MANAGED BY:
SELASA
18 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 14 November 2021 19:37
Siapkan SDM Unggul untuk Pariwisata Berkelanjutan
EKONOMI BIRU: Salah satu sisi Pulau Maratua yang dijepret dari udara. Bersama Pulau Sambit, Maratua ditetapkan sebagai kawasan pengembangan strategis ekonomi biru.

TANJUNG REDEB – Masuknya Pulau Maratua dan Pulau Sambit dalam kawasan pengembangan strategis ekonomi biru atau blue economy, membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi di Berau.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Masrani, masuknya Maratua dalam program yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut, akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Baik dari segi kelautan maupun pariwisatanya.

Untuk menerjemahkannya, pihaknya menyiapkan konsep pelestarian terumbu karang dan pengelolaan perikanan serta pariwisata berkelanjutan, dengan berkoordinasi bersama Dinas Perikanan Berau. Konsep ekonomi biru tersebut diyakini semakin mengangkat Maratua di level internasional.

“Kita akan menjaga terumbu karang kita dan alam sekitar. Menjaga itu tidak hanya dinas, namun juga masyarakatnya,” ujarnya kepada Berau Post kemarin (13/11).

Untuk wisata berkelanjutan, ujar Masrani, yakni bisa membuat wisatawan yang datang untuk kembali ke Berau berkali-kali. Bukan hanya sekali karena didorong rasa penasaran.

Menurutnya, ekonomi biru dengan pemanfaatan ruang laut secara berkelanjutan dan sebesar-besarnya, akan terintegrasi dengan tiga pilar. Yakni ekosistem, ekonomi, dan sosial. Ketiga pilar tersebut akan berhubungan dengan masyarakat. “Makanya, masih banyak =yang harus dibenahi,” tuturnya.

Untuk menciptakan pariwisata berkelanjutan, ia mengatakan, sumber daya manusia (SDM), khususnya yang ada di Maratua, akan terus digenjot dan dikembangkan kemampuannya. Disbudpar sendiri sudah berkolaborasi dengan pihak swasta, untuk menggelar  banyak pelatihan demi peningkatan kualitas SDM pariwisata di Berau. Mulai dari mengasah kemampuan berbahasa Inggris, pengelolaan homestay, kemampuan diving, hingga sosialisasi soal kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan atau cleanliness, health, safety, and environment (CHSE). “Itu sudah dilakukan, itu hal mendasar yang harus diperkuat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait dengan pemanfaatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berada di Maratua, Masrani mengatakan nantinya akan ada wadah bagi usaha unggulan di Maratua. Dalam artian, usaha tersebut khas dari Maratua, dan hanya didapatkan di pulau tersebut.

“Jadi orang datang, bisa membawa oleh-oleh khas Maratua,” jelas Masrani.

Untuk diketahui, di Kalimantan Timur, hanya Maratua dan Pulau Sambit yang masuk ekonomi biru. Selain masuk ekonomi biru, Maratua juga masuk Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT) karena merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia. Maratua juga masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2011, tentang Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional tahun 2010-2025.

“Itu (Maratua, red) masuk pariwisata khusus, karena terluar. Itu juga kita sudah bekerja sama dengan Pemerintah Seychelles, Afrika, dalam hal pengembangan pariwisata,” terangnya.

Terkait ekonomi biru Maratua, ujar Masrani baru akan dimulai tahun depan. “Karena baru tahun ini digagas. Sudah dilakukan sosialisasi juga di sana,” katanya.

Namun dalam melakukan penataan di Maratua menuju ekonomi biru, aksesibilitas menjadi tantangan beratnya. Memang akses menuju Maratua sudah didukung dengan keberadaan bandara. Namun rute penerbangan regulernya masih sangat terbatas.

Yang kedua, kesiapan masyarakat di Maratua untuk mengambil peran. Apalagi setelah mengikuti program-program peningkatan kapasitas SDM.

“Yang perlu saat ini adalah peningkatan SDM. Baik secara terlatih maupun tersertifikasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan Berau Tentram Rahayu menjelaskan, program tersebut difungsikan sebagai mitigasi bencana dan menjadi sumber pendapatan langsung maupun tidak langsung, bagi masyarakat di kedua pulau tersebut.

Ekonomi biru merupakan bentuk usaha dalam pembangunan daerah berbasis kelautan. Untuk itu, perlu membangun kesadaran bersama untuk mengawali pembangunan daerah dengan mengutamakan potensi kelautan, terutama bagi daerah berkarakter kepulauan dan wilayah pesisir seperti Bumi Batiwakkal.

“Pemerintah sendiri juga mendukung pengembangan daya tarik Maratua sebagai Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT),” sebutnya, Jumat (12/11).

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, melalui Dinas Perikanan yang bekerja sama dengan yayasan konservasi, pihaknya berencana akan melakukan kajian budidaya karang hias, sebagai salah satu sumber alternatif mata pencarian bagi masyarakat pesisir. Pihaknya akan menjalin kemitraan dengan masyarakat pembudidaya karang hias di Bali dan Banyuwangi.

"Untuk teknis kami masih meminta pendapat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sesuai daya dukung dan daya tampung karang hias di Pulau Maratua,” jelasnya.

Pengelolaan kawasan mangrove di Maratua juga menjadi perhatian tersendiri, terlebih dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Berau nomor 5 tahun 2020, tentang Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Area Penggunaan Lain (APL). (hmd/udi)

 



BACA JUGA

Senin, 17 Januari 2022 19:46

Jangan Sampai Salah Sasaran

TANJUNG REDEB – Sebanyak 109 paket peningkatan jalan lingkungan di…

Senin, 17 Januari 2022 19:45

Soroti Tiga Hal

TANJUNG REDEB – Kunjungan dua hari Ketua Dewan Perwakilan Daerah…

Minggu, 16 Januari 2022 19:48

Mengenal Budaya Berau

SAMBALIUNG – Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti kembali…

Minggu, 16 Januari 2022 19:44

Jalan Sempit, Petugas Kewalahan

TANJUNG REDEB – Musibah kebakaran kembali terjadi di Bumi Batiwakkal-…

Sabtu, 15 Januari 2022 20:26

Muncul Klaster Baru di Berau, Sarankan Isolasi Sepuluh Hari

TANJUNG REDEB – Munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 turut disoroti…

Jumat, 14 Januari 2022 20:28

Optimalkan Pembangunan di Kampung

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Salah…

Jumat, 14 Januari 2022 20:27

Alokasi Dana Desa di Berau Turun Rp 34 Miliar, Jangan Dipolitisasi

TANJUNG REDEB –Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Kabupaten Berau di…

Jumat, 14 Januari 2022 20:25

Awas Gelombang Ketiga di Berau, 10 Pasien Terkonfirmasi Covid-19

TANJUNG REDEB – Tiga pekan tanpa kasus Covid-19 di Kabupaten…

Kamis, 13 Januari 2022 20:07

IPB Sebut Capai Target, HSLL Tetap Setor

DIREKTUR Utama PT Indo Pusaka Berau (IPB), Najamuddin menampik perusahaan…

Kamis, 13 Januari 2022 20:04

Tiga Perusda di Berau Gagal Capai Target Dividen

TANJUNG REDEB – Memiliki perusahaan daerah (Perusda) dan saham di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers