MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 29 November 2021 19:40
Wisata Bahari Terancam Hilang, Tiga Pantai di Berau Rawan Abrasi
DARATAN TERUS BERKURANG: Pulau Derawan masih menjadi destinasi andalan Berau saat ini.

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Masrani, mengakui saat ini terdapat tiga pantai yang rawan hilang akibat abrasi. Ketiga pantai tersebut adalah, Pantai di Pulau Derawan, di Kampung Payung-Payung, dan Pulau Kaniuangan.

Dengan abrasi yang setiap tahunnya terjadi, menjadi ancaman nyata bagi Berau, akan kehilangan wisata bahari yang saat ini menjadi kebanggaan Bumi Batiwakkal. Terlebih, tiga kawasan tersebut masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Untuk yang terparah itu ya Derawan,” ujarnya. Disebutnya, Pulau Derawan setiap tahunnya kehilangan 1 hingga 2 meter daratannya akibat abrasi. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Disbudpar.

“Tidak menutup kemungkinan, Derawan, Payung-Payung, dan Kaniungan, di masa depan hanya akan menjadi cerita,” katanya. Ia melanjutkan, upaya penanganan dengan pengusulan program sudah dilakukan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, guna diajukan ke pemerintah provinsi dan diteruskan ke pusat.

“Kita akan usahakan karena ini urgensinya tinggi, selain itu abrasi juga mengancam sumber air bersih masyarakat, khususnya di Pulau Derawan,” tuturnya. Walau dianggap mendesak, Masrani justru pesimistis penanganan abrasi dengan memasang pemecah ombak bisa terlaksana segera. Sebab pihaknya sendiri belum memiliki masterplan pariwisata. 

“Kemungkinan program kita ini bisa saja ditolak, karena kita belum memiliki masterplan. Makanya kami memprioritaskan juga untuk pembuatan masterplan pariwisata kita,” ucap Masrani.

Ia menambahkan, adanya pemecah ombak di beberapa pulau yang menjadi destinasi wisata di Bumi Batiwakkal, memiliki peran yang sangat penting. Jangan sampai destinasi wisata yang sudah mendunia ini, nantinya hanya tinggal nama karena sudah tergerus ombak. “Nanti orang datang ke sini jadi bingung karena tinggal nama,” pungkasnya. (hmd/udi)


BACA JUGA

Jumat, 21 Januari 2022 19:51

4 Hari Dicari, Jasad Karyawan Ditemukan di Perairan Maluang

TANJUNG REDEB - Setelah dilakukan pencarian semalam empat hari, jasad…

Jumat, 21 Januari 2022 19:50

Siapkan Pelatihan bagi Masyarakat

TANJUNG REDEB – Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Wagup Dorong Tingkatkan Vaksinasi

TANJUNG REDEB – Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, bersama Wakil…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Klaster SMJ Terus Bertambah

TANJUNG REDEB – Klaster SMJ hingga kini berjumlah 17 orang.…

Kamis, 20 Januari 2022 20:28

Camat Akui Belum Sempurna

TANJUNG REDEB - Gedung Kecamatan Sambaliung yang dibangun dengan menelan…

Kamis, 20 Januari 2022 20:23

Masih Proses Penghitungan Jatah

TANJUNG REDEB – Untuk menekan kenaikkan harga minyak goreng pemerintah…

Kamis, 20 Januari 2022 20:18

Tunggu Rekomendasi Tim Ahli

TANJUNG REDEB — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Kamis, 20 Januari 2022 20:18

Wabup Instruksikan Kontrakor Tanggung Jawab

TANJUNG REDEB – Ambruknya pagar pembatas Stadion Olympic Mini di…

Rabu, 19 Januari 2022 20:04

Jangan Ada Lagi Pekerjaan Tak Sesuai

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi III DPRD Berau Saga, turut…

Rabu, 19 Januari 2022 19:52

Tim Tunggu Jasad Mengapung

GUNUNG TABUR – Pencarian JN (21) yang terseret arus saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers