MANAGED BY:
MINGGU
02 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 22 November 2021 19:31
Budidaya Ikan Belum Bisa Bangkit

Permintaan Pasar Masih Minim

BUDIDAYA: Dinas Perikanan telah menjalankan program stimulan bagi budidaya ikan lokal di Berau, supaya bisa bangkit di tengah pandemi.

TANJUNG REDEB – Meskipun kasus Covid-19 mulai melandai di Bumi Batiwakkal –sebutan Berau-. Namun, pasar budidaya ikan lokal masih belum bisa bangkit. Berbeda dengan ikan ekspor yang pergerakannya masih fluktuatif.

Kepala Seksi Pengawasan Budidaya Ikan, Dinas Perikanan Berau, Budiono menjelaskan, budidaya ikan di masa pandemi Covid-19 saat ini, dibagi menjadi 2. Yaitu budidaya ikan secara lokal dan ekspor.

“Budidaya ikan ekspor ini fluktuatif. Kadang naik kadang turun, tergantung dengan negara tujuan ekspor,” katanya.

Lanjutnya, apabila negara tujuan menerapkan lockdown, maka akan berdampak pada ekspor ikan di Berau. Namun, jika sebaliknya, maka permintaan ikan dari pangsa luar negeri bakal normal.

Ia menyebutkan, salah satu ikan yang diekspor adalah ikan kerapu. Di mana ikan ini banyak peminatnya di luar negeri.

“Nah kalau untuk ikan lokal, otomatis mengalami penurunan saat ini. Karena kan sekarang banyak di rumah, pendapatan jadi terbatas. Jadi otomatis produksi kita atau permintaan di pasar kurang,” ujarnya.

Meski begitu, Budiono menyebut, pihaknya sudah menyiapkan paket bantuan terhadap ikan lokal. Salah satunya ikan hias. Di mana bantuan yang diberikan memberikan peluang usaha atau ekonomi bagi pelaku usahanya.

“Kami telah memberikan paket stimulan untuk budidaya ikan cupang. Kenapa ikan cupang dipilih? Karena pertama secara budidaya dia tidak ribet, tidak memerlukan oksigen bagus, di bawah 2 PPM (part per million) pun ikan cupang ini masih bisa hidup,” jelasnya.

“Kemudian secara produktifitas juga tinggi. Ketiga, harganya juga bagus. Dari harga 5 ribu rupiah sampai harga 250 ribu rupiah, artinya segmentasi permintaan pasarnya tersedia. Salah satu untuk memulihkan ekonomi masyakarakat,” pungkasnya. (aky/arp)


BACA JUGA

Rabu, 14 September 2022 14:33

Harga TBS Naik Rp 200

TANJUNG REDEB – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit…

Senin, 12 September 2022 02:58

Kelangkaan BBM Paling Berpengaruh

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag)…

Sabtu, 03 September 2022 14:14

Dorong ASN Jadi SDM Unggul

MARNI/BP TANJUNG REDEB - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)…

Jumat, 02 September 2022 13:02

Dorong Budidaya Ikan Tawar dan Laut

TANJUNG REDEB – Dinas Perikanan Berau mendorong masyarakat untuk melakukan…

Rabu, 24 Agustus 2022 14:25

Pedagang di Area Bandara Kesulitan

TELUK BAYUR  - Bandara Kalimarau Berau saat ini hanya melayani…

Selasa, 09 Agustus 2022 21:35

Pertanian Juga Sektor yang Menjanjikan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau masih terus berupaya untuk…

Sabtu, 23 Juli 2022 20:39

Sejumlah Subsidi Pupuk Dihapus, Harga Komoditas Pertanian Diprediksi Akan Melonjak

TANJUNG REDEB – Dari lima pupuk yang mendapatkan subsidi dari…

Sabtu, 23 Juli 2022 20:33

Harga Cabai ‘Masih’ Pedas

TANJUNG REDEB – Hingga kini satu per satu harga kebutuhan…

Rabu, 20 Juli 2022 20:35

Harga TBS Belum Ada Perbaikan

TANJUNG REDEB – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit…

Sabtu, 16 Juli 2022 20:29

Proyek UMKM Center Dimulai

TANJUNG REDEB – Bantu sejahterakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers