MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 03 Desember 2021 20:46
INGAT WAL..!! Stunting Beda dengan Gizi Buruk
SOSIALISASI: Dinkes terus melakukan sosialisasi untuk menekan kasus stunting di Bumi Batiwakkal.

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau terus menggalakan sosialisasi, terkait permasalahan stunting di Berau. Seiring peningkatan yang cukup signifikan terjadi. Dari data Dinkes Berau, angka stunting di Berau pada semester satu tahun ini mencapai 18,80 persen dari 4.366 balita yang diperiksa.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Berau, Lamlay Sari mengatakan, stunting disebabkan banyak hal. Seperti ibu yang mengalami anemia, hipertensi, stres, hingga permasalahan Covid-19. Di mana banyaknya posyandu sempat tidak melakukan pelayanan.

“Saya tekankan di sini, posyandu itu kewenangannya dari kelurahan, camat, maupun kepala kampung. Bukan milik Dinkes,” ujarnya, Kamis (2/12).

Karena itu, Dinkes disebutnya terus melakukan sosialisasi terhadap kader posyandu dan masyarakat.Khususnya, para wanita yang usianya di bawah 25 tahun dan di atas 35 tahun. Karena sangat rentan membuat anak mengalami stunting. “Setiap tahun kita naik kasus stunting,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stunting berbeda dengan gizi buruk. Karena stunting sendiri lebih kepada tinggi badan yang kurang sesuai. Kemudian, masih tingginya kasus Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) yakni kurang dari 2.500 gram, menjadi salah satu faktor pendukung terjadi stunting di Bumi Batiwakkal –sebutan Berau-.

Dia berharap, agar para ibu yang sedang mengandung rutin memeriksakan kandungannya tersebut. “Pencegahan stunting bisa dilakukan sejak dalam kandungan juga,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pada 2019 lalu, kasus stunting di Berau mencapai 13,90 persen atau 1.487 dari 10.701 balita diperiksa. Dan pada tahun 2020 naik menjadi 18,06 persen dari 10.735 balita.

Meski begitu, dia meminta orangtua sebenarnya tidak perlu panic. Karena stunting bisa disembuhkan, selama si anak masih berusia di bawah 2 tahun. “Tapi jika sudah di atas 5 tahun, potensinya kecil untuk bisa sembuh,” sebutnya.

Pendataan stunting ini sebenarnya untuk mempersiapkan lokasi khusus wilayah yang akan ditangani. Terlebih pada 2022 ini, Berau masuk dalam lokus bersama dengan Penajam Paser Utara (PPU), Mahakam Ulu, dan Bontang.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Bupati Berau nomor 440/418/Set-1/XI/2021 tentang Pelaksanaan Pendataan Sasaran Untuk Penentuan Desa Lokus Penurunan Stunting. “Jelas beda kasus, gizi buruk dan stunting. Gizi buruk itu tingginya normal, namun malnutrisi,” jelasnya.

Lamlay menambahkan, semua stakeholder berperan penting dalam hal ini untuk mencegah angka stunting meningkat. “Intinya, selain sosialiasi, kita juga akan turun ke lapangan, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, akan stunting,” pungkasnya. (hmd/arp)


BACA JUGA

Jumat, 21 Januari 2022 19:51

4 Hari Dicari, Jasad Karyawan Ditemukan di Perairan Maluang

TANJUNG REDEB - Setelah dilakukan pencarian semalam empat hari, jasad…

Jumat, 21 Januari 2022 19:50

Siapkan Pelatihan bagi Masyarakat

TANJUNG REDEB – Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Wagup Dorong Tingkatkan Vaksinasi

TANJUNG REDEB – Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, bersama Wakil…

Jumat, 21 Januari 2022 19:49

Klaster SMJ Terus Bertambah

TANJUNG REDEB – Klaster SMJ hingga kini berjumlah 17 orang.…

Kamis, 20 Januari 2022 20:28

Camat Akui Belum Sempurna

TANJUNG REDEB - Gedung Kecamatan Sambaliung yang dibangun dengan menelan…

Kamis, 20 Januari 2022 20:23

Masih Proses Penghitungan Jatah

TANJUNG REDEB – Untuk menekan kenaikkan harga minyak goreng pemerintah…

Kamis, 20 Januari 2022 20:18

Tunggu Rekomendasi Tim Ahli

TANJUNG REDEB — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Kamis, 20 Januari 2022 20:18

Wabup Instruksikan Kontrakor Tanggung Jawab

TANJUNG REDEB – Ambruknya pagar pembatas Stadion Olympic Mini di…

Rabu, 19 Januari 2022 20:04

Jangan Ada Lagi Pekerjaan Tak Sesuai

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi III DPRD Berau Saga, turut…

Rabu, 19 Januari 2022 19:52

Tim Tunggu Jasad Mengapung

GUNUNG TABUR – Pencarian JN (21) yang terseret arus saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers