MANAGED BY:
SELASA
18 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 15 November 2021 19:58
Pembenahan Kawasan Kumuh Masih Sulit Terwujud
TERKENDALA ANGGARAN: Minimnya anggaran yang ada, membuat rencana pembenahan permukiman di Jalan Yos Sudarso menjadi sulit terwujud dalam waktu dekat.

TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan turap Jalan Yos Sudarso masih belum bisa dilakukan mengingat anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Sedangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau saat ini ‘tidak sehat’.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penilitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, Agus Wahyudi, menuturkan, untuk saat ini pembangunan sulit dilakukan, selain itu pasangan bupati saat ini juga fokus pada 18 program prioritas yang telah disusun.

“Kemampuan keuangan APBD masih minim. Jadi kita pending dulu sampai situasi keuangan membaik,” ujarnya kepada Berau Post, Minggu (14/11)

Ia mengatakan, meskipun anggaran untuk pembangunan sebesar Rp 260 miliar sudah tersedia, namun masih ada satu permasalahan lagi akan dihadapi, yakni konflik sosial terkait surat menyurat tanah.

“Kalau toh nanti kita akan memulai membangun kita akan memulai dengan masalah sosialnya dulu,” katanya.

Sebagaimana direncanakan, untuk tahap satu pengerjaan dilakukan dari ujung Tanjung atau dermaga ketinting Jalan Ahmad Yani hingga dermaga wisata Taman Sanggam. Dengan alokasi anggaran Rp 260 miliar, dan dikerjakan dengan sistem multi years contract (MYC).

“Cukup panjang makanya harus ada kesiapan anggaran yang memadai. Belum lagi biaya sosialnya,” tambahnya.

Namun disebutnya juga, rencana itu bukan menjadi satu-satunya opsi yang dimiliki Pemkab Berau dalam membenahi kawasan tersebut. Jika memang mengalami kebuntuan, akan dilaksanakan program permukiman di atas air dengan pendekatan ramah lingkungan.

“Seperti yang diterapkan di Kampung Baru, Balikpapan. Nanti dibuat instalasi pengolahan limbah komunal, jalan lingkungan dibuat tracking yang rapi,” bebernya.

Dengan konsep seperti itu, tidak ada konstruksi berat yang perlu dilakukan. Untuk pembuangan limbah dan jalan lingkungannya seperti yang ada ditracking mangrove, sehingga tidak ada reklamasi yang memakan biaya besar.

“Ini baru wacana bila dua persoalan krusial (anggaran dan masalah sosial, red) tidak bisa teratasi,” pungkasnya. (hmd/sam)

 



BACA JUGA

Senin, 17 Januari 2022 19:50

Akhirnya Bisa PTMT

TANJUNG REDEB – Anak didik di SMP 1 Bidukbiduk, akhirnya…

Senin, 17 Januari 2022 19:49

Kembali Perketat Prokes

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Gamalis, meminta kepada masyarakat…

Senin, 17 Januari 2022 19:49

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Dimulai

TANJUNG REDEB – Dalam meningkatkan herd immunity terhadap anak dan…

Senin, 17 Januari 2022 19:48

Korban Kebakaran di Tampung di Rumah Singgah

TANJUNG REDEB – Para korban kebakaran di Jalan Pulau Sambit,…

Senin, 17 Januari 2022 19:48

Mukab Kadin Berau Hanya Satu Calon

TANJUNG REDEB - Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-VII Kamar Dagang dan…

Minggu, 16 Januari 2022 19:58

Katanya Membela Diri, Usai Tusuk Teman, MF Minta Keringanan Hukuman dan Minta Diselesaikan Secara Kekeluargaan

TELUK BAYUR – MS (21), warga Kampung Tanjung Batu, Kecamatan…

Minggu, 16 Januari 2022 19:57

Waspada Ya..!! DBD Meningkat di Masa Pandemi

TANJUNG REDEB – Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), mengalami…

Minggu, 16 Januari 2022 19:56

Padahal Belum Dipakai, Pagar Pembatas Stadion Ambruk

TANJUNG REDEB - Belum resmi digunakan, pagar pembatas Stadion Olympic…

Minggu, 16 Januari 2022 19:55

Berkas Lengkap, Jaksa Tunggu Tahap II

TANJUNG REDEB - Berkas perkara kasus dugaan mark up pengadaan…

Sabtu, 15 Januari 2022 20:36

Agar Buaya Tak Masuk Lagi, Wisata Labuan Cermin Dipagar

TANJUNG REDEB – Objek wisata Labuan Cermin, Bidukbiduk, kembali dibuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers