MANAGED BY:
SELASA
18 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 09 November 2021 19:33
Berau Waspadai Dampak La Nina, Longsor Ancam Perkotaan, Pesisir Rawan Puting Beliung
PIMPIN APEL: Wakil Bupati Berau Gamalis, melihat-lihat kesiapan peralatan dalam penanganan bencana, usai memimpin apel siaga bencana di Mapolres Berau kemarin (8/11).

TANJUNG REDEB – Di penghujung tahun 2021, Pemkab Berau meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana. Kewaspadaan disampaikan Wakil Bupati Berau Gamalis, saat memimpin Apel Siaga Bencana di Mapolres Berau (8/11).

Dikatakan Gamalis, Berau menjadi salah satu daerah yang berpotensi terkena dampak dari fenomena La Nina. Dan sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, intensitas hujan diprediksi meningkat di akhir tahun ini. "Ketika curah hujan tinggi, dapat mengakibatkan bencana banjir dan longsor. Makanya apel ini merupakan salah satu persiapan menghadapi kemungkinan bencana yang terjadi," ujar Gamalis usai memimpin apel.

Gamalis menyebut seluruh stakeholder telah siap dan bersiaga. Apalagi kesiapsiagaan ini sudah menjadi agenda tahunan, sehingga persiapan yang dilakukan tim sudah tertata rapi. 

Selain bencana banjir dan longsor, pihaknya juga tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Memang diakui Gamalis, karhutla sudah mulai berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya, apalagi pengawasan titik api saat ini sudah terbantu dari pengawasan oleh satelit yang dilakukan jajaran Polda Kaltim. "Ini sudah (penanganan bencana) pekerjaan tahun ke tahun, saya kira ini sudah siap. Sudah siap, baik dari sisi peralatan dan pasukan," ujarnya.

Selain mengerahkan seluruh stakeholder untuk melakukan kesiapsiagaan bencana alam, Gamalis juga mengingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebagai contoh dirinya mengatakan Kota Batu, Jawa Timur, yang berlokasi tinggi tak luput dari bencana banjir. Apalagi Kabupaten Berau yang diapit dua sungai besar, ditambah geliat penambangan batu bara yang membuat kawasan hijau banyak terbuka. "Artinya untuk (daerah) resapan, jujur saja kita sudah kurang," katanya.

Terkhusus, Gamalis meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau untuk memberikan peringatan dini bagi masyarakat, akan persiapan untuk menghadapi ancaman bencana yang dapat muncul sewaktu-waktu. “Intinya adalah selalu update terkait semua hal, termasuk (informasi) cuaca setiap harinya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, BPBD Berau, Nofian Hidayat, peringatan soal La Nina juga telah disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Sudah ada peringatan La Nina dari pusat, dan Berau salah satu kabupaten yang terkena fenomena tersebut,” ujarnya kepada Berau Post.

Ia mengungkapkan, dampak dari fenomena tersebut sempat terjadi di wilayah perkotaan hingga pesisir tahun lalu. Di mana terjadi angin kencang disertai hujan.

“Sempat tahun lalu terjadi fenomena La Nina, yakni angin puting beliung disertai hujan yang sangat deras di wilayah pesisir,” ungkapnya.

Saat ini, diungkapkannya, ada beberapa wilayah yang harus waspada dampak La Nina. Khususnya di wilayah pesisir, Talisayan hingga Bidukbiduk. Kemudian pesisir utara seperti Pulau Maratua hingga Pulau Derawan. Masyarakat setempat diminta waspada dan berhati-hati jika hujan turun. Pasalnya, jika hujan mengguyur, sangat berpotensi disertai angin kencang.

“Yang paling riskan itu adalah wilayah Balikukup dan Batu Putih yang sering terjadi angin puting beliung,” katanya.

Di wilayah perkotaan, Nofian menyebut bahaya yang mengintai adalah longsor. Mengingat banyak pegunungan seperti di Kecamatan Teluk Bayur, yang sering mengalami longsor di musim penghujan.

“Di Kelurahan Rinding bisanya yang sering terjadi longsor, tetapi semoga saja itu tidak terjadi, dan saya meminta juga tetap selalu waspada,” imbuhnya.

Diwartakan sebelumnya, BMKG Berau merilis fenomena La Nina di Samudera Pasifik, akan berdampak pada curah hujan tinggi di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – di akhir tahun ini hingga Februari 2022 mendatang. (aky/udi)



BACA JUGA

Senin, 17 Januari 2022 19:46

Jangan Sampai Salah Sasaran

TANJUNG REDEB – Sebanyak 109 paket peningkatan jalan lingkungan di…

Senin, 17 Januari 2022 19:45

Soroti Tiga Hal

TANJUNG REDEB – Kunjungan dua hari Ketua Dewan Perwakilan Daerah…

Minggu, 16 Januari 2022 19:48

Mengenal Budaya Berau

SAMBALIUNG – Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti kembali…

Minggu, 16 Januari 2022 19:44

Jalan Sempit, Petugas Kewalahan

TANJUNG REDEB – Musibah kebakaran kembali terjadi di Bumi Batiwakkal-…

Sabtu, 15 Januari 2022 20:26

Muncul Klaster Baru di Berau, Sarankan Isolasi Sepuluh Hari

TANJUNG REDEB – Munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 turut disoroti…

Jumat, 14 Januari 2022 20:28

Optimalkan Pembangunan di Kampung

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Salah…

Jumat, 14 Januari 2022 20:27

Alokasi Dana Desa di Berau Turun Rp 34 Miliar, Jangan Dipolitisasi

TANJUNG REDEB –Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Kabupaten Berau di…

Jumat, 14 Januari 2022 20:25

Awas Gelombang Ketiga di Berau, 10 Pasien Terkonfirmasi Covid-19

TANJUNG REDEB – Tiga pekan tanpa kasus Covid-19 di Kabupaten…

Kamis, 13 Januari 2022 20:07

IPB Sebut Capai Target, HSLL Tetap Setor

DIREKTUR Utama PT Indo Pusaka Berau (IPB), Najamuddin menampik perusahaan…

Kamis, 13 Januari 2022 20:04

Tiga Perusda di Berau Gagal Capai Target Dividen

TANJUNG REDEB – Memiliki perusahaan daerah (Perusda) dan saham di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers