MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:25
Pemkab Harus Gerak Cepat

Cegah Masuknya Varian Omicron

BERI PENJELASAN: Dokter Spesialis Paru RSUD dr Abdul Rivai, Robert Naiborhu, menjelaskan kondisi paru-paru seseorang yang terkonfirmasi Covid-19.

TANJUNG REDEB – Setelah varian delta sempat membuat Berau ‘babak belur’ pada pada Juli 2021 lalu, kini Word Health Organization (WHO) resmi mengeluarkan daftar varian baru yakni varian Omicron.

Dokter Spesialis Paru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Robert Naiborhu, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bisa bersiaga, mengantisipasi penularannya di Bumi Batiwakkal.

Jika varian baru itu sampai masuk katanya, bukan tidak mungkin gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi.

“Imun memang modal penting , tapi itu bukan modal utama. Jika sudah terinfeksi, maka gejalanya tergantung pada pasien, apakah tahan atau tidak,” ujarnya kepada Berau Post.

Dia berharap, ada langkah cepat dan tepat yang diambil Pemkab Berau guna mengantisipasi masuknya varian tersebut.

“Saya harap pemkab bisa tegas, jika memang dari luar negeri agar menambah masa karantina menjadi 10 hari. Ini juga untuk kepentingan masyarakat banyak,” sebutnya.

Lanjutnya juga, terkait varian baru itu perlu pengujian sampel di Labkesda Surabaya lebih dulu. Saat ini, Labkesda Berau pun disebutnya masih melakukan pengujian sampel beberapa orang yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri.

“Saya baru koordinasi dengan dr Nurjannah, Ahli Patologi di Berau. Kita sedang menjaring orang-orang yang baru datang dari luar negeri,” sambung Robert.

Dijelaskan juga, berdasarkan konsultasinya bersama dengan rekannya yang berasal dari luar negeri, gejala Omicron ini mirip dengan varian Delta. Namun lebih sulit terdeteksi karena tidak berpengaruh pada indra perasa dan penciuman.

“Virus ini menurut laporan, sangat tinggi tingkat penularannya bahkan hingga lima kali daripada Varian Delta,” jelasnya.

Namun untuk tingkat keparahan, ia masih belum berani memastikan “Ini masih jadi perdebatan,” ucapnya. (hmd/sam)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Januari 2022 20:02

Pakai Rompi Merah

TANJUNG REDEB - Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri…

Sabtu, 22 Januari 2022 20:02

Tiga Kampung Terancam Terisolir

TANJUNG REDEB – Akibat tergerus aliran sungai yang deras, tanah…

Sabtu, 22 Januari 2022 20:01

Tebing Longsor, Jalan Sempat ‘Terputus’

GUNUNG TABUR – Ruas jalan poros di wilayah Kelurahan Gunung…

Jumat, 21 Januari 2022 19:48

Bupati Berau Pertahankan Saipul Rahman sebagai Dirut Perumda Air Minum, DPRD Menyayangkan

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih memutuskan tetap mempertahankan…

Jumat, 21 Januari 2022 19:47

Tingkatkan SDM lewat Pendidikan

TANJUNG REDEB - Politeknik Sinar Mas menggelar sidang senat terbuka…

Kamis, 20 Januari 2022 20:15

Dipindahkan sebagai Penghargaan

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menegaskan tak…

Rabu, 19 Januari 2022 19:46

Di Berau, Ada Dokter Vokal, "Dipecat" Pimpinan Puskesmas

TANJUNG REDEB – Dokter di Puskesmas Merapun dr Alex Vijay,…

Rabu, 19 Januari 2022 19:42

TRC Lakukan Penanganan Sementara

TANJUNG REDEB – Hujan dengan volume tinggi yang terjadi sejak…

Selasa, 18 Januari 2022 20:26

Terduga Rugikan Negara Rp 449 JutaJPU Dalami Pihak Lain

TANJUNG REDEB – Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau menetapkan Direktur Utama…

Selasa, 18 Januari 2022 20:25

Atasi Persoalan Kelebihan Hunian di Rutan, Masih Belum Ada Solusi

TANJUNG REDEB – Belum adanya titik temu persoalan kelebihan hunian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers