MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 10 November 2021 16:16
Tak Menyerah walau Perahu Sempat Terbalik

Atlet-Atlet Berau Peraih Medali di PON XX Papua (3)

DEBUTAN DI PON: Sarmila menunjukkan medali emas yang diperolehnya di PON XX Papua.

Sempat diragukan karena insiden perahu terbalik. Sarmila justru membuktikan dirinya mampu mempersembahkan medali emas untuk kontingen Kaltim di PON XX Papua, beberapa waktu lalu.

 

SUMARNI, Tanjung Redeb

 

Sarmila menjadi satu dari sekian atlet Berau yang tampil apik di ajang PON XX Papua. Sarmila berhasil mempersembahkan medali pertamanya di Class Optimist Putri.

Meski di Papua merupakan PON debutannya, Sarmila rupanya memiliki pengalaman yang tak akan terlupakan. Sekaligus menjadi pengalaman yang berkesan saat ambil bagian di ajang tersebut. 

Bagaimana tidak, saat menjalani race, Sarmila mengalami insiden. Perahunya terbalik. Sehingga membuat para pelatih dan rekan-rekannya ragu bahwa dirinya mampu menyumbangkan medali untuk Kaltim.

Namun Sarmila tak menyerah. Dia berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia bisa mendahului lawan-lawannya, hingga akhirnya finis pertama.

Tak mudah sebenarnya bagi Sarmila bisa memenangkan perlombaan saat itu. Karena dari terbaliknya perahu, membuat poinnya dengan lawannya terlampau jauh. Tetapi, pada race hari kedua, kesalahan yang dilakukan mampu diperbaikinya. Hingga pada hari berikutnya, posisi Sarmila terus membaik, bahkan konsisten berada di posisi pertama. 

"Jadi poin saya dengan lawan jauh, tapi hari kedua sudah perbaiki dan bisa naik ke peringkat satu. Kemudian hari ketiga bagus lagi dan tetap peringkat satu," ujar perempuan berhijab ini.

Beban sebenarnya bagi Sarmila adalah, tidak ingin membuat kecewa orang-orang yang selama ini mendukungnya. Untungnya, beban tersebut mampu dijadikannya sebagai motivasi untuk tampil maksimal di race selanjutnya.

"Motivasi itu yang membuat saya percaya diri. Karena tidak ingin mengecewakan orang-orang, ibu manajer, Pak Teddy, orangtua, dan teman-teman," ucap perempuan kelahiran 2006 itu.

Tantangan lainnya, seperti yang disampaikan rekan-rekannya. Bahwa embusan angin di Papua sangat berbeda dibandingkan angin di tempat pemusatan latihan yang berada di perairan Tanjung Batu. Sehingga memaksa dirinya untuk berusaha keras bisa mengatasi angin kencang di Pantai Hamadi Jayapura, Papua. "Perbedaan kondisi di Papua dan di sini (Tanjung Batu), dari angin dan gelombang. Anginnya kencang, gelombang juga kencang," terangnya.

Selain itu, masalah yang juga membuatnya harus berjuang keras adalah berat badannya yang tidak mampu mengimbangi kondisi perahunya. Sehingga cara terbaik untuk mengatasinya dengan memiliki teknik dan memilih strategi yang pas. “Karena atlet-atlet daerah lain memiliki porsi badan yang kecil, jadi perahu mereka bisa lebih laju. Berat badan saya dari 58 Kg hanya bisa turun jadi 52 Kg saja. Idealnya, berat badan kita harus 45 Kg. Jadi berat badan itu yang menjadi kendala juga sebenarnya," bebernya.

Anak dari pasangan Hj Jamilah dan Sudirman ini, sudah aktif sebagai atlet layar sejak 2013 lalu. Kejuaraan pertama yang diikutinya adalah Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi  (Porprov) 2017. Dalam debut tersebut, Sarmila langsung sukses menyumbang emas untuk Bumi Batiwakkal di class optimist putri. "Target ke depan ikut PON 2024 dan dapat medali emas lagi," harapnya.

Diakui Sarmila, sebelum berangkat ke Papua, dia dan rekannya memang diberi porsi latihan ekstra, lima kali dalam seminggu.

"Ini PON pertama saya. Alhamdulillah dari latihan yang dilakukan, akhirnya tercapai medali emas," ucapnya.

Menurut Sarmila, selain harus menguasai teknik dan memahami strategi yang diarahkan pelatih, atlet layar juga harus menjaga kebugaran fisiknya. Karena kekuatan fisik juga sangat menentukan di olahraga layar.

Sarmila mengaku, meski menjadi bagian dari cabor layar, pendidikan tetap diutamakan. "Saya mau kuliah, mau raih cita-cita menjadi TNI Angkatan Laut. Tapi tetap tidak akan meninggalkan layar," tutupnya. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:27

Berkah Petani, Harga Sawit Bulan Ini Diprediksi Naik Lagi

TANJUNG REDEB – Akhir tahun ini petani sawit di Berau…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:25

Pemkab Harus Gerak Cepat

TANJUNG REDEB – Setelah varian delta sempat membuat Berau ‘babak…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:24

Dinkes Ogah Ikut Campur

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi, mengaku pihaknya…

Jumat, 03 Desember 2021 20:42

Aktif dalam Kegiatan Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana, dan Covid-19

SELAIN rutin melakukan donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten…

Jumat, 03 Desember 2021 20:40

Kepentingan Masyarakat Jangan Dipolitisasi

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, menyayangkan Pemkab…

Kamis, 02 Desember 2021 19:43

Perjuangkan Lagi SMK Pariwisata

TANJUNG TEDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah,…

Kamis, 02 Desember 2021 19:41

Ancaman bagi Pelayanan Kemanusiaan

TANJUNG REDEB – Pelayanan kemanusiaan terancam tak maksimal. Khususnya pada…

Kamis, 02 Desember 2021 19:39

Tarif Peti Kemas di Berau Naik, Maksimal Hanya Rp 18 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Rabu, 01 Desember 2021 20:08

Optimistis Berau PPKM Level 1

TANJUNG REDEB – Capaian vaksinasi di Bumi Batiwakkal, saat ini…

Rabu, 01 Desember 2021 20:05

Perencanaan Pembangunan Masih Lemah

TANJUNG REDEB –  Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, minta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers