MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 13 November 2021 19:44
Target Main di Class Laser Radial di PON 2024

Atlet-Atlet Berau Peraih Medali di PON XX Papua (6)

SUMBANG MEDALI: Muhammad Farham menyumbangkan medali perak di class Laser 4.7 Putra untuk kontingen Kaltim di PON XX Papua.

Perjuangan maksimal Muhammad Farham hanya mampu memberikan medali perak untuk Kaltim di class Laser 4.7 Putra. Tapi raihannya itu tidak membuatnya patah semangat. Dia justru bertekad akan lebih baik di PON 2024 mendatang.    

SUMARNI, Tanjung Redeb 

MESKI tak seberuntung Fitriayana yang berhasil medali emas di class Laser 4.7 Putri, Muhammad Farham justru tak berkecil hati. Semangat juangnya malah membuatnya berkeinginan naik kelas. Yakni bisa bermain di class Laser Radial Putra di PON berikutnya.

Farham-sapaan akrabnya mengaku, tak mudah bagi seorang atlet bisa mencapai puncak klasemen. Bukan hanya latihan yang keras, melainkan juga jam terbang  yang mumpuni.

Perjuangan Farham, tak akan sampai di PON tahun ini saja. Malah prestasi yang ditorehkannya itu dijadikannya sebagai motivasi untuk bisa lebih baik di PON 2024 mendatang di Aceh.

Raihannya di PON Papua, menurutnya sudah maksimal. Karena selama ini juga Ia menjalani latihan rutin, yang diatur sesuai jadwal dari pelatihnya. Memang pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah atlet. Tak terkecuali juga bagi Farham sendiri.

"Jadi kami itu dibagi jadwal latihannya, kemudian kami melakukan latihan mandiri, selama kegiatan sendiri itu fokusnya fisik," ujarnya.

Diakuinya, persiapan PON ini memang dilakukan dengan sangat matang. Meski  saat pandemi ini sempat tanpa latihan basah yang hampir sebulan tidak dilakukan. Sehingga membuat tim pelatih harus berusaha keras bagaimana agar latihan harus tetap berjalan meski dengan aturan prokes yang berlaku.

"Sebelumnya latihan normalnya setiap  hari, hanya libur sekali. Seminggu ada latihan fisik, ada latihan basah juga," katanya.

Saat melakoni race, berdasarkan perhitungan poin, Farham memang sudah tak bisa mengejar lawan-lawannya. Sehingga diminta untuk pertahankan posisi kedua dan hasilnya sesuai target pelatih, yakni medali perak.

Tantangannya juga saat race, Farham sangat berusaha keras bisa mengendalikan perahu layarnya dengan kondisi angin yang jauh berbeda. Karena kecepatan angin di pantai Hamadi Jayapura, Papua, dinilai lebih kencang dibanding di pemusatan latihannya di Tanjung Batu. S"elain itu juga arusnya berbeda," ujarnya. "Pada saat lomba anginnya langsung naik, tidak sama saat saya latihan di Tanjung Batu. Karena memang cuaca angin yang berbeda saat latihan dan tanding, sempat membuat terkejut juga saat race," bebernya.

Menurutnya, cuaca saat lomba dan tanding sebenarnya bukan hal yang paling berpengaruh. Tetapi fisik yang lebih sangat berpengaruh. Beruntungnya, berat badan Farham pas untuk medan tersebut.

"Sebenarnya tidak terlalu memikirkan kemampuan lawan. Saya juga tidak begitu minder. Harus percaya diri. Walaupun memang belum sesuai dengan apa yang diinginkan, tapi bersyukur target pelatih mampu dicapai," tuturnya.

Disisi lain, kata Farham, lawan yang dianggapnya cukup unggul di class Laser 4.7 Putra ini adalah pemain dari Papua. Sempat menjadi beban baginya, karena dihantui rasa takut tidak mampu capai target. Ditambah lagi dengan kendala-kendala yang dihadapinya saat race.

"Saat race hari kedua, banyak problem, karena sempat alami kerusakan di alat. Nilai terburuk saya saat race dapat poin 6 dan 4. Itu juga yang buat nilai saya jauh dari lawan. Tapi Alhamdulillah pas hari ketiga itu dapat nilai bagus. Makanya bisa konsisten bertahan posisi dua," jelasnya.

Ke depan, Farham pun masih tetap semangat untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Race demi race yang sudah dilaluinya dijadikannya evaluasi dan perbaikan untuk kejuaraan mendatang yang akan diikutinya.

"Target saya ke depannya itu masih PON, kalau memang class radial masih dimainkan, saya akan main di radial. Semoga bisa ikut PON lagi," harapnya.

Keberhasilan Farham di PON tahun ini juga berkat dukungan pengurus hingga orang tuanya. Apalagi sangat didukung penuh oleh tim pelatih, rekannya sesama atlet, dan juga masyarakat Berau tentunya.

"Yang paling berkesan saat PON tahun ini adalah adanya dukungan penuh dari pak Teddy Abay beserta manajer. Kami pastinya tidak akan bisa berjuang hingga sampai saat ini tanpa adanya dukungan mereka," tutupnya. (*/jat/jpg).


BACA JUGA

Jumat, 21 Januari 2022 19:48

Bupati Berau Pertahankan Saipul Rahman sebagai Dirut Perumda Air Minum, DPRD Menyayangkan

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih memutuskan tetap mempertahankan…

Jumat, 21 Januari 2022 19:47

Tingkatkan SDM lewat Pendidikan

TANJUNG REDEB - Politeknik Sinar Mas menggelar sidang senat terbuka…

Kamis, 20 Januari 2022 20:15

Dipindahkan sebagai Penghargaan

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menegaskan tak…

Rabu, 19 Januari 2022 19:46

Di Berau, Ada Dokter Vokal, "Dipecat" Pimpinan Puskesmas

TANJUNG REDEB – Dokter di Puskesmas Merapun dr Alex Vijay,…

Rabu, 19 Januari 2022 19:42

TRC Lakukan Penanganan Sementara

TANJUNG REDEB – Hujan dengan volume tinggi yang terjadi sejak…

Selasa, 18 Januari 2022 20:26

Terduga Rugikan Negara Rp 449 JutaJPU Dalami Pihak Lain

TANJUNG REDEB – Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau menetapkan Direktur Utama…

Selasa, 18 Januari 2022 20:25

Atasi Persoalan Kelebihan Hunian di Rutan, Masih Belum Ada Solusi

TANJUNG REDEB – Belum adanya titik temu persoalan kelebihan hunian…

Selasa, 18 Januari 2022 20:24

DPRD Sebut Gagal Konstruksi

TELUK BAYUR – Ambruknya pagar pembatas Stadion Olympic Mini di…

Senin, 17 Januari 2022 19:46

Jangan Sampai Salah Sasaran

TANJUNG REDEB – Sebanyak 109 paket peningkatan jalan lingkungan di…

Senin, 17 Januari 2022 19:45

Soroti Tiga Hal

TANJUNG REDEB – Kunjungan dua hari Ketua Dewan Perwakilan Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers