TANJUNG REDEB – AlokasiDana Desa (ADD) untuk Kabupaten Berau tahun ini turun. Namun, tidak dengan Alokasi Dana Kampung (ADK) yang malah mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.
Pada tahun 2021, ADD yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 122 miliar, sementara pada tahun ini hanya sebesar Rp 87 miliar. Di sisi lain, ADK yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, mengalami peningkatan sebesar Rp 25 miliar di bandingkan tahun lalu, menjadi Rp 140 miliar pada tahun 2022 ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Ilyas Nasir mengatakan, tak mengetahui secara pasti penyebab, turunnya ADD pada tahun ini. Hanya saja, ia memperkirakan karena data kemiskinan di Bumi Batiwakkal- sebutan Kabupaten Berau yang menurun.
“Mungkin karena angka kemiskinan kita berkurang, jadi Pemerintah Pusat melakukan penurunan tersebut,” ujar Ilyas Nasir beberapa waktu lalu.
Menurut mantan Kepala Dinas Pangan itu, kondisi ini tidak hanya terjadi di Berau. Melainkan juga dialami banyak kabupaten/kota di Indonesia.“Yang jelas banyak yang turun, tetapi ADK dari pemkab naik,” lanjutnya.
Dirinya meminta aparat kampung dapat melakukan penyusunan rencana penggunaan baik ADK maupun ADD dengan sebaik mungkin. Hal ini bertujuan supaya menghindari penyelewengan penggunaan uang rakyat tersebut.
“Buatlah rencana yang bagus, misalnya Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar disesuaikan dengan kebutuhannya. Jangan dilebih-lebihkan," terang Ilyas.
"Jangan juga mencari cara agar bisa menyelipkan untuk kebutuhan pribadi. Itu untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kebutuhan pribadi,” sambungnya.
Penggunaan ADD dan ADK diharapkannya dapat dimanfaatkan dengan baik. Pasalnya, jika sepersenpun terjadi penyelewenangan, maka akan berhadapan dengan hukum. “Bila tidak bisa diketahui oleh manusia, maka Tuhan yang akan mengetahuinya,” tuturnya.
Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Berau, Falentinus Keo Meo menyebut, penurunan ADD di tahun 2022 ini, dikarenakan pendapatan asli daerah (PAD) Berau yang turun. Karena jika pendapatan daerah meningkat, maka akan berpengaruh pada peningkatan ADD tersebut. “Hitungannya sudah ada. Sistem sudah ada ukuran rumus persentasinya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, PAD Berau mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, Politikus Demokrat ini meminta agar terus meningkatkan semangat membangun dari kampung. Serta harus mendapat pendampingan dari pemerintah daerah.
“Bagaimana mau membangun dari kampung tetapi tidak di-support dengan anggaran yang cukup. Jangan hanya slogan saja,” tegasnya.
Menurutnya, salah satu cara agar kampung dapat meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK)-nya dengan memaksimalkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang ada di kampung. “Tapi ingat, Bumdes tersebut juga harus berjalan dengan sehat,” tutupnya.(aky/arp)