MANAGED BY:
MINGGU
22 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 30 Desember 2021 19:54
Total 299 Kasus Ditangani Kejari Berau sepanjang 2021, Tiga Diantaranya Kasus Tipikor
RILIS KASUS: Kajari Berau Nislianuddin didampingi jajarannya saat menggelar rilis akhir tahun kemarin.

TANJUNG REDEB –Kejaksaan Negeri Berau menangani 299 kasus pidana sepanjang 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri Berau Nislianuddin yang didampingi Kasi Pidana Umum (Pidum) dan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) memaparkan, dalam kasus pidana umum, pihaknya menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Berau sebanyak 227 SPDP di tahun 2021.

“Kemudian yang dinyatakan P21 atau hasil penyelidikan sudah dinyatakan lengkap dan diserahkan ke kami berikut tersangka dan barang bukti, berdasarkan hasil petunjunk maupun yang diungkap langsung, sebanyak 299 perkara,” jelasnya (29/12).

Dijelaskannya, mengapa jumlah SPDP lebih kecil dari kasus yang dinyatakan lengkap, sebab beberapa kasus dilakukan split atau dipecah. Selain itu, juga ada beberapa kasus yang belum selesai pada 2020 lalu, kemudian diselesaikan pada 2021.

“Nah untuk kasus yang sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap ada 246 perkara, dan selebihnya masih dalam proses persidangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kasus terbanyak yang terjadi di Berau adalah narkotika dan pencurian dengan pemberatan. "Kedua kasus tersebut yang menjadi mayoritas di tahun ini, tetapi saya belum bisa merincikan berapa kasusnya,” sambungnya.

Selain itu, untuk kasus pidana khusus, terdapat tiga kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ditangani Kejaksaan Negeri Berau, yang pertama adalah kasus pengadaan lahan yang menyangkut oknum kepala dinas, kemudian kasus korupsi yang dilakukan oleh camat dan kepala kampung di Kecamatan Segah.

“Kemudian kasus pengadaan alat kesehatan yakni mesin hiperbarik,” ucapnya.

Dikatakan Nislianuddin, untuk kasus pengadaan lahan saat ini telah ada putusan dari hakim pengadilan Tipikor yang menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah. Namun pihaknya masih melakukan upaya hukum terakhir yakni pengajuan kasasi. Sedangkan untuk dua kasus lainnya masih pada tahap penyidikan dan perhitungan kerugian negara.

“Semuanya kita usahakan selesai secepatnya,” pungkasnya. (hmd/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Mei 2022 19:11

Sudah ‘Jualan’ sejak Desember 2020

TANJUNG REDEB – Pendalaman kasus eksploitasi anak di bawah umur…

Sabtu, 21 Mei 2022 19:08

Belum Ada Payung Hukum

TANJUNG REDEB – Sampai saat ini, masih sering ditemui pemilik…

Sabtu, 21 Mei 2022 19:02

Jasa Konsultan Jangan Bebani Masyarakat

Ketua Komisi II DPRD Berau Atilagarnadi, berharap Pemkab Berau menyikapi…

Jumat, 20 Mei 2022 20:36

Malam Curhat, Pagi Ditemukan Gantung Diri

SEGAH – Kamis (19/5) pagi pukul 07.30 Wita, karyawan di…

Jumat, 20 Mei 2022 20:12

Pemkab Intens Lakukan Koordinasi

TANJUNG REDEB – Kerusakan jalan poros menuju pesisir sampai saat…

Jumat, 20 Mei 2022 20:08

Diskoprindag Awasi Harga Kebutuhan di Pesisir

TANJUNG REDEB – Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembako saat…

Kamis, 19 Mei 2022 20:26

Dilarang dan Ditertibkan Melulu, Soal Ini Pemerintah Diminta Beri Solusi

TANJUNG REDEB – Sejak ditertibkan personel Satuan Polisi Pamong Praja…

Kamis, 19 Mei 2022 20:24

Di Sini Selalu Banjir dan Karhutla, Petani Terus Merugi

TELUK BAYUR – Termasuk wilayah rawan banjir dan longsor, Camat…

Kamis, 19 Mei 2022 20:22

Kodim 0902/BRU Salurkan BLT Migor

TANJUNG REDEB - Sebagaimana instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,…

Kamis, 19 Mei 2022 20:21

Rumah Restorative Justice Diresmikan

TANJUNG REDEB - Sembilan Kejaksaan Negeri kabupaten/kota di Kalimantan Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers