MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 02 Desember 2021 19:49
Banjir Tahunan di Berau, Ketinggian Air Mulai Surut, tapi Banyak Ladang Warga Tenggelam
TERGENANG: Beberapa kawasan dan rumah warga di Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung masih terendam banjir. Meskipun debit air mulai turun.

SAMBALIUG – Banjir yang menerjang lima kampung di beberapa kecamatan mulai surut. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Azkar.

Lima kampung yang mengalami banjir di antaranya Tumbit Dayak, Tumbit Melayu, Siduung Indah, Merasa dan Long Lanuk.

Dikatakan Azkar, rata-rata ketinggian air sudah mulai surut. Namun untuk kawasan yang rendah, air masih merendam rumah-rumah warga. “Untuk tim masih stand by di lokasi,” katanya saat dikonfirmasi awak media ini.

Ia menjelaskan, ketinggian air sebenarnya tak bisa diperkirakan. Karena bisa berubah sewaktu-waktu, mengingat cuaca saat ini puncak musim hujan. Sehingga, apabila di hulu terus dilanda hujan, tidak menutup kemungkinan air akan kembali naik. “Memang saat ini ketinggian air sudah mulai turun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Tumbit Dayak, Achmad Jamlan juga membenarkan, bahwa ketinggian air terus mengalami penurunan yang signifikan. “Kalau hujan di sini (Kampung Tumbit Dayak, red) saja tidak masalah. Yang masalah jika hujan di hulu,” ujarnya.

Di sisi lain, musibah banjir ini disampaikannya tidak merusak sektor pertanian warganya. Karena telah melewati musim panen pada September hingga Oktober lalu. “Ladang aman saja,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Kampung Tumbit Sari, Maspri menyebut, banjir yang terjadi di kampungnya, tidak tidak sampai naik ke rumah warga. Kondisi air juga sudah mulai surut. Hanya saja, ladang yang baru ditanami warganya banyak yang terendam banjir. “Sebagian warga baru menanam padi beberapa minggu lalu. Kemudian banjir,” katanya.

Selain itu, tanaman labu yang belum cukup usianya untuk dipanen, juga terpaksa dipanen lebih awal warga. Guna menghindari kerugian yang lebih besar. “Mau tidak mau dipanen saja. Karena terendam banjirkan,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya pun masih mendata luasan lahan warga yang terdampak banjir. “Kami masih memetakan berapa lebar dan luas lahan warga yang terendam,” pungkasnya. (hmd/arp)

 


BACA JUGA

Jumat, 21 Januari 2022 19:51

4 Hari Dicari, Jasad Karyawan Ditemukan di Perairan Maluang

TANJUNG REDEB - Setelah dilakukan pencarian semalam empat hari, jasad…

Jumat, 21 Januari 2022 19:50

Siapkan Pelatihan bagi Masyarakat

TANJUNG REDEB – Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Wagup Dorong Tingkatkan Vaksinasi

TANJUNG REDEB – Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, bersama Wakil…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Klaster SMJ Terus Bertambah

TANJUNG REDEB – Klaster SMJ hingga kini berjumlah 17 orang.…

Kamis, 20 Januari 2022 20:28

Camat Akui Belum Sempurna

TANJUNG REDEB - Gedung Kecamatan Sambaliung yang dibangun dengan menelan…

Kamis, 20 Januari 2022 20:23

Masih Proses Penghitungan Jatah

TANJUNG REDEB – Untuk menekan kenaikkan harga minyak goreng pemerintah…

Kamis, 20 Januari 2022 20:18

Tunggu Rekomendasi Tim Ahli

TANJUNG REDEB — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Kamis, 20 Januari 2022 20:18

Wabup Instruksikan Kontrakor Tanggung Jawab

TANJUNG REDEB – Ambruknya pagar pembatas Stadion Olympic Mini di…

Rabu, 19 Januari 2022 20:04

Jangan Ada Lagi Pekerjaan Tak Sesuai

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi III DPRD Berau Saga, turut…

Rabu, 19 Januari 2022 19:52

Tim Tunggu Jasad Mengapung

GUNUNG TABUR – Pencarian JN (21) yang terseret arus saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers