MANAGED BY:
RABU
07 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 14 Maret 2022 20:02
IKN, Mau Jadi Kota Apa?
Agus Tantomo

IKN sudah masuk tahap baru. Tahap pembangunan. Setelah sebelumnya melewati tahapan-tahapan ‘tetek-bengek’; mulai penyusunan undang-undang, penetapan lokasi, nama, sampai jabatan kepala dan wakil kepala badan otorita. Sekarang sudah waktunya fokus pada pembangunannya.

Mendiskusikan, apalagi menyoal semua ‘tetek-bengek’ itu, hanya akan – meminjam istilah Gubernur Kaltim Isran Noor – menghabiskan baterai, sekaligus menurunkan level kita menjadi selevel Edi Mulyadi.

Baik. Pembangunan IKN akan segera dimulai. Paling cepat ibu kota bernama Nusantara itu baru akan kelihatan cikal bakal kotanya, dua tahun dari sekarang. Dan baru akan terasa sebagai benar-benar kota, minimal 10 tahun atau belasan tahun kemudian.

Yang saya maksud benar-benar kota adalah kota dengan fasilitas lengkap. Bukan kota yang ketika ada warganya membutuhkan sesuatu, masih harus pergi ke kota lain.

Kita semua berharap, kita berumur panjang dan sehat, sehingga bisa melihat sekaligus menikmati secara langsung IKN Nusantara, kota dunia untuk semua.

Walaupun pembangunannya akan segera dimulai, bagaimana IKN ini nanti jadinya, masih sulit dibayangkan. Referensi yang menggambarkan bentuk dan rupa kota seperti apa IKN itu kelak masih kurang. Gambaran fisik secara visual sudah terpublikasi. Tapi belum cukup detail.

Dalam salah satu kesempatan, Presiden Jokowi pernah menggambarkan bahwa IKN nanti akan menjadi green city, kota hijau. Beliau juga pernah menggambarkan bahwa IKN akan menjadi ten minutes city. Ke mana-mana, selama masih di kota itu, jarak tempuhnya paling lama 10 menit saja. Mungkin beliau ingin menggambarkan di IKN nanti sudah tidak pakai macet. Apalagi yang jadi kepala badan otorita ahli transportasi.

Saya coba berhitung. Apa mungkin di IKN nanti jarak tempuh paling lama cuma 10 menit? Dengan luas kawasan inti 56.180 hektare, dan asumsi kota ini akan dibangun dengan pola linear grid, maka jarak paling jauh tidak akan lebih dari 30 kilometer. Kalau ingin menempuh 30 kilometer dalam waktu hanya 10 menit maka diperlukan kecepatan rata-rata 180 km/jam. Tidak sulit.

Sebagai gambaran, kecepatan rata-rata kereta api di Indonesia 120 km/jam. Kereta api cepat di dunia sudah ada yang mencapai 420 km/jam. Kecepatan rata-rata monorail 250-300 km/jam. Karena IKN Nusantara diproyeksikan sebagai kota dunia untuk semua, maka tentu standarnya harus standar dunia, termasuk kecepatan alat transportasinya. 

Menjadi jelas bagi kita bahwa IKN bukan hanya akan menjadi kota yang sangat modern sekaligus ramah lingkungan, tetapi yang paling penting adalah kota yang layak dihuni (livable city) yang mengedepankan kualitas hidup penghuninya. Sesuatu yang selama ini belum bisa Indonesia miliki.

Perlu menjadikan kota-kota di dunia yang selama ini dianggap sangat layak huni untuk dijadikan target atau standar yang ingin dicapai. Atau bahkan dikalahkan. Survei kota layak huni selama ini menggunakan indikator polusi, tingkat keamanan, fasilitas transportasi, kesehatan, cuaca dan indikator standar lainnya. Dua tahun belakangan ada indikator baru: penanganan Covid-19.

Survei terakhir, yang jadi jawara livable city adalah Auckland, kota di Selandia Baru. Saya belum pernah ke sana. Tapi ada satu kota yang menjadi langganan masuk dalam jajaran kota paling layak huni di dunia, yakni Melbourne, Australia. Bahkan yang paling sering menjadi jawara.

Kota di sebelah tenggara daratan Australia tersebut selalu mendapat nilai bagus untuk semua indikator. Kecuali indikator cuaca, mengingat suhunya yang sangat fluktuatif. Saya pernah tinggal di kota ini, empat setengah tahun, untuk menyelesaikan pendidikan. Tapi itu sudah hampir 30 tahun lalu. Uniknya, kondisi Melbourne waktu itu sudah lebih modern dibandingkan dengan kondisi kita sekarang.

Di Melbourne, semua air yang keluar dari keran air di rumah-rumah penduduk bisa langsung diminum. Tabung gas tidak ada, karena seperti halnya listrik yang disalurkan melalui kabel, ada saluran pipa jaringan gas (jargas) ke rumah-rumah. Kalau ada kebakaran, mobil pemadam datang hanya membawa mesin semprotan. Tidak bawa air. Air keluar dari hidran yang wajib disiapkan pemilik rumah atau bangunan.

Di Australia sudah ada namanya building code. Aturan bangunan. Kebetulan waktu kuliah S2 itu, salah satu mata kuliah yang saya ambil adalah Building 1 dan Building 2. Ada satu profesi yang ada di Australia yang setahu saya belum populer di Indonesia, yakni quantity surveyor. Profesi ini tugas utamanya memeriksa tahapan bangunan. Pemberian izin bangunan per tahap. Tidak sekaligus seperti IMB. Sehingga semua bangunan yang berdiri di kota ini dipastikan telah memenuhi standar aturan yang ditetapkan.

Betapa modernnya kota-kota di luar negeri dan betapa tertinggalnya kota-kota di Indonesia itu sudah jelas. Tapi melalui IKN, semua bisa kita kejar. Membangun kota baru di ruang kosong jauh lebih mudah daripada memperbaiki kota yang sudah terlanjur tumbuh dengan beragam masalah dan dinamikanya.

Kita berharap kelak di IKN selain tidak melihat kemacetan, tidak melihat asap knalpot kendaraan (electric vehicle), kita juga tidak lagi menemukan tiang listrik dengan kabel-kabel semrawut di pinggir jalan. Warga di ibu kota baru hanya akan melihat dan merasakan kenyamanan dan keindahan, yang segera menular ke kota-kota lain di sekitar yang menjadi penyangga kawasan, dan selanjutnya menjadi role model pembangunan kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Pada akhirnya kita bisa dengan bangga mengatakan, inilah sumbangan Kaltim untuk dunia. (*/udi)

*) Mantan Bupati Berau, pernah menempuh pendidikan perencanaan kota dan wilayah.


BACA JUGA

Kamis, 08 Desember 2022 01:49

‘Perang’ Dimulai

SEBENTAR lagi, kita akan menyaksikan sebuah pertunjukan. ‘Perang’ antara dua…

Selasa, 06 Desember 2022 01:27

Nasi Padang

ANTIKLIMAKS, itu yang terjadi pada hari Minggu (4/12) di stadion…

Senin, 05 Desember 2022 12:12

Sampah Malaysia

DATANG lagi. Begitu kalimat singkat yang dikirimkan teman saya dari…

Sabtu, 03 Desember 2022 10:44

Desa Juara Nasional

BERDASARKAN Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan Peraturan Pemerintah…

Kamis, 01 Desember 2022 09:51

Rambut Putih

RAMBUT putih sedang naik daun. Ini karena Presiden Jokowi yang…

Rabu, 30 November 2022 14:44

Mi Pangsit

HITUNG, berapa banyak atlet yang berkumpul selama berlangsungnya porprov. Dan…

Selasa, 29 November 2022 12:44

Sarang Burung

PEROLEHAN medali di arena porprov, tidak terlalu menarik bagi warga…

Senin, 28 November 2022 13:46

Desember Awal

TIGA hari setelah hari ini Senin (28/11), diputuskan Jembatan Sambaliung…

Sabtu, 26 November 2022 15:04

Kesiapan Pelaksanaan Porprov

TAK terasa, pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim 2022…

Jumat, 25 November 2022 14:12

Melawan Jin

NAMANYA Bagong. Perantau asal Makassar. Sehari-hari berjualan sayur di Pasar…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers