MANAGED BY:
JUMAT
27 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KALTIM | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 29 November 2021 19:40
Wisata Bahari Terancam Hilang, Tiga Pantai di Berau Rawan Abrasi
DARATAN TERUS BERKURANG: Pulau Derawan masih menjadi destinasi andalan Berau saat ini.

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Masrani, mengakui saat ini terdapat tiga pantai yang rawan hilang akibat abrasi. Ketiga pantai tersebut adalah, Pantai di Pulau Derawan, di Kampung Payung-Payung, dan Pulau Kaniuangan.

Dengan abrasi yang setiap tahunnya terjadi, menjadi ancaman nyata bagi Berau, akan kehilangan wisata bahari yang saat ini menjadi kebanggaan Bumi Batiwakkal. Terlebih, tiga kawasan tersebut masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Untuk yang terparah itu ya Derawan,” ujarnya. Disebutnya, Pulau Derawan setiap tahunnya kehilangan 1 hingga 2 meter daratannya akibat abrasi. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Disbudpar.

“Tidak menutup kemungkinan, Derawan, Payung-Payung, dan Kaniungan, di masa depan hanya akan menjadi cerita,” katanya. Ia melanjutkan, upaya penanganan dengan pengusulan program sudah dilakukan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, guna diajukan ke pemerintah provinsi dan diteruskan ke pusat.

“Kita akan usahakan karena ini urgensinya tinggi, selain itu abrasi juga mengancam sumber air bersih masyarakat, khususnya di Pulau Derawan,” tuturnya. Walau dianggap mendesak, Masrani justru pesimistis penanganan abrasi dengan memasang pemecah ombak bisa terlaksana segera. Sebab pihaknya sendiri belum memiliki masterplan pariwisata. 

“Kemungkinan program kita ini bisa saja ditolak, karena kita belum memiliki masterplan. Makanya kami memprioritaskan juga untuk pembuatan masterplan pariwisata kita,” ucap Masrani.

Ia menambahkan, adanya pemecah ombak di beberapa pulau yang menjadi destinasi wisata di Bumi Batiwakkal, memiliki peran yang sangat penting. Jangan sampai destinasi wisata yang sudah mendunia ini, nantinya hanya tinggal nama karena sudah tergerus ombak. “Nanti orang datang ke sini jadi bingung karena tinggal nama,” pungkasnya. (hmd/udi)


BACA JUGA

Jumat, 27 Januari 2023 01:39

Masyarakat Diminta Lebih Bijaksana dan Arif

TANJUNG REDEB - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Berau Aji…

Jumat, 27 Januari 2023 01:39

Tekan Angka Kriminalitas di Berau

TANJUNG REDEB – Kapolres Berau AKBP Sindhu Brahmarya menekankan konsistensinya…

Jumat, 27 Januari 2023 01:38

Voice Note Penculikan Anak Dipastikan Hoaks

SAMBALIUNG – Kapolsek Sambaliung, Iptu Iwan memastikan voice note yang…

Kamis, 26 Januari 2023 16:03

Pakai Jasa Informan, Pengedar Sabu Diringkus

TELUK BAYUR – Jajaran personel Polsek Teluk Bayur mengamankan pelaku…

Kamis, 26 Januari 2023 16:01

Merapun Merasa Tak Diperhatikan

KELAY - Kepala Kampung Merapun, Daring, menilai pemerintah kurang memperhatikan…

Kamis, 26 Januari 2023 16:00

KPU Berau Belum Terima Informasi

TANJUNG REDEB - Ketua KPU Berau Budi Harianto mengaku belum…

Kamis, 26 Januari 2023 15:58

Asrama Polisi Berkobar

TANJUNG REDEB – Si jago merah mengamuk di asrama polisi,…

Rabu, 25 Januari 2023 01:27

Sempat Terkendala Anggaran

TANJUNG REDEB – Tak ada anggaran dalam beberapa tahun terakhir…

Selasa, 24 Januari 2023 01:21

Air Berau Tercemar Ringan

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)…

Selasa, 24 Januari 2023 01:20

Bisa 4 Kursi, Berau Berpeluang Jadi Dapil Sendiri

TIGA desain penataan daerah pemilihan (dapil) legislatif tingkat provinsi pada…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers