MANAGED BY:
KAMIS
07 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 21 Februari 2022 19:46
Diperlihatkan Cuplikan Video Bupati Berau, Mantan Bupati Bilang : Jangan Menyalahkan Orang Terdahulu

Makmur: Kewajiban Pemimpin Memang Melayani Masyarakat

Makmur HAPK

TANJUNG REDEB – Cuplikan video saat bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan sambutan dalam pelaksanaan musrenbang di Teluk Bayur, disesalkan mantan bupati Berau Makmur HAPK . Sebab, Makmur yang menerima kiriman video bupati yang menyatakan ‘pelayanan air bersih dari Perumda Air Minum Batiwakkal saat ini jauh lebih maksimal dibandingkan yang dulu’, menganggap bupati telah membanding-bandingkan dan secara tidak langsung menilai pelayanan air bersih bagi masyarakat sebelumnya, tidak baik.

“Ini saya ingatkan, jangan selalu menyalahkan orang terdahulu. Nggak boleh,” kata Makmur kepada Berau Post, Sabtu (19/2) malam. Walau tidak secara langsung menuding kepemimpinan bupati terdahulu tidak lebih baik dibanding sekarang, Makmur tetap merasa risih mendengar cuplikan video yang disampaikan bupati saat musrenbang di Teluk Bayur. “Saya sebagai mantan kepala daerah yang masih hidup, nggak enak dengar itu,” katanya.

Dijelaskan Makmur yang juga mantan bupati Berau ini, seorang pemimpin tidak boleh menyalahkan siapapun pendahulunya. Baik itu sebagai pemimpin daerah, instansi, maupun perusahaan daerah. Sebab, tanpa pemimpin terdahulu, belum tentu apa yang dikerjakan saat ini bisa berjalan dengan baik. “Siapa yang meletakkan dasar-dasar pembangunan (di Berau) ini? Itu pemimpin-pemimpin terdahulu,” katanya.

Sehingga, sejak di masa kepemimpinannya, Makmur menganggap beban pekerjaan untuk melayani masyarakat sudah lebih mudah. “Karena dasar-dasarnya sudah diletakkan pemimpin kita dulu,” ungkapnya.

Makmur menyebut, pembangunan di Bumi Batiwakkal sudah dimulai sejak kepala daerah dipimpin oleh Sultan, dilanjutkan HRM Ayoeb, kemudian Yunuzal Yunus, berlanjut ke Letkol Jayadi, mantan Dandim Berau, berlanjut ke H Masdar John, HM Armyns, H Arifin Saidi, hingga H Masdjuni. Termasuk pembangunan di sektor air bersih. Bahkan di masa kepemimpinannya bersama Ahmad Rivai, Makmur mengaku tinggal melanjutkan dan mengembangkan dasar-dasar yang telah dicanangkan para pendahulunya.

“Harapan saya, janganlah seorang pemimpin membuat pencitraan diri, tapi menyalahkan orang lain,” katanya. Ditegaskannya, seorang pemimpin yang dipilih rakyat, justru mengemban amanah berat dari masyarakat. Sehingga apapun yang dilakukannya bukanlah sebuah keistimewaan, tapi sebuah kewajiban. “Karena memang kewajiban pemimpin itu melayani masyarakat,” terangnya.

Terkait pelayanan air bersih saat ini, Makmur menilai sangat wajar jika pelayanannya ditingkatkan dan jangkauannya sudah lebih banyak dibanding sebelumnya. Sebab saat ini, infrastruktur pelayanan air bersih di Bumi Batiwakkal, sudah jauh lebih memadai, setelah gencarnya pelaksanaan pembangunan jaringan pipa yang dilaksanakan sejak beberapa tahun silam.

Sedikit mengenang, Makmur menceritakan begaiman upaya pemimpin-pemimpin terdahulu membangun PDAM Tirta Segah, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dimulai dengan memindahkan kantor dan instalasi pengolahan air (IPA) utama PDAM dari Jalan Gunung Maritam ke kantor Perumda Air Minum Batiwakkal saat ini di Jalan Raja Alam. “Itu yang membebaskan lahannya Pak Masdjuni,” katanya.

Setelah lahan dibebaskan, di masa kepemimpinannya barulah dimulai kegiatan pembangunan, untuk membuat kantor PDAM yang lebih representatif, dengan kapasitas IPA yang lebih besar. “Itu semua karena rakyat juga yang berperan, kita didorong untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” terangnya.

Selain membangun kantor yang representatif, pembenahan juga dilakukan dari sisi manajemen dan pencatatan aset PDAM.

“Mengapa diletakkan di Kilometer 5 (Jalan Raja Alam, red), supaya kontribusi air seimbang antara Gunung Tabur, Teluk Bayur, Tanjung, sampai ke Sambaliung,” terangnya.

Pembangunan PDAM terus dilanjutkan. Dengan membangun jaringan pipa induk hingga jaringan ke rumah-rumah masyarakat. “Jadi setelah itu pasti enak, siapapun yang memimpin PDAM. Apalagi sekarang juga ditunjang dengan pendanaan yang cukup,” ungkapnya.

Untuk itu, Makmur kembali mengingatkan, baik kepada bupati Berau maupun kepada Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, agar tidak lagi melakukan klaim-klaim soal pelayanan kepada masyarakat, karena hal itu memang sebuah kewajiban. “Direktur itu digaji untuk memberikan pelayanan. Jadi apapun yang Anda lakukan untuk masyarakat, itu memang kewajiban Anda, bukan hal yang istimewa. Jangan dimanfaatkan untuk pencitraan. Saya terus terang saja, saya kecewa,” ujar Makmur.

Bukan sekadar sebuah kewajiban, dalam agama, lanjut Makmur, juga tidak dianjurkan untuk membanding-bandingkan seseorang, apalagi menjelek-jelekkannya. “Dua direktur PDAM sebelumnya sudah almarhum semua. Kalau kita paham agama, harusnya mendoakan orang yang sudah meninggal. Malah dalam agama, kalaupun apa yang kita sampaikan benar, namun itu menjelekkan seseorang, kita dilarang untuk mengumbarnya. Makanya, harusnya kita mendoakannya,” pungkas Makmur.

BUPATI ‘ISTIMEWAKAN’ PERUMDA

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau Wendy Lie Jaya, menganggap apa yang disampaikan bupati sangat berlebihan. Sebab dari pengamatannya, bupati selama ini seolah mengistimewakan Perumda Air Minum Batiwakkal saja. Padahal di Berau ada perusahaan daerah maupun konsorsium dengan Pemkab Berau sebagai pemegang sahamnya, yang seharusnya disejajarkan dengan Perumda Air Minum Batiwakkal. “Karena selama ini yang selalu disebut-sebut bupati (saat pelaksanaan musrenbang maupun di forum-forum lain, red) hanya PDAM. IPB (Indo Pusaka Berau, pengelola PLTU Lati, red) mana, HSLL (Hutan Sanggam Labanan Lestari) mana. Padahal semuanya berkontribusi untuk daerah,” katanya.

Dijelaskannya, keberadaan IPB juga tak kalah penting dibandingkan Perumda Air Minum Batiwakkal. Sebab IPB juga berperan dalam penyediaan kebutuhan dasar masyarakat Berau, yakni soal kelistrikan. “Bayangkan kalau listrik (PLN) di Berau selama ini tidak didukung IPB, kita akan merasakan biarpet setiap hari,” katanya.

Dijelaskan Wendy, pihaknya bukan melihat peran perusahaan daerah mana yang lebih penting, karena semua memiliki peran vital di bidangnya masing-masing. “Tapi selama ini, kenapa hanya PDAM yang disanjung-sanjung bupati. Padahal dari hasil pansus dan sesuai laporan BPKP, kinerja PDAM di 2019-2020 menurun,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Wendy, jika berbicara tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, tidak perlu tampil di publik untuk menyampaikan hasil pelayanan. Karena seorang direktur hanya bertanggung jawab kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni bupati Berau. “Jadi apa yang dikerjakannya itu cukup disampaikan ke KPM saja. Sementara KPM adalah bupati yang merupakan representasi dari pelayan masyarakat,” jelas Wendy.

Sebelumnya, saat musrenbang di Kecamatan Teluk Bayur, bupati Berau Sri Juniarsih, menyampaikan kepada peserta musrenbang bahwa pelayanan air bersih di Bumi Batiwakkal sudah jauh lebih baik dibanding terdahulu. “Jadi artinya selama ini, aliran air ke tempat-tempat bapak ibu semua, sekarang ini jauh lebih maksimal pelayanannya dibandingkan yang dulu,” ujar bupati saat musrenbang. (udi)


BACA JUGA

Kamis, 07 Juli 2022 20:40

Perjelas Progres Rumah Sakit

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau terus memproses tahapan pembangunan…

Kamis, 07 Juli 2022 12:58

Pastikan Status Lahan sebelum Menggarap

TANJUNG REDEB - Beberapa persoalan kehutanan telah membuat beberapa orang…

Rabu, 06 Juli 2022 20:54

Penyusunan FS Dianggap Panik, Pembangunan RS Baru Jangan Dipaksakan

TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan rumah sakit (RS) baru, sejalan…

Selasa, 05 Juli 2022 20:29

Bupati Diminta Tegas Selesaikan Persoalan di Kampung Pilanjau

TANJUNG REDEB - Dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kepala Kampung Pilanjau,…

Selasa, 05 Juli 2022 15:24

Pengusaha Berharap Kejelasan 

TANJUNG REDEB – Rencana aksi yang akan digelar Himpunan Mahasiswa…

Selasa, 05 Juli 2022 15:14

Pengembangan RSUD Lebih Mendesak

TANJUNG REDEB – Di tengah rencana Pemkab Berau membangun rumah…

Selasa, 05 Juli 2022 15:06

Jangan Sekali-kali Garap Lahan KBK

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Sri Juniarsih kembali mengingatkan masyarakat…

Sabtu, 02 Juli 2022 20:39

Meninggal di Tumpukan Batu Bara

TANJUNG REDEB – Salah satu pekerja di Pembangkit Listrik Tenaga…

Sabtu, 02 Juli 2022 20:35

Ingatkan Pemerintah Perhatikan WBP

TANJUNG REDEB – Ribuan masyarakat mengikuti Doa Bersama Lintas Agama…

Jumat, 01 Juli 2022 20:44

BEKIPAS LAGI...!! ASN di Berau Sudah Terima Gaji Ke-13, Habiskan Rp 4,4 Miliar

TANJUNG REDEB - Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjung…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers