MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 22 November 2021 19:26
Butuh Proses Panjang

Rencana Pembentukan Kecamatan Labanan

Ilustrasi

TANJUNG REDEB - Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau Yudha Budi Santosa, sebut untuk mewujudkan Kecamatan Labanan butuh proses yang cukup panjang.

Katanya, Kecamatan Teluk Bayur tentu akan terdampak dengan pemekaran itu, karena empat kampung dan dua kelurahan akan bergabung dengan Kecamatan Labanan. Sementara, Teluk Bayur juga tetap membutuhkan minimal terdiri lima kelurahan atau kampung.

Untuk itu, perlu adanya konsolidasi lebih dulu dengan kecamatan-kecamatan sekitar seperti Kelay, Segah, dan Sambaliung, kampung mana saja yang bersedia bergabung dengan labanan.

“Jika hanya Teluk Bayur saja, itu tidak bisa. Harus ada dukungan dari kecamatan sekitar juga. Terpenting harus sesuai persyaratan,” katanya.

Menurutnya memang wacana pemekaran itu cukup baik, apalagi, tujuannya juga bagus untuk meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Namun sebelum itu, perlu ada sosialisasi lebih lanjut, terutama bagaimana persyaratannya, dan prosesnya. Sebab, untuk tahapan pemekaran suatu wilayah sendiri, sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan.

Satu hal penting katanya, dalam pengajuan usulan pemekaran terpenting tapal batas antar wilayah dan antar kampung sudah tuntas. Jika masih ada kampung yang tapal batasnya belum selesai, akan sangat memengaruhi tahapan pemekaran tersebut. “Tapal batas ini harus selesai tanpa ada masalah,” jelasnya.

Selain itu, untuk memastikan kelayakan atau tidaknya Labanan mekar menjadi kecamatan baru, itu tergantung kajian yang dilakukan untuk penataan wilayahnya. Namun sebelum tim khusus melakukan kajian, persyaratan dasarnya harus terpenuhi.

“Seperti jumlah kampung, jumlah penduduk minimal 1.500 jiwa atau 300 KK per kampung. Kondisi geografis, luas wilayah dan persyaratan lainnya sudah clear semua. Baru tim kajian turun, mereka yang nanti akan menyatakan laik atau tidak,” pungkasnya. (hmd/sam)


BACA JUGA

Jumat, 21 Januari 2022 19:51

4 Hari Dicari, Jasad Karyawan Ditemukan di Perairan Maluang

TANJUNG REDEB - Setelah dilakukan pencarian semalam empat hari, jasad…

Jumat, 21 Januari 2022 19:50

Siapkan Pelatihan bagi Masyarakat

TANJUNG REDEB – Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Wagup Dorong Tingkatkan Vaksinasi

TANJUNG REDEB – Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, bersama Wakil…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Klaster SMJ Terus Bertambah

TANJUNG REDEB – Klaster SMJ hingga kini berjumlah 17 orang.…

Kamis, 20 Januari 2022 20:28

Camat Akui Belum Sempurna

TANJUNG REDEB - Gedung Kecamatan Sambaliung yang dibangun dengan menelan…

Kamis, 20 Januari 2022 20:23

Masih Proses Penghitungan Jatah

TANJUNG REDEB – Untuk menekan kenaikkan harga minyak goreng pemerintah…

Kamis, 20 Januari 2022 20:18

Tunggu Rekomendasi Tim Ahli

TANJUNG REDEB — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Kamis, 20 Januari 2022 20:18

Wabup Instruksikan Kontrakor Tanggung Jawab

TANJUNG REDEB – Ambruknya pagar pembatas Stadion Olympic Mini di…

Rabu, 19 Januari 2022 20:04

Jangan Ada Lagi Pekerjaan Tak Sesuai

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi III DPRD Berau Saga, turut…

Rabu, 19 Januari 2022 19:52

Tim Tunggu Jasad Mengapung

GUNUNG TABUR – Pencarian JN (21) yang terseret arus saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers