MANAGED BY:
MINGGU
22 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 21 Oktober 2021 20:03
Di Rumah Sakit Ini, Cuma Tersisa Satu Pasien Covid-19 yang Dirawat
PASIEN COVID-19: Tim Covid-19 RSUD dr Abdul Rivai saat melakukan penanganan terhadap pasien Covid-19.

TANJUNG REDEB – Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Berau mulai menurun. Sejumlah kecamatan pun mulai berstatus zona kuning hingga hijau. Bahkan, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai hanya merawat satu pasien Covid-19.

Dokter spesialis paru RSUD dr Abdul Rivai, dr Robert Naiborhu mengatakan, pasien yang dirawat saat ini merupakan anak di bawah umur. Keluarganya yang merupakan kontak erat dengan pasien pun, turut membantu dalam merawat.

Melihat kondisi sekarang, dirinya sontak menceritakan ‘perjuangan’ tenaga medis selama pandemi ini. Karena kondisi sekarang sama seperti beberapa bulan lalu, saat klaster awal pandemi mereda. Bahkan, saat itu tidak ada pasien yang dirawat.

“Dulu tenaga kesehatan kurang, sulit mencari tenaga tambahan. Karena Covid-19 ini merupakan penyakit yang dihindari,” katanya.

Diakui Robert, selama pandemi ini, pihaknya sebagai petugas covid tak hanya mendapat tugas yang berat, melainkakn juga mendapat tekanan mental dari lingkungan sekitar. Karena dicurigai bisa menyebarkan penyakit.

Saat mencari tenaga medis untuk menjadi bagian tim Covid-19 rumah sakit. Dirinya mengungkapkan, hampir semua nakes yang lulus sekolah, enggan bekerja sebagai tim Covid-19. Alasannya pun beragam. Meskipun hingga akhirnya ada beberapa lulusan akademi kesehatan mendaftar menjadi relawan.

“Kami berterima kasih besar saat itu atas kerelaan mereka membantu kami,” ujarnya dengan masih mengenakan pakaian.

Ia melanjutkan, selama pandemi ini hampir 24 jam timnya bekerja untuk melayani dan menangani pasien Covid-19. Bahkan, terjalin hubungan erat antara perawat dan pasien.  

Tidak sedikit, pasien yang telah sembuh mengirimkan foto dan makanan, dengan ucapan terima kasih. “Itu jadi penguat kami selama ini,” bebernya.

Saat pandemi ‘mengamuk’ pada Juli lalu. Robert mengungkapkan, banyak pasien yang masuk dengan keadaan sangat berat. Dokter dan nakes pun menjadi tertekan. Ditambah banyak petugas terpapar satu persatu.

“Saya merasa sedih dan tekanan mental berat. Saat pasien datang dengan keadaan yang sangat kritis dan sudah lanjut usia, dan akhirnya meninggal di tempat perawatan,” ujarnya.

“Kami tidak peduli omongan miring mengenai kami petugas atau tanggapan mengenai penyakit covid, kami tetap merawat orang yang sakit,” tambahnya.

Saat gelombang kedua pandemi ini, ia dan timnya dihadapkan pasien yang mayoritas sudah dalam keadaan ‘terlambat’ penanganan. Sehingga membutuhkan O2 (oksigen) tinggi.

“Syukurlah saat ini kasus sudah menurun dan masyarakat mulai kembali melakukan aktivitas kembali,” tuturnya.

Meskipun di sisi lain, Robert mengaku kerap menyesal, karena tidak bisa menyelamatkan pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19. Kebanyakan karena terlambat dibawa ke rumah sakit. Di samping varian Covid-19 Delta memang cukup ganas.

Dengan kondisi itu, ia sempat ingin menyerah. Namun, melihat kegigihan perawat, membuatnya kembali bersemangat. “Mental saya sempat jatuh ke titik paling rendah,” ungkapnya.

“Apalagi melihat pasien yang saya kenal baik, sangat butuh pertolongan. Sementara semua petugas on duty sedang penuh dan tempat tidur terpakai semua,” lanjutnya.

Sakit hati juga kerap dirasakan Robert. Pasalnya, ia kerap mendapat cacian dari pihak keluarga yang merasa di-covid-kan. Namun selalu diredamnya. Karena fokus pada kesembuhan pasien.

“Kalau itu (cacian, red) saat ini sudah menjadi sarapan kami,” tuturnya sembari tertawa. (hmd/arp)

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 Mei 2022 19:11

Sudah ‘Jualan’ sejak Desember 2020

TANJUNG REDEB – Pendalaman kasus eksploitasi anak di bawah umur…

Sabtu, 21 Mei 2022 19:08

Belum Ada Payung Hukum

TANJUNG REDEB – Sampai saat ini, masih sering ditemui pemilik…

Sabtu, 21 Mei 2022 19:02

Jasa Konsultan Jangan Bebani Masyarakat

Ketua Komisi II DPRD Berau Atilagarnadi, berharap Pemkab Berau menyikapi…

Jumat, 20 Mei 2022 20:36

Malam Curhat, Pagi Ditemukan Gantung Diri

SEGAH – Kamis (19/5) pagi pukul 07.30 Wita, karyawan di…

Jumat, 20 Mei 2022 20:12

Pemkab Intens Lakukan Koordinasi

TANJUNG REDEB – Kerusakan jalan poros menuju pesisir sampai saat…

Jumat, 20 Mei 2022 20:08

Diskoprindag Awasi Harga Kebutuhan di Pesisir

TANJUNG REDEB – Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembako saat…

Kamis, 19 Mei 2022 20:26

Dilarang dan Ditertibkan Melulu, Soal Ini Pemerintah Diminta Beri Solusi

TANJUNG REDEB – Sejak ditertibkan personel Satuan Polisi Pamong Praja…

Kamis, 19 Mei 2022 20:24

Di Sini Selalu Banjir dan Karhutla, Petani Terus Merugi

TELUK BAYUR – Termasuk wilayah rawan banjir dan longsor, Camat…

Kamis, 19 Mei 2022 20:22

Kodim 0902/BRU Salurkan BLT Migor

TANJUNG REDEB - Sebagaimana instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,…

Kamis, 19 Mei 2022 20:21

Rumah Restorative Justice Diresmikan

TANJUNG REDEB - Sembilan Kejaksaan Negeri kabupaten/kota di Kalimantan Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers