MANAGED BY:
MINGGU
22 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 15 Desember 2021 18:43
Berau Dikepung Ancaman Karhutla

TANJUNG REDEB – Tak hanya untuk mengantisipasi bencana di musim penghujan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau juga mulai menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan di tahun 2022 mendatang. 

Memang menurut Kepala BPBD Berau, Thamrin, di tahun 2020 hingga 2021 ini pengendalian kebakaran hutan dan lahan dinilai memang cukup berhasil.

Namun, jika melihat siklus, cuaca ekstrem berupa kemarau panjang seperti yang sempat terjadi di tahun 2015 dan 2019 berpotensi kembali terjadi, hal itulah yang menjadi ancaman besar.

"Hal ini yang perlu kita antisipasi dengan menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) hingga alat sarana dan prasarana dalam penanganan karhutla," ujarnya kepada Berau Post, kemarin (14/12). 

Dengan dibantu relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), pihaknya akan memaksimalkan kesiapsiagaan, jika titik api terbaca maka tim akan langsung berupaya dalam mengendalikannya, agar tidak meluas.

Kendati demikian, diakui Thamrin, adapun kesiapan-kesiapan yang akan dilakukan BPBD dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla seperti melakukan sosialisasi, dan memberikan pemahaman terhadap larangan pembakaran hutan maupun lahan kepada masyarakat. 

Selain itu, melakukan patroli dan pemantauan kawasan yang rawan kebakaran melalui udara dan darat. Baik patroli terpadu dan patroli mandiri. Dijelaskannya, salah satu tugas dari patroli terpadu itu mengiventarisir daerah yang rawan bencana karhutla.

"Harus berkoordinasi intens juga dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, termasuk relawan dan masyarakat di wilayah rawan kebakaran hutan dalam memonitor ‘hotspot’," jelasnya. 

Terkait kesiapan sarana dan prasarana disebut Thamrin, hingga saat ini BPBD sudah memiliki sebanyak  12 unit pemadam kebakaran jenis Slip On berkapasitas 600 liter, dan dua unit pemadam kebakaran berkapasitas 3.000 liter. Selain itu juga sudah menyiapkan alat pompa jinjing sebesar 73 unit, yang didistribusikan di 11 kecamatan, terkecuali di Maratua dan Tanjung Redeb.

"Karena kita hanya memiliki 11 kecamatan dengan kawasan hutan. Jadi 2 kecamatan lainnya itu tidak punya  kawasan hutan," katanya. 

Lanjut disebutkannya, sarana yang sudah disiapkan juga berupa 30 unit Pompa Apung, 730 unit Pompa Punggung, serta selang dan peralatan-peralatan manual lainnya. 

"Bila terjadi karhutla, masyarakat juga harapannya bisa ikut berpartisipasi melakukan pemadaman. Karena pada dasarnya, semua jenis bencana itu bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, tetapi peran serta masyarakat hingga dunia usaha juga," tegasnya. 

Karena diketahui bersama, tingkat bahaya dari dampak karhutla sungguh merugikan banyak hal. Mulai dari gangguan kesehatan, menghambat aktivitas masyarakat, merusak ekosistem hutan, hingga krisis air bersih.

"Semua aspek pasti akan terdampak, terutama segi ekonomi yang bisa menghambat sektor pariwisata hingga arus perdagangan. Bahkan ancamannya terjadi kekeringan air bersih, seperti yang pernah dialami di wilayah Kelurahan Gunung Tabur dan Kecamatan Biatan," bebernya. 

Untuk itu pihaknya meminta kepada seluruh pihak agar bersama-sama mencegah karhutla. Terlebih merujuk pada arahan presiden, paradigma sekarang bahwa pencegahan lebih diutamakan, begitu ada hotspot sekecil apapun harus segera ditangani.

"Jadi jangan menunggu besar baru ditangani. Kalau dulu paradigma saat terjadi ada tanggap darurat baru ditangani," terangnya. 

"Kami berharap peran serta dari semua pihak. Agar karhutla bisa ditangani sejak dini. Siaga karhutla bersama-sama," tutupnya. (mar/sam)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Mei 2022 19:06

Penumpang di Kalimarau Mulai Meningkat

TANJUNG REDEB – Sejalan dengan perkembangan kasus Covid-19 yang terus…

Sabtu, 21 Mei 2022 19:00

Sinergitas di Satu Dasawarsa Berau Post

Sabtu (21/5) hari ini, sedasawarsa sudah usia Berau Post. Harian…

Sabtu, 21 Mei 2022 07:23

Nah Kasus Apa...?? Kejati Geledah UPTD PPRD Kaltim di Berau

TANJUNG REDEB – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, melakukan…

Jumat, 20 Mei 2022 20:06

PH Siapkan Saksi Meringankan

TANJUNG REDEB - Penasihat Hukum tiga terdakwa perkara dugaan tindak…

Jumat, 20 Mei 2022 20:06

Lebih Sulit dan Mahal

TANJUNG REDEB - Pemerintah telah menghapus syarat mendirikan bangunan dengan…

Kamis, 19 Mei 2022 20:18

Akses Permukiman Terputus akibat Banjir, 43 KK Terisolasi

TELUK BAYUR – Intensitas hujan yang tinggi sejak beberapa hari…

Kamis, 19 Mei 2022 20:17

Kenalkan Batik Maluang, Tetap Utamakan Pendidikan

Resti Noveliani masih berusia tujuh tahun. Namun putri dari pasangan…

Kamis, 19 Mei 2022 20:15

Pengunjung Bazar Ramaikan Vaksinasi

TANJUNG REDEB – Masih dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT)…

Rabu, 18 Mei 2022 20:48
BREAKING NEWS

Mendag Kumpulkan Menteri Ekonomi ASEAN Guna Perkuat Perekonomian

JIMBARAN, 17 Mei 2022 –  Usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi…

Rabu, 18 Mei 2022 20:39

Bebas Murni Hanya Istilah

TANJUNG REDEB - Jaksa Penuntut Umum perkara pembebasan lahan lapangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers