MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 03 Desember 2021 20:45
Kontak Erat Gratis Antigen

Iswahyudi: Puskesmas Meminta Bayaran, Laporkan ke Kami

Iswahyudi

TANJUNG REDEB — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, mengatakan bahwa seorang yang suspek atau kontak erat dengan pasien Covid-19, gratis melakukan antigen atau polymerase chain reaction (PCR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai.

Menurut dia, hal ini sesuai dengan keputusan Kementrian Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4641/ 2021 tentang Panduan Pelaksanaan Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina dan Isolasi dalam Rangka Percepatan Pencegahan Pengendalia Corona Virus Disease 2019.

“Sesuai edaran itu, jika ada Puskesmas yang meminta bayaran, laporkan ke kami,” tegasnya, Kamis (2/12).

Sejak dulu, lanjutnya, Dinkes sudah menerapkan hal tersebut ke seluruh Puskesmas dan juga rumah sakit. Hal ini guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ia menyayangkan jika masih ada laporan masyarakat yang kontak erat pasien Covid-19 diminta bayaran untuk antigen. “Tapi kami belum pernah terima laporan itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, memang ada persyaratan untuk antigen ataupun swab gratis. Yakni salah satunya adalah orang tersebut merupakan kontak erat. Tapi jika untuk kepentingan pribadi, misalkan hasil swab atau antigen digunakan untuk perjalanan keluar daerah, tentu tidak masuk dalam edaran Kemenkes. “Itukan untuk pribadi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Iswahyudi mengatakan, pihaknya tidak pernah memungut biaya pengobatan maupun tracking kepada masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19. Karena semua sudah dianggarkan melalui Kementrian Kesehatan dan juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau.“Anggarannya kan ada, ya untuk penanganan Covid-19,” bebernya.

Iswahyudi mengingatkan jika memang kontak erat, segera melapor ke Puskesmas terdekat. Dia meminta masyarakat tidak malu atau takut jika merasa memiliki gejala Covid-19. "Segera laporkan ke Puskesmas guna mencegah penularan lebih banyak yang akhirnya menciptakan klaster baru," ujarnya.

Meskipun tidak semua Puskesmas bisa melakukan swab, tapi seluruh Puskesmas bisa melakukan antigen. “Ya melapor dulu jika kontak erat, kemudian dilakukan pemeriksaan, atau ada gejala. Puskesmas tidak memungut biaya jika memang orang itu kontak erat,” jelasnya.

Dia menambahkan,memang saat ini kasus terus melandai. Per 2 Desember, kasus aktif hanya lima orang. Artinya, virus Covid-19 masih berada di Bumi Batiwakkal.“Intinya, laporkan, periksa, dan prokes,” pungkasnya. (hmd/har)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Januari 2022 20:06

Justru Dikenal Ceria

TANJUNG REDEB – Suasana tenang di lingkungan Gang Mutiara Jalan…

Sabtu, 22 Januari 2022 20:05

Waspada Puncak La Nina

TANJUNG REDEB – Januari merupakan puncak fenomena La Nina, untuk…

Sabtu, 22 Januari 2022 20:05

Pertahankan Lahan Pertanian

TANJUNG REDEB — Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan…

Sabtu, 22 Januari 2022 20:04

Tingkatkan Fungsi BNK

TANJUNG REDEB – Peredaran narkoba salah satu pekerjaan rumah pihak…

Jumat, 21 Januari 2022 19:51

4 Hari Dicari, Jasad Karyawan Ditemukan di Perairan Maluang

TANJUNG REDEB - Setelah dilakukan pencarian semalam empat hari, jasad…

Jumat, 21 Januari 2022 19:50

Siapkan Pelatihan bagi Masyarakat

TANJUNG REDEB – Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Wagup Dorong Tingkatkan Vaksinasi

TANJUNG REDEB – Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, bersama Wakil…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Klaster SMJ Terus Bertambah

TANJUNG REDEB – Klaster SMJ hingga kini berjumlah 17 orang.…

Kamis, 20 Januari 2022 20:28

Camat Akui Belum Sempurna

TANJUNG REDEB - Gedung Kecamatan Sambaliung yang dibangun dengan menelan…

Kamis, 20 Januari 2022 20:23

Masih Proses Penghitungan Jatah

TANJUNG REDEB – Untuk menekan kenaikkan harga minyak goreng pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers