MANAGED BY:
SELASA
18 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 13 November 2021 19:49
Bos Garuda Belum Terima Instruksi

Soal Dihentikan atau Tidaknya Rute Berau

MASALAH KEUANGAN: Persoalan yang terjadi di tubuh PT Garuda Indonesia membuat salah satu maskapai terbesar di Indonesia ini harus memangkas sejumlah penerbangannya, namun belum diketahui apakah rute Berau termasuk di antaranya.

TANJUNG REDEB - PT Garuda Indonesia berencana menutup 97 rute penerbangan mereka. Namun hal itu nampaknya bukan termasuk rute Berau.

Diwawancara via sambungan telepon GM Garuda Indonesia Cabang Berau Stanislaus Radityo, menyebut, hingga kemarin (12/11) pihaknya tidak ada menerima instruksi penghentian itu.

“Soal penghentian tergantung dari manajemen pusat yang mana saja. Tapi sejauh ini saya belum menerima hal itu,” ujarnya kepada Berau Post.

Hanya saja disebutnya, hingga kini Garuda Indonesia belum mengudara lagi di Berau sejak Juni lalu karena masih menunggu alokasi pesawat dari pusat.

“Tentunya kita berusaha ya. Bukan penutupan rute, tapi stop sementara, karena kemarin itu pandemi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Radit –sapaannya- mengungkapkan, dirinya belum tahu sampai kapan Garuda Indonesia kembali beroperasi di Berau, termasuk di momen libur natal dan tahun baru nanti.

Saat ini masih dalam proses negosiasi dengan pusat, mengingat 13 kecamatan di Berau juga kini sudah termasuk zona hijau.

“Tentu momen nataru dan status PPKM Berau akan menjadi pertimbangan yang baik. Kalau saya pribadi ingin segera terbang, biar ada persaingan harga,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pemangkasan rute itu telah diumumkan langsung Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, saat mengikuti rapat dengar pendapatan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (10/11) lalu.

“Kalau tak untung kami tutup. Mohon maaf. Ini kami tegas termasuk ke Pemda dan Gubernur,” ungkapnya.

Rencananya, perseroan akan memangkas jumlah rute yang beroperasi dari 237 rute menjadi hanya 140 rute. Irfan mengaku, selama ini perseroan menanggung sejumlah rute-rute yang tidak menguntungkan. Bahkan hal itu menjadi salah satu penyebab faktor kerugian.

Irfan mengungkapkan, pendapatan yang diperoleh maskapai dari rute-rute tertentu ternyata tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Selain itu, maskapai negara dengan pelayanan penuh tersebut menilai juga ada dua jenis pesawat yang membuat perseroan merugi, yaitu Bombardier CRJ dan ATR.

Di sisi lain, Irfan menyebut, terdapat peluang bagi penambahan pendapatan perseroan yang berasal dari rute-rute yang memiliki volume kargo potensial meskipun minim penumpang.

Irfan mengatakan lebih jauh, tidak hanya pemangkasan rute dalam negeri seperti salah satunya Jakarta-Yogyakarta, pihaknya juga telah mengurangi secara masif penerbangan untuk rute internasional. Pada awal 2020, perusahaan memangkas rute penerbangan ke Amsterdam, London, dan Nagoya.

Sebagai informasi, saat ini Garuda tengah menanggung kerugian mencapai USD9,8 miliar atau nyaris Rp140 triliun. Dalam memperbaiki keuangannya perseroan tengah bernegosiasi dengan 32 lessor untuk menurunkan beban operasionalnya. (hmd/sam)



BACA JUGA

Senin, 17 Januari 2022 19:50

Akhirnya Bisa PTMT

TANJUNG REDEB – Anak didik di SMP 1 Bidukbiduk, akhirnya…

Senin, 17 Januari 2022 19:49

Kembali Perketat Prokes

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Gamalis, meminta kepada masyarakat…

Senin, 17 Januari 2022 19:49

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Dimulai

TANJUNG REDEB – Dalam meningkatkan herd immunity terhadap anak dan…

Senin, 17 Januari 2022 19:48

Korban Kebakaran di Tampung di Rumah Singgah

TANJUNG REDEB – Para korban kebakaran di Jalan Pulau Sambit,…

Senin, 17 Januari 2022 19:48

Mukab Kadin Berau Hanya Satu Calon

TANJUNG REDEB - Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-VII Kamar Dagang dan…

Minggu, 16 Januari 2022 19:58

Katanya Membela Diri, Usai Tusuk Teman, MF Minta Keringanan Hukuman dan Minta Diselesaikan Secara Kekeluargaan

TELUK BAYUR – MS (21), warga Kampung Tanjung Batu, Kecamatan…

Minggu, 16 Januari 2022 19:57

Waspada Ya..!! DBD Meningkat di Masa Pandemi

TANJUNG REDEB – Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), mengalami…

Minggu, 16 Januari 2022 19:56

Padahal Belum Dipakai, Pagar Pembatas Stadion Ambruk

TANJUNG REDEB - Belum resmi digunakan, pagar pembatas Stadion Olympic…

Minggu, 16 Januari 2022 19:55

Berkas Lengkap, Jaksa Tunggu Tahap II

TANJUNG REDEB - Berkas perkara kasus dugaan mark up pengadaan…

Sabtu, 15 Januari 2022 20:36

Agar Buaya Tak Masuk Lagi, Wisata Labuan Cermin Dipagar

TANJUNG REDEB – Objek wisata Labuan Cermin, Bidukbiduk, kembali dibuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers