusnya ke mana. Apakah fisik atau belanja barang. Yang jelas fokus pada penggunaan dana kampung. Di dalamnya itu bisa honor, SPPD (surat perintah perjalanan dinas), bisa pembangunan. Termasuk juga program-program kampung," bebernya.

Walau sudah memeriksa belasan saksi, Christhean dalam kasus tersebut belum ada ditetapkan sebagai tersangka. Pihaknya masih menunggu hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan. 

"Yang jelas, pertanggungjawaban dana kampung itu nanti yang menjadi esensi pemeriksaan," terangnya. (mar/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:27

Berkah Petani, Harga Sawit Bulan Ini Diprediksi Naik Lagi

TANJUNG REDEB – Akhir tahun ini petani sawit di Berau…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:25

Pemkab Harus Gerak Cepat

TANJUNG REDEB – Setelah varian delta sempat membuat Berau ‘babak…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:24

Dinkes Ogah Ikut Campur

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi, mengaku pihaknya…

Jumat, 03 Desember 2021 20:42

Aktif dalam Kegiatan Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana, dan Covid-19

SELAIN rutin melakukan donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten…

Jumat, 03 Desember 2021 20:40

Kepentingan Masyarakat Jangan Dipolitisasi

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, menyayangkan Pemkab…

Kamis, 02 Desember 2021 19:43

Perjuangkan Lagi SMK Pariwisata

TANJUNG TEDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah,…

Kamis, 02 Desember 2021 19:41

Ancaman bagi Pelayanan Kemanusiaan

TANJUNG REDEB – Pelayanan kemanusiaan terancam tak maksimal. Khususnya pada…

Kamis, 02 Desember 2021 19:39

Tarif Peti Kemas di Berau Naik, Maksimal Hanya Rp 18 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Rabu, 01 Desember 2021 20:08

Optimistis Berau PPKM Level 1

TANJUNG REDEB – Capaian vaksinasi di Bumi Batiwakkal, saat ini…

Rabu, 01 Desember 2021 20:05

Perencanaan Pembangunan Masih Lemah

TANJUNG REDEB –  Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, minta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers