MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 18 November 2021 18:39
Tak Sia-Sia Korbankan Kuliah

Atlet-Atlet Berau Peraih Medali di PON XX Papua (11)

BERJIBAKU: Marcel (merah) saat melakoni pertandingan dengan petarung asal Bali di PON XX Papua, beberapa waktu lalu.

Petarung dari cabang olahraga tarung derajat, Muhammad Marcel Ferdinoor, rela meninggalkan perkuliahan untuk menjadi bagian dari kontingen Kaltim di ajang PON XX di Papua, beberapa waktu lalu.

SUMARNI, Tanjung Redeb 

MARCEL harus memilih antara melanjutkan kuliah atau mengejar ambisinya menjadi bagian dari kontingen Kaltim di ajang PON. Pilihan yang berat memang. Karena untuk membuat keduanya bisa berjalan, sulit diwujudkan. Pihak kampus tempatnya menempuh pendidikan, sulit memberikannya dispensasi untuk mengikuti Pra-PON kala itu.

Untungnya perjuangannya tak sia-sia. Mascel yang memilih meninggalkan bangku kuliahnya, berhasil mempersembahkan medali perak di kelas tarung bebas putra 49,1-52 Kg, PON XX Papua.

Diakui Marcel, sebenarnya pilihan yang sulit baginya harus melepas perkuliahannya. Namun karena kecintaannya terhadap olahraga ini, dan di sisi lain juga ingin tampil di ajang bergengsi tersebut, sehingga setelah mengikuti PON kesehariannya hanya berlatih saja.

"Tanggung waktu itu, lagian masih semester satu. Tapi tetap saya utamakan pendidikan sehingga rencana kembali berkuliah di tahun depan," ujarnya.

Membuktikan kemampuannya di hadapan semua petarung-petarung hebat yang pastinya adalah terbaik yang dikirim setiap provinsi, tentu menjadi kebanggaan Marcel. Ia sangat bersyukur, karena pada akhirnya bisa menjadi salah satu atlet yang bisa bertanding di PON tahun ini. Pastinya rasa bangga dan senang tidak luput dirasakan oleh Marcel.

"Apalagi bertanding membawa nama Kaltim di PON adalah salah satu cita-cita saya mulai kecil," katanya.

Bukan hanya itu, ajang PON ini juga menjadi ajang perdana bagi Marcel bisa tampil selama dirinya menjadi atlet profesional. Apalagi bisa langsung memberikan medali. Tentu saja itu  membuatnya semakin sangat bersemangat dan berambisi saat tampil di PON tahun ini.

"Mungkin ya karena pandemi ini membuat kegiatan latihan semakin ribet menurut saya, dan waktu awal-awal jalani Training Center (TC). Beberapa rekan saya di tim ada yang terpapar Covid-19, dan itu sangat mengganggu sekali dalam kegiatan latihan," bebernya.

Pandemi Covid-19 diakuinya sangat menghambat proses latihan, dan saat bertanding juga diwajibkan menjalani swab antigen terlebih dahulu.

"Itu termasuk hal yang agak mengganggu, karena di swab setiap ingin masuk matras, kurang enak saja di hidung saya," jelasnya saat menceritakan pengalamannya kepada Berau Post.

Walau berhasil menyumbang perak, Marcel sebenarnya tetap merasa kecewa. Sebab diakuinya, ketika melawan petarung tuan rumah di final, banyak faktor non teknis yang merugikannya. "Semua itu dijadikan evaluasi pada diri saya sendiri, kalau ditanya siapa yang paling kecewa, pastinya saya pribadi dan pelatih," bebernya.

Melihat hasil di PON, pelatihnya sudah menyiapkan metode latihan yang lebih bagus lagi, dan tentunya dengan strategi yang lebih tajam lagi. "Tentunya saya juga harus terus berlatih dan memperbanyak strategi untuk event selanjutnya," tuturnya.

Kendati demikian, Marcel berharap di event selanjutnya, terutama di PON Aceh 2024 mendatang, dia bisa membayar lunas utangnya dengan cara membawa medali emas untuk Kaltim. Sehingga dorongan dan motivasi sangat menjadi semangatnya untuk bisa memberikan prestasi yang lebih baik lagi.

"Yang mendorong saya tetap semangat saat menjalani lomba, mungkin lebih ke arah cita-cita dan tujuan saya di masa depan sih. Dan terutama keluarga, jadi dari olahraga ini langkah awal saya menuju kehidupan yang saya inginkan," jelasnya.

"Kejuaraan yang paling ingin diikutin tentu saja event yang bisa membuat saya mengharumkan nama daerah saya hingga negara saya, apapun itu eventnya," tutupnya. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:27

Berkah Petani, Harga Sawit Bulan Ini Diprediksi Naik Lagi

TANJUNG REDEB – Akhir tahun ini petani sawit di Berau…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:25

Pemkab Harus Gerak Cepat

TANJUNG REDEB – Setelah varian delta sempat membuat Berau ‘babak…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:24

Dinkes Ogah Ikut Campur

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi, mengaku pihaknya…

Jumat, 03 Desember 2021 20:42

Aktif dalam Kegiatan Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana, dan Covid-19

SELAIN rutin melakukan donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten…

Jumat, 03 Desember 2021 20:40

Kepentingan Masyarakat Jangan Dipolitisasi

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, menyayangkan Pemkab…

Kamis, 02 Desember 2021 19:43

Perjuangkan Lagi SMK Pariwisata

TANJUNG TEDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah,…

Kamis, 02 Desember 2021 19:41

Ancaman bagi Pelayanan Kemanusiaan

TANJUNG REDEB – Pelayanan kemanusiaan terancam tak maksimal. Khususnya pada…

Kamis, 02 Desember 2021 19:39

Tarif Peti Kemas di Berau Naik, Maksimal Hanya Rp 18 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Rabu, 01 Desember 2021 20:08

Optimistis Berau PPKM Level 1

TANJUNG REDEB – Capaian vaksinasi di Bumi Batiwakkal, saat ini…

Rabu, 01 Desember 2021 20:05

Perencanaan Pembangunan Masih Lemah

TANJUNG REDEB –  Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, minta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers