MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 21 Oktober 2021 20:03
Di Rumah Sakit Ini, Cuma Tersisa Satu Pasien Covid-19 yang Dirawat
PASIEN COVID-19: Tim Covid-19 RSUD dr Abdul Rivai saat melakukan penanganan terhadap pasien Covid-19.

TANJUNG REDEB – Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Berau mulai menurun. Sejumlah kecamatan pun mulai berstatus zona kuning hingga hijau. Bahkan, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai hanya merawat satu pasien Covid-19.

Dokter spesialis paru RSUD dr Abdul Rivai, dr Robert Naiborhu mengatakan, pasien yang dirawat saat ini merupakan anak di bawah umur. Keluarganya yang merupakan kontak erat dengan pasien pun, turut membantu dalam merawat.

Melihat kondisi sekarang, dirinya sontak menceritakan ‘perjuangan’ tenaga medis selama pandemi ini. Karena kondisi sekarang sama seperti beberapa bulan lalu, saat klaster awal pandemi mereda. Bahkan, saat itu tidak ada pasien yang dirawat.

“Dulu tenaga kesehatan kurang, sulit mencari tenaga tambahan. Karena Covid-19 ini merupakan penyakit yang dihindari,” katanya.

Diakui Robert, selama pandemi ini, pihaknya sebagai petugas covid tak hanya mendapat tugas yang berat, melainkakn juga mendapat tekanan mental dari lingkungan sekitar. Karena dicurigai bisa menyebarkan penyakit.

Saat mencari tenaga medis untuk menjadi bagian tim Covid-19 rumah sakit. Dirinya mengungkapkan, hampir semua nakes yang lulus sekolah, enggan bekerja sebagai tim Covid-19. Alasannya pun beragam. Meskipun hingga akhirnya ada beberapa lulusan akademi kesehatan mendaftar menjadi relawan.

“Kami berterima kasih besar saat itu atas kerelaan mereka membantu kami,” ujarnya dengan masih mengenakan pakaian.

Ia melanjutkan, selama pandemi ini hampir 24 jam timnya bekerja untuk melayani dan menangani pasien Covid-19. Bahkan, terjalin hubungan erat antara perawat dan pasien.  

Tidak sedikit, pasien yang telah sembuh mengirimkan foto dan makanan, dengan ucapan terima kasih. “Itu jadi penguat kami selama ini,” bebernya.

Saat pandemi ‘mengamuk’ pada Juli lalu. Robert mengungkapkan, banyak pasien yang masuk dengan keadaan sangat berat. Dokter dan nakes pun menjadi tertekan. Ditambah banyak petugas terpapar satu persatu.

“Saya merasa sedih dan tekanan mental berat. Saat pasien datang dengan keadaan yang sangat kritis dan sudah lanjut usia, dan akhirnya meninggal di tempat perawatan,” ujarnya.

“Kami tidak peduli omongan miring mengenai kami petugas atau tanggapan mengenai penyakit covid, kami tetap merawat orang yang sakit,” tambahnya.

Saat gelombang kedua pandemi ini, ia dan timnya dihadapkan pasien yang mayoritas sudah dalam keadaan ‘terlambat’ penanganan. Sehingga membutuhkan O2 (oksigen) tinggi.

“Syukurlah saat ini kasus sudah menurun dan masyarakat mulai kembali melakukan aktivitas kembali,” tuturnya.

Meskipun di sisi lain, Robert mengaku kerap menyesal, karena tidak bisa menyelamatkan pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19. Kebanyakan karena terlambat dibawa ke rumah sakit. Di samping varian Covid-19 Delta memang cukup ganas.

Dengan kondisi itu, ia sempat ingin menyerah. Namun, melihat kegigihan perawat, membuatnya kembali bersemangat. “Mental saya sempat jatuh ke titik paling rendah,” ungkapnya.

“Apalagi melihat pasien yang saya kenal baik, sangat butuh pertolongan. Sementara semua petugas on duty sedang penuh dan tempat tidur terpakai semua,” lanjutnya.

Sakit hati juga kerap dirasakan Robert. Pasalnya, ia kerap mendapat cacian dari pihak keluarga yang merasa di-covid-kan. Namun selalu diredamnya. Karena fokus pada kesembuhan pasien.

“Kalau itu (cacian, red) saat ini sudah menjadi sarapan kami,” tuturnya sembari tertawa. (hmd/arp)

 


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:34

Kepala Kampung Dilantik, Setelah Merabu, Selanjutnya Long Pelay

TANJUNG REDEB – Usaimelantik Penjabat (Pj) Kepala Kampung Merabu, Kecamatan…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:32

Siapkan SDM untuk Kembangkan Potensi Daerah

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah,…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:31

9,744 Gram Sabu-Sabu Diblender

TANJUNG REDEB — Satuan Reserse dan Narkoba (Satreskoba) Polres Berau…

Jumat, 03 Desember 2021 20:46

INGAT WAL..!! Stunting Beda dengan Gizi Buruk

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau terus menggalakan sosialisasi,…

Jumat, 03 Desember 2021 20:45

Kontak Erat Gratis Antigen

TANJUNG REDEB — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, mengatakan…

Jumat, 03 Desember 2021 20:44

Dorong Pemkab Realisasikan Pabrik Pengolahan CPO

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau diminta merealisasikan pabrik pengelolahan Crude…

Kamis, 02 Desember 2021 19:50

Anggaran Dispora Minim, Perawatan Sapras Olahraga Jadi ‘Korban’

TANJUNG REDEB – Keluhan akan kurang terawatnya sarana dan prasarana…

Kamis, 02 Desember 2021 19:49

Banjir Tahunan di Berau, Ketinggian Air Mulai Surut, tapi Banyak Ladang Warga Tenggelam

SAMBALIUG – Banjir yang menerjang lima kampung di beberapa kecamatan…

Kamis, 02 Desember 2021 19:49

Soal Program Kartu Prakerja, Bukan Kewenangan Daerah

TANJUNG REDEB – Program Kartu Prakerja menjadi salah satu program…

Kamis, 02 Desember 2021 19:46

PWI Berau Beri Pelatiah Jurnalistik

TANJUNG REDEB - Persatuan Wartawan Infonesia (PWI) Berau menggelar pelatihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers