MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:24
Dinkes Ogah Ikut Campur

Akui Peran PMI Cukup Vital

VITAL: Relawan PMI saat menerjang banjir yang melanda sejumlah kampung Mei lalu, untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi, mengaku pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan anggaran untuk Palang Merah Indonesia (PMI) yang belakangan cukup ramai diperbincangkan, karena mengalami penurunan di saat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau meningkat dibandingkan tahun ini.

Bahkan nilainya tahun depan lebih rendah dibandingkan yang diterima sejak 2016 lalu sebesar Rp 500 juta (selengkapnya lihat grafis).

Kata Iswahyudi, dana PMI merupakan dana hibah yang kewenangannya berada di tangan Bupati Berau, dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Dinkes hanya numpang lewat dan verifikasi saja. Kewenangannya bukan di Dinkes,” ujarnya Jumat (3/12).

Pihaknya dalam hal ini dijelaskannya, hanya meneruskan usulan dari PMI. Apabila disetujui oleh TAPD dan Bupati Berau, maka akan dimasukkan ke dalam anggaran.

Sebenarnya diakui Iswahyudi, peran PMI memang cukup vital dalam kegiatan sosial, selain kegiatan utamanya unit transfusi darah. “Memang peran mereka cukup vital ya,” tambahnya.

Tapi menurutnya, sebagai organisasi sosial, PMI sebenarnya layak untuk mendapatkan anggaran dari sumber lain. “Bisa (dapat dari sumber lain, red), seperti pihak ketiga, baik itu swasta maupun perusahaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua PMI Berau Agus Tantomo menyebut, pemangkasan anggaran yang dilakukan Pemkab Berau kepada PMI, merupakan ancaman bagi pelayanan kemanusiaan di Bumi Batiwakkal.

“Apalagi di masa pandemi ini, kontribusi PMI dalam melakukan pencegahan dan penanganan cukup vital. Sejak awal kasus pandemi di Berau, relawan PMI juga selalu siaga. Setiap ada kasus, relawan kami turunkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan masyarakat. Kami bersama Satgas selalu bersinergi dalam penanganan Covid-19 selama ini,” jelasnya.

Yang lebih disayangkannya, dari hasil koordinasi dirinya dengan beberapa anggota DPRD Berau, pemangkasan anggaran PMI dilakukan atas perintah Bupati Berau. Sebab bupati beranggapan, bahwa PMI hanya mengurusi masalah donor darah saja. Karena itu, dengan anggaran Rp 350 juta, dianggap sudah sangat cukup untuk mengurus pengambilan dan penyimpanan darah di Berau.

“Kami di PMI mengeluhkan ini ke dewan, dan dari koordinasi itu, kerja PMI ini dianggap bupati memang cuma gitu (mencari pendonor dan menyimpan darah, red),” ungkap Agus.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih yang dikonfirmasi Rabu (1/12) lalu, tidak memberikan penjelasan mengenai pemangkasan dana hibah bagi PMI Berau tersebut. “Nanti dulu, masih didiskusikan,” singkat bupati.

Di sisi lain, Ketua DPRD Berau Madri Pani menyayangkan Pemkab Berau melakukan pemotongan dana hibah untuk PMI.

Sebab PMI adalah organisasi kemanusiaan yang memiliki peran vital di Bumi Batiwakkal. Keberadaan PMI juga diatur berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.

Apalagi, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2022, hibah untuk PMI diajukan sebesar Rp 750 juta. Namun saat penetapan APBD Berau 2022, hibah untuk PMI justru dipangkas menjadi Rp 350 juta.  

Madri sendiri mengaku, menggunakan fungsi penganggaran dan pengawasannya, untuk memastikan penganggaran untuk kepentingan kemanusiaan, seperti hibah untuk PMI, harus diprioritaskan. “Saya sudah ingatkan bupati, sekda (sekretaris daerah), dan Kepala Dinas Kesehatan, untuk tidak mengganggu anggaran PMI. Karena PMI di Berau perannya sangat vital,” katanya kepada Berau Post Kamis (2/12). (hmd/sam)


BACA JUGA

Jumat, 21 Januari 2022 19:48

Bupati Berau Pertahankan Saipul Rahman sebagai Dirut Perumda Air Minum, DPRD Menyayangkan

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih memutuskan tetap mempertahankan…

Jumat, 21 Januari 2022 19:47

Tingkatkan SDM lewat Pendidikan

TANJUNG REDEB - Politeknik Sinar Mas menggelar sidang senat terbuka…

Kamis, 20 Januari 2022 20:15

Dipindahkan sebagai Penghargaan

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menegaskan tak…

Rabu, 19 Januari 2022 19:46

Di Berau, Ada Dokter Vokal, "Dipecat" Pimpinan Puskesmas

TANJUNG REDEB – Dokter di Puskesmas Merapun dr Alex Vijay,…

Rabu, 19 Januari 2022 19:42

TRC Lakukan Penanganan Sementara

TANJUNG REDEB – Hujan dengan volume tinggi yang terjadi sejak…

Selasa, 18 Januari 2022 20:26

Terduga Rugikan Negara Rp 449 JutaJPU Dalami Pihak Lain

TANJUNG REDEB – Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau menetapkan Direktur Utama…

Selasa, 18 Januari 2022 20:25

Atasi Persoalan Kelebihan Hunian di Rutan, Masih Belum Ada Solusi

TANJUNG REDEB – Belum adanya titik temu persoalan kelebihan hunian…

Selasa, 18 Januari 2022 20:24

DPRD Sebut Gagal Konstruksi

TELUK BAYUR – Ambruknya pagar pembatas Stadion Olympic Mini di…

Senin, 17 Januari 2022 19:46

Jangan Sampai Salah Sasaran

TANJUNG REDEB – Sebanyak 109 paket peningkatan jalan lingkungan di…

Senin, 17 Januari 2022 19:45

Soroti Tiga Hal

TANJUNG REDEB – Kunjungan dua hari Ketua Dewan Perwakilan Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers