MANAGED BY:
MINGGU
22 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 17 Januari 2022 19:49
Kembali Perketat Prokes
PROTOKOL KESEHATAN: Masyarakat yang baru tiba di Bandara Kalimarau, harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh hingga menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Gamalis, meminta kepada masyarakat untuk kembali ketatkan protokol kesehatan. Imbauan tersebut disampaikan lantaran munculnya tambahan kasus baru penyebaran Covid-19.

Dikatakannya, belum lama ini terdapat tambahan kasus berdasarkan data Dinas Kesehatan Berau. Total yang dirawat hingga kemarin (16/1) sebanyak 11 pasien. "Kembali ketatkan prokes dan selalu menggunakan masker,” ujarnya, kemarin (16/1).

Diakui Gamalis, berdasarkan laporan yang diterimanya, kasus baru tersebut muncul di lingkungan salah satu perusahaan tambang batu bara di Berau. Dengan jumlah yang terpapar sebanyak 10 orang. Namun Gamalis belum mengetahui jenis varian Covid-19 apa yang diderita para karyawan tersebut.

“Sudah ditangani pihak perusahaan dan menjalani isolasi mandiri di mes dalam lingkungan perusahaan secara ketat,” terangnya.

Munculnya klaster kasus baru penyebaran Covid-19 ini, membuat wilayah Kecamatan Tanjung Redeb yang sebelumnya sudah zona hijau, berubah menjadi zona kuning kembali.

Munculnya klaster baru penyebaran Covid-19, juga menjadi perhatian Ketua DPRD Berau, Madri Pani. Menurutnya, Satgas Covid-19 di kabupaten diminta bekerja sama dengan pihak perusahaan. Untuk mengawasi para pekerja dari luar daerah selama menjalani isolasi hingga sepuluh hari.

Ia menilai, pihak perusahaan harusnya tegas dalam pengawasan terhadap setiap karyawan yang menjalani isolasi mandiri, khususnya yang baru pulang cuti dari luar daerah. Sehingga tidak terjadi lagi kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Berau.

“Itu yang selalu saya tekankan, jangan mentang-mentang sudah zona hijau, sesuka hati. Terus menjadi lengah, akhirnya ada yang kembali terpapar,” kata Madri.

Dikatakan, jika kasus Covid-19 semakin tinggi, dikhawatirkan akan berujung pada naiknya status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Berau, yang akhirnya menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Pengawasan perlu kembali diketatkan. Saya yakin, masyarakat juga tidak ingin kembali mengalami badai Covid-19 untuk yang ketiga kalinya,” tuturnya. (mar/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Mei 2022 19:11

Sudah ‘Jualan’ sejak Desember 2020

TANJUNG REDEB – Pendalaman kasus eksploitasi anak di bawah umur…

Sabtu, 21 Mei 2022 19:08

Belum Ada Payung Hukum

TANJUNG REDEB – Sampai saat ini, masih sering ditemui pemilik…

Sabtu, 21 Mei 2022 19:02

Jasa Konsultan Jangan Bebani Masyarakat

Ketua Komisi II DPRD Berau Atilagarnadi, berharap Pemkab Berau menyikapi…

Jumat, 20 Mei 2022 20:36

Malam Curhat, Pagi Ditemukan Gantung Diri

SEGAH – Kamis (19/5) pagi pukul 07.30 Wita, karyawan di…

Jumat, 20 Mei 2022 20:12

Pemkab Intens Lakukan Koordinasi

TANJUNG REDEB – Kerusakan jalan poros menuju pesisir sampai saat…

Jumat, 20 Mei 2022 20:08

Diskoprindag Awasi Harga Kebutuhan di Pesisir

TANJUNG REDEB – Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembako saat…

Kamis, 19 Mei 2022 20:26

Dilarang dan Ditertibkan Melulu, Soal Ini Pemerintah Diminta Beri Solusi

TANJUNG REDEB – Sejak ditertibkan personel Satuan Polisi Pamong Praja…

Kamis, 19 Mei 2022 20:24

Di Sini Selalu Banjir dan Karhutla, Petani Terus Merugi

TELUK BAYUR – Termasuk wilayah rawan banjir dan longsor, Camat…

Kamis, 19 Mei 2022 20:22

Kodim 0902/BRU Salurkan BLT Migor

TANJUNG REDEB - Sebagaimana instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,…

Kamis, 19 Mei 2022 20:21

Rumah Restorative Justice Diresmikan

TANJUNG REDEB - Sembilan Kejaksaan Negeri kabupaten/kota di Kalimantan Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers