MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 03 Desember 2021 20:44
Dorong Pemkab Realisasikan Pabrik Pengolahan CPO
Elita Herlina

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau diminta merealisasikan pabrik pengelolahan Crude Palm Oil (CPO) di Berau. Hal itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina, kemarin (2/12).

Dikatakannya, keberadaan pabrik pengolahan CPO di Berau tentu bisa menekan harga pembelian minyak yang terus mengalami peningkatan. Karena disebutnya, selama ini CPO dari Berau dikirim keluar daerah untuk diolah menjadi berbagai bahan jadi, dan kembali dikirim ke Berau.

"Ini mempengaruhi angka penjualan yang cukup tinggi. Padahal, di Berau ada ribuan hektare kebun sawit yang siap dikelola," ujarnya.

Karena itu, pihaknya mendorong Pemkab Berau untuk berani mendatangkan investor dan membangun pabrik pengolahan CPO. Menurutnya, sumber daya alam (SDA) Berau di sektor perkebunan, khususnya sawit, saat ini masih tertinggi dan menjadi primadona. Namun, hingga kini CPO harus dikirim keluar daerah, untuk diolah.

“Kita berbicara ekonomi, minyak jadi dikirim dari Pulau Jawa, melalui laut, kemudian, dari Balikpapan ke Berau melalui darat. Berapa sudah ongkosnya, hal inilah menjadi penyebab harga minyak melambung tinggi,” bebernya.

Dijelaskannya, dengan adanya pabrik pengolahan sawit mentah itu juga akan membuat industri hilirisasi semakin berkembang. Karena memperkuat nilai tambah produk mentah. Terlebih, permintaan untuk bahan baku sawit atau CPO cenderung meningkat, lantaran harga produksi dari turunan CPO ikut naik seperti minyak goreng.

"Kalau ada pabrik pengolahannya di sini (Berau) justru akan meningkatkan perekonomian Berau. Jangan sampai seterusnya hasil sawit kita malah dikirim keluar Berau. Kemudian hasil olahannya seperti minyak goreng dimirim kembali masuk Berau dengan harga yang tinggi," jelasnya.

"Kalau bisa kan kita olah sendiri untuk dijual di dalam Berau sendiri, pasti harganya akan lebih terjangkau bahkan murah,” tambahnya.

Sementara itu, menurut data Dinas Perkebunan Berau, harga minyak sawit mentah periode November 2021 ini masih masuk dalam harga rata-rata tertinggi. Untuk Oktober hingga November 2021 mencapai Rp 12 ribu lebih per kilogramnya. Artinya ada kenaikan seribu rupiah dari bulan September 2021.

Harga tersebut diatur sesuai hasil rapat bersama dan disepakati oleh 12 perusahaan yang bergerak dalam sektor perkebunan sawit penghasil CPO di Kabupaten Berau. (mar/har)


BACA JUGA

Jumat, 21 Januari 2022 19:51

4 Hari Dicari, Jasad Karyawan Ditemukan di Perairan Maluang

TANJUNG REDEB - Setelah dilakukan pencarian semalam empat hari, jasad…

Jumat, 21 Januari 2022 19:50

Siapkan Pelatihan bagi Masyarakat

TANJUNG REDEB – Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Wagup Dorong Tingkatkan Vaksinasi

TANJUNG REDEB – Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, bersama Wakil…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Klaster SMJ Terus Bertambah

TANJUNG REDEB – Klaster SMJ hingga kini berjumlah 17 orang.…

Kamis, 20 Januari 2022 20:28

Camat Akui Belum Sempurna

TANJUNG REDEB - Gedung Kecamatan Sambaliung yang dibangun dengan menelan…

Kamis, 20 Januari 2022 20:23

Masih Proses Penghitungan Jatah

TANJUNG REDEB – Untuk menekan kenaikkan harga minyak goreng pemerintah…

Kamis, 20 Januari 2022 20:18

Tunggu Rekomendasi Tim Ahli

TANJUNG REDEB — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Kamis, 20 Januari 2022 20:18

Wabup Instruksikan Kontrakor Tanggung Jawab

TANJUNG REDEB – Ambruknya pagar pembatas Stadion Olympic Mini di…

Rabu, 19 Januari 2022 20:04

Jangan Ada Lagi Pekerjaan Tak Sesuai

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi III DPRD Berau Saga, turut…

Rabu, 19 Januari 2022 19:52

Tim Tunggu Jasad Mengapung

GUNUNG TABUR – Pencarian JN (21) yang terseret arus saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers