MANAGED BY:
MINGGU
02 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 09 November 2021 19:40
Minta Digelar Pelatihan

Untuk Kembangkan Potensi Pengolahan Kelapa

POTENSI BESAR: Kecamatan Bidukbiduk mampu menghasilkan 20 ribu biji kelapa muda setiap tahunnya.

BIDUKBIDUK – Besarnya potensi pengolahan nata de coco di Kecamatan Bidukbiduk, disadari oleh camat setempat, Abdul Malik. Namun, tidak adanya pelatihan terhadap warga, membuat potensi tersebut sulit dikembangkan.

Ia mengatakan, jumlah panen kelapa muda di Kecamatan Bidukbiduk mencapai 20 ribu biji dalam setahun. Tingginya jumlah produksi itu membuat potensi pengolahan nata de coco sangat besar di wilayahnya. “Potensinya besar, tapi pelatihannya belum ada,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, dulu pernah ada pelatihan pengolahan nata de coco terhadap warganya. Namun, hal tersebut sudah cukup lama. Sehingga ia pun berencana bersurat ke instansi terkait, untuk diadakan pelatihan   

“Penjualan memang masih standar, kita ada keinginan untuk meningkatkan perekonomian melalui UMKM itu,” jelas Abdul Malik.

Lebih lanjut, selain pengembangan nata de coco, Abdul Malik juga mengatakan, untuk street food bisa saja dilakukan di Bidukbiduk. Mengingat kawasan tersebut cukup ramai dengan pengunjung, namun masih kurang area untuk bersantai dan menyantap makanan.  

“Kalau sepanjang pantai tidak mungkin, kemungkinan akan difokuskan di satu kampung saja,” katanya.

Ia melanjutkan, kampung yang kemungkinan didorong untuk area street food adalah Giring-Giring, karena berada di tengah kecamatan. Selain itu, untuk jaringan internet di lokasi tersebut cukup bagus. Sehingga wisatawan bisa bersantai dan menikmati deburan ombak. “Kita dorong di sana dan akan ada pelatihan juga,” paparnya.

Dirinya mengatakan, potensi cukup terbuka lebar di Bidukbiduk, baik sektor wisata maupun olahan pangannya. Dengan adanya UMKM yang berkembang, ia yakin Bidukbiduk, bisa berkembang dengan pesat.

“Sumber Daya Alam (SDA) kita mendukung, baik perikanan, maupun sisi perkebunan. Bisa jadi oleh-oleh bagi masyarakat yang datang kesini (Bidukbiduk, red),” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Sri Wahyuni, mengunjungi Labuan Cermin di Bidukbiduk, beberapa hari lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat masyarakat bisa meningkatkan perekonomian melalui pengolahan hasil pertanian dan perkebunan yang potensial.

Sri mengatakan, banyak potensi yang bisa dikembangkan di Bidukbiduk, salah satunya adalah olahan nata de coco. Bahkan dalam proses pembuatannya, bisa menjadi salah satu bagian dari atraksi wisata dan menjadi oleh-oleh khas Bidukbiduk.

“Di sini banyak pohon kelapa, tapi hanya diolah standar. Padahal bisa dikembangkan menjadi nata de coco,” jelasnya kepada Berau Post.

Selain menjadi daerah tujuan wisata (DTW), banyak atraksi wisata yang bisa dilakukan di Bidukbiduk. Seperti mengembangkan pusat kuliner di tepi pantai, dengan tempat yang bersih dan penataan yang baik, serta menyajikan menu lokal sebagai unggulan.

“Itu bisa menarik wisatawan. Saat ini saya lihat belum ada,” paparnya.

Ia melanjutkan, sedangkan untuk Labuan Cermin, danau dengan keunikan dua rasanya itu, bisa dikelola dengan memperhatikan batas maksimal kunjungan, guna mempertahankan daya dukung lingkungan.

Selain itu, perlu dilakukan kajian, apakah penggunaan bahan kimia oleh wisatawan, seperti sunblock dan lainnya, tidak akan merusak ekosistem di danau tersebut. Kemudian, juga diperlukan pemantauan keselamatan pengunjung dengan profesional, serta guide yang selalu berada di lokasi.

“Display informasi tentang Danau Labuan Cermin dan display apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, harus ada,” katanya. (hmd/arp)


BACA JUGA

Rabu, 14 September 2022 14:33

Harga TBS Naik Rp 200

TANJUNG REDEB – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit…

Senin, 12 September 2022 02:58

Kelangkaan BBM Paling Berpengaruh

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag)…

Sabtu, 03 September 2022 14:14

Dorong ASN Jadi SDM Unggul

MARNI/BP TANJUNG REDEB - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)…

Jumat, 02 September 2022 13:02

Dorong Budidaya Ikan Tawar dan Laut

TANJUNG REDEB – Dinas Perikanan Berau mendorong masyarakat untuk melakukan…

Rabu, 24 Agustus 2022 14:25

Pedagang di Area Bandara Kesulitan

TELUK BAYUR  - Bandara Kalimarau Berau saat ini hanya melayani…

Selasa, 09 Agustus 2022 21:35

Pertanian Juga Sektor yang Menjanjikan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau masih terus berupaya untuk…

Sabtu, 23 Juli 2022 20:39

Sejumlah Subsidi Pupuk Dihapus, Harga Komoditas Pertanian Diprediksi Akan Melonjak

TANJUNG REDEB – Dari lima pupuk yang mendapatkan subsidi dari…

Sabtu, 23 Juli 2022 20:33

Harga Cabai ‘Masih’ Pedas

TANJUNG REDEB – Hingga kini satu per satu harga kebutuhan…

Rabu, 20 Juli 2022 20:35

Harga TBS Belum Ada Perbaikan

TANJUNG REDEB – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit…

Sabtu, 16 Juli 2022 20:29

Proyek UMKM Center Dimulai

TANJUNG REDEB – Bantu sejahterakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers