MANAGED BY:
MINGGU
02 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 02 Maret 2022 20:46
Peta Politik Kaltim Bisa Berubah

Polemik Makmur vs Golkar

Makmur HAPK

JALAN Golkar menempatkan Hasanuddin Mas`ud untuk duduk menjadi ketua DPRD Kaltim hingga 2024 berpeluang nihil tanpa hasil. Perlawanan Makmur HAPK yang mengadang pergantian kian tak terbendung dengan segudang langkah hukum yang tersimpan di sakunya.

Makmur digadang bakal langgeng duduk di singgasana ketua dewan dan membuat Hasanuddin Mas`ud gigit jari mencicipi empuknya kursi pimpinan legislator Benua Etam. Langkah hukum yang terus digulirkan Makmur menjadi langkah cerdas menurut Budiman, pengamat politik asal Universitas Mulawarman.

“Enggak salah itu kan hak dia (Makmur). Bermain jalur hukum di sini jadi jalan strategis yang paling brilian untuk dilakukan,” ucapnya. 

Mengkritik etika politik yang dilakukan Makmur dengan bermain jalur hukum, dianggapnya sangat tak tepat sasaran. Sejak awal munculnya pergantian, medio Juni 2021, tak pernah ada kisruh tentang pelanggaran etika yang dilakukan Makmur namun tiba-tiba muncul pergantian antar waktu ketua DPRD Kaltim periode 2019-2024.

Karena itu, menurut Budiman, ketika berbicara etika politik dalam kasus ini justru akan menghantam wajah Golkar sendiri. “Publik sudah bisa menilai kok. Yang tidak beretika siapa? Yang mengganti atau yang diganti,” lanjutnya. 

Apa yang terjadi di kasus pergantian ketua DPRD Kaltim ini serupa kasus Fahri Hamzah di DPR RI. Kala itu, Fahri jelas dipecat dari PKS namun berkat perlawanan panjangnya, dia nyaman duduk sebagai wakil ketua DPR RI hingga masa jabatannya habis.

Perlawanan awal Makmur di internal partai lewat mahkamah partai jelas bisa diterka hasilnya. Namun, hal itu justru jadi titik awal Makmur bisa menari bebas mengendalikan jalur hukum sebagai panggung perlawanannya. Ditambah, perlawanan ini tak hanya berada di peradilan umum. Bisa pula lewat kanal peradilan tata usaha negara. Jika terus dibiarkan, Golkar dipastikan akan terus merugi. 

“Saat ini sudah masuk tahap pencalegan. Jika tak dibenahi sekarang, dampak luar biasa diterima Golkar di pemilu 2024,” katanya.

Terlebih, lawan Golkar dalam perotasian ketua DPRD Kaltim tak hanya Makmur dan berbagai macam perlawanannya. Budiman menyebut, Gubernur Kaltim Isran Noor bisa jadi lawan berat mengadang pergantian tersebut. Mengingat usul pergantian ke Kemendagri harus melalui gubernur. 

“Asumsikan saja, misal, semua perlawanan Makmur selesai hingga ke MA (Mahkamah Agung). Golkar bisa memproses pergantian itu, kalau Isran molor memprosesnya kan bisa saja. Terlebih Isran sendiri sudah menunjukkan gelagat ingin Makmur saja yang ketua dewan,” ulasnya.

Tak ada hal positif yang bisa didapat Golkar dari pergantian tersebut dan menurut Budiman, islah jadi satu-satunya opsi agar elektabilitas beringin tak terus tergerus. Golkar sudah banyak menerima kesan buruk yang melekat sejak dipimpin Rudi Mas`ud. Dari partai keluarga, partai zalim ke kader, hingga masalah tertangkap tangannya Abdul Gafur Mas`ud oleh KPK. 

Untuk yang terakhir, memang tak beririsan langsung dengan Golkar, namun bersinggungan dengan keluarga Mas`ud yang menempati posisi strategis di beringin. Golkar memang punya peluang mencoret Makmur dari daftar kandidat yang bakal maju dalam pemilu selanjutnya karena langkahnya yang menolak diganti.

Tapi jika itu terjadi, justru membawa berkah bagi partai lain yang siap menampungnya. Makmur yang notabene lahir dan besar di Golkar terhitung kader yang loyal dan teramat potensial untuk menjadi lumbung suara. 

“Jangan lupa, setiap politikus gaek pasti punya gerbong. Figur bergeser gerbong pun ikut bergeser. Kalau saya jadi Makmur, jelas saya akan terus berproses hukum. Ini bentuk perjuangkan hak sih dan bisa berujung habis di 2024,” nilainya.

Diwawancarai pekan lalu, Andi Asran Siri, kuasa hukum Makmur mengaku pihaknya tetap kekeh dengan pendapat mereka ihwal kelayakan Hasanuddin Mas`ud ditunjuk Golkar menggantikan Makmur HAPK. “Untuk rekam jejak saja, jelas lebih unggul Pak Makmur. Di dunia politik pun Pak Makmur lebih gaek dan lama berkecimpung di sini,” ungkapnya.

Karena itu, ketika mediasi kedua digelar Pengadilan Negeri Samarinda pada 15 Februari 2022, pihaknya tetap menekankan soal AD/ART dan Keputusan Rapimnas Golkar dalam perotasian alat kelengkapan dewan di DPRD. Ditambah proses perombakan itu tak pernah melibatkan Makmur HAPK yang hingga kini masih menjabat sebagai ketua harian DPD Golkar Kaltim.

Keinginan Makmur jelas, sambung dia, bertahan sebagai wakil rakyat yang mewakili konstituen yang telah memilihnya. “Makanya kami kekeh. Pak Makmur harus tetap di posisi yang ada saat ini,” lanjutnya. 

Sementara empat pihak yang digugat dalam perkara ini, DPP Golkar, DPD Golkar Kaltim, Fraksi Golkar di DPRD Kaltim, dan Hasanuddin Mas`ud tetap berpedoman jika pergantian itu sesuai mekanisme internal di partai beringin. Perwakilan tim hukum Golkar Lasila menjelaskan bahwa beringin jelas merujuk pada aturan internal. Jika ada perbedaan penerapan aturan, kata dia, tak mungkin sengketa internal ke Mahkamah Partai Golkar yang dilayangkan Makmur HAPK ditolak.

Dalam Putusan Mahkamah Golkar bernomor 39/PI-Golkar/VIII/2021 tertanggal 13 Oktober 2021, mekanisme dan tahapan pergantian alat kelengkapan dewan milik Golkar di DPRD Kaltim telah sesuai aturan internal. 

“Dari usulan awal yang diajukan fraksi dan diplenokan DPD Golkar Kaltim dan diusulkan ke DPP. Semua sudah sesuai,” katanya. 

Terlebih, gugatan yang nyaris serupa seperti yang diajukan saat ini sudah pernah bergulir di PN Samarinda dengan putusan yang diberikan PN jika sengketa tersebut cacat formil atau atau Niet Ontvankelijke verklaard (NO). “Kami masih yakin sesuai aturan. kita tunggu saja pembuktiannya di persidangan nanti,” ucapnya.(kpg/arp)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Oktober 2022 14:08

Gandeng Swasta Benahi Taman

TANJUNG REDEB - Banyaknya fasilitas taman di Berau yang rusak,…

Sabtu, 01 Oktober 2022 14:00

Berdampak pada Kunjungan Wisatawan

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih mengakui mahalnya harga…

Sabtu, 01 Oktober 2022 13:56

Alokasikan Anggaran Rp 31 M

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Gamalis, turut menyoroti kerusakan…

Sabtu, 01 Oktober 2022 13:52

La Nina Diprediksi hingga Akhir 2022

  TANJUNG REDEB – Kepala Badan Meteorologi, Kimatologi dan Geofisika…

Jumat, 30 September 2022 11:18

Segera Tetapkan HET LPG

TANJUNG REDEB – Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PSO di…

Jumat, 30 September 2022 11:15

Jembatan Talisayan Bakal Ditututp Total

TANJUNG REDEB – Perbaikan Jembatan Talisayan tengah dikerjakan. Guna menjamin…

Kamis, 29 September 2022 10:59

Lelang Ditarget November

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…

Kamis, 29 September 2022 10:56

11 Nelayan Malaysia Dipulangkan

TANJUNG REDEB – Sebanyak 11 nelayan asal Pulau Bangau-Bangau dan…

Rabu, 28 September 2022 14:00

“Kalau Tidak Sanggup, Mundur Saja”

TANJUNG REDEB - DPRD Berau kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat…

Rabu, 28 September 2022 13:49

Pemberantasan Minol Jadi Atensi

TANJUNG REDEB - Kejaksaan Negeri Berau kembali memusnahkan barang bukti…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers