MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 12 November 2021 20:14
Target Perak, Dapatnya Emas

Atlet-Atlet Berau Peraih Medali di PON XX Papua (5)

LAMPAUI TARGET: Fitriayana turut menyumbangkan medali emas untuk kontingen Kaltim di PON XX Papua.

Untuk kali pertama, medali emas di class  Laser 4.7 Putri, berhasil disabet kontingen Kaltim di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Emas itu dipersembahkan Fitriayana  di PON XX Papua, beberapa waktu lalu.

SUMARNI, Tanjung Batu

PERJUANGAN Fitriayana membuat sejarah untuk Kaltim di ajang PON tidak dalam waktu singkat. Ia memang sudah dipersiapkan sejak lama. Bahkan dari  2016 lalu, sudah menjadi pelapis kedua di nomor optimist putri di PON Jawa Barat.

"Jadi saya memang ditargetkan di Laser 4.7 putri. Jadi saya selalu ikut ke manapun Diatri yang waktu itu sempat pegang nomor Laser 4.7, tampil di event-event. Ke Malaysia, Singapura, jadi saya selalu jadi pelapisnya. Jadi untuk meraih emas di PON tahun ini, perjalanan perjuangannya cukup panjang," ujarnya ketika ditemui di Tanjung Batu, beberapa hari lalu.

Untuk bisa mendapatkan medali emas di PON Papua, disebutnya tidak mudah. Perempuan yang akrab disapa Fitri ini, harus melewati tantangan hingga hambatan-hambatan yang pada akhirnya mampu dilaluinya.

Fitri menceritakan kerja kerasnya saat melewati race demi race. Hari pertama race, menurutnya anginnya kenceng membuatnya berada di peringkat keempat. Hal itu membuat dirinya tidak berharap besar bisa mendapat medali emas.

"Saya mikirnya di Papua anginnya kencang, kalau misalnya saya fight untuk hari-hari kemudian pasti susah. Soalnya kalau kencang sudah pasti saya jauh di posisi belakang," katanya.

Kemudian dua race yang dijalani di hari berikutnya, tiba-tiba anginnya turun. Perubahan angin tersebut dimanfaatkannya dengan baik agar bisa finis pertama. Dan berhasil. Tapi saat race berikutnya, embusan angin kembali kencang. Sehingga dirinya tidak bisa menyelesaikan race dengan baik.

Lalu, pada hari ketiga anginnya jauh lebih  rendah, sehingga peserta hanya turun satu kali race. Hari itu Fitri kembali finis di nomor satu. Karena didukung angin yang kecil jadi keberuntungan baginya. Kondisi itu justru membuat lawan-lawannya kesulitan karena bobot badan mereka lebih besar dari Fitri. “Itu juga karena mereka latihannya terbiasa dengan kondisi angin yang kencang. Sedangkan kami di sini (Tanjung Batu), terbiasa dengan angin kecil. Jadi bukan menjadi masalah serius, jadi saya berhasil tinggalkan jauh lawan-lawan saya saat race di hari ketiga," jelasnya.

Kemudian usahanya di race hari terakhir, Fitri tidak ditargetkan untuk bisa dapatkan medali emas. Perhitungan poin Fitri sempat dianggap hanya bisa meraih perak. Karena poin yang  diperolehnya cukup jauh. Hari pertama di posisi 4, hari kedua di posisi 3, dan hari ketiga di posisi 3. Dengan satu hari tersisa, mengubah keadaan dirasa tidak akan mungkin hingga bisa meraih poin untuk medali emas.

"Sempat ditargetkan perak, ternyata kondisi angin kembali berpihak pada saya saat itu. Anginnya tiba-tiba turun lagi," ucapnya.

Di tengah race, tanpa pendamping, papan perahu layar yang ditunggangi Fitri, ada yang rusak. Dan dia berusaha untuk memperbaikinya. Saat ke tempat safety meminta pertolongan untuk menahan sejenak perahunya, sembari memperbaiki papannya yang rusak.

"Jadi pas sudah finis itu saya nomor 1 race pertama, race kedua nomor satu lagi, race akhir saya nomor satu lagi," kata wanita berhijab itu.

Kejadian yang tak terlupakan baginya. Saat adu kecepatan, Fitri saat itu menjaga ketat lawannya asal Jawa Barat. Kemudian meninggalkan atlet asal Kepulauan Riau (Kepri). Ketika mendekati finis, tiba-tiba perahunya terbalik, namun Fitri telah berhasil menyelesaikan perlombaan sebagai yang terdepan.

"Nilai poin saya sama-sama 26 poin. Cuma saya finis yang pertama. Kejadiannya sama kayak Pra-PON, saya dengan Kepri poin sama cuma terakhir dia menang. Jadi Kepri pas Pra-PON peringkat satu, saya peringkat dua,"  tuturnya.

Kerja kerasnya itu juga bukan tanpa sebab. Karena latihan yang dijalaninya juga cukup keras. Selama sepekan, dirinya dan rekannya ditempa dengan latihan fisik, yang hampir setiap hari. "Misal pagi latihan basah ke laut, sorenya kita fisik. Biasanya dibalik lagi, untuk besok, paginya fisik, terus itu sorenya ke laut lagi," katanya.

Menurutnya, setiap bulan atlet selalu dipantau progresnya masing-masing. Misalnya di bulan pertama progresnya masih agak kurang. Kemudian di bulan berikutnya, progres itu harus naik.

“Untuk latihan hari Sabtu, ada jogging kurang lebih sejam.

Diakui Fitri, dirinya termasuk pemain yang memiliki bobot lebih ramping. Lawannya, ujar dia, rata-rata memiliki bobot minimal 50 kilogram. Sementara perahu layarnya terbilang besar. Sehingga menjadi tantangan tersendiri baginya saat melakoni lomba di PON.

"Karena saya sendiri sangat kurang dari target. Berat badan saya masih 43 Kg. Sedangkan target 55 Kg. Jadi saat menjalani program menaikkan berat badan, hanya bisa naik 3 kilo saja," akunya.

Makanya Fitiri mampu mengendalikan perahu layar di saat kondisi angin lebih rendah, karena memang saat latihan pun selalu unggul, bahkan dengan atlet laki-laki.

"Jadi saya susah handling-nya jika angin kencang karena tidak bisa menyeimbangkan dari berat badan saya saat ini. Kalau kita punya berat badan yang sesuai target, kita tinggal handling aja. Kalau kita lebih ringan, kita juga harus pikirkan perahu ini kayak mana supaya tidak rebah, supaya tidak terbalik," ungkapnya.

Medali emas yang diraihnya juga di luar prediksinya. Belum lagi orang-orang yang mendukungnya sudah pasrah jika harus bawa pulang perak, sesuai yang ditargetkan pada dirinya sejak awal. Namun nyatanya, Fitri bisa mempersembahkan medali emas untuk Kaltim.

"Saya yakin dengan diri saya sendiri, dengan kemampuan saya sendiri. Harapannya bisa tetap jadi juara terus, dapat medali emas lagi," harapnya.

Prestasi yang diraihnya pun tidak akan terjadi jika tanpa dukungan dari orang-orang terdekatnya. Orangtua dan keluarganya. Serta teman-teman dan kerabatnya. Dan paling berpengaruh, adalah Ketua Porlasi Kaltim, Teddy Abay dan pengurus cabor layar Berau.

"Kami sangat berterima kasih kepada orang tua kedua kami yaitu Ibu Ida Nursanti selaku manajer dan bapak Teddy Abay selaku Ketua Umum Porlasi Kaltim, yang telah mendidik kami sampai menjadi salah satu atlet andalan Kaltim di ajang PON Papua tahun ini," tutupnya. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Januari 2022 20:02

Pakai Rompi Merah

TANJUNG REDEB - Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri…

Sabtu, 22 Januari 2022 20:02

Tiga Kampung Terancam Terisolir

TANJUNG REDEB – Akibat tergerus aliran sungai yang deras, tanah…

Sabtu, 22 Januari 2022 20:01

Tebing Longsor, Jalan Sempat ‘Terputus’

GUNUNG TABUR – Ruas jalan poros di wilayah Kelurahan Gunung…

Jumat, 21 Januari 2022 19:48

Bupati Berau Pertahankan Saipul Rahman sebagai Dirut Perumda Air Minum, DPRD Menyayangkan

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih memutuskan tetap mempertahankan…

Jumat, 21 Januari 2022 19:47

Tingkatkan SDM lewat Pendidikan

TANJUNG REDEB - Politeknik Sinar Mas menggelar sidang senat terbuka…

Kamis, 20 Januari 2022 20:15

Dipindahkan sebagai Penghargaan

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menegaskan tak…

Rabu, 19 Januari 2022 19:46

Di Berau, Ada Dokter Vokal, "Dipecat" Pimpinan Puskesmas

TANJUNG REDEB – Dokter di Puskesmas Merapun dr Alex Vijay,…

Rabu, 19 Januari 2022 19:42

TRC Lakukan Penanganan Sementara

TANJUNG REDEB – Hujan dengan volume tinggi yang terjadi sejak…

Selasa, 18 Januari 2022 20:26

Terduga Rugikan Negara Rp 449 JutaJPU Dalami Pihak Lain

TANJUNG REDEB – Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau menetapkan Direktur Utama…

Selasa, 18 Januari 2022 20:25

Atasi Persoalan Kelebihan Hunian di Rutan, Masih Belum Ada Solusi

TANJUNG REDEB – Belum adanya titik temu persoalan kelebihan hunian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers