MANAGED BY:
JUMAT
08 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 29 April 2022 16:41
Komoditi Sawit jadi Primadona
Ilustrasi

TANJUNG REDEB – Sawit saat ini menjadi primadona di Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau. Bahkan komoditi ini mampu menggeser lada dan kedelai. Menurut data dari Dinas Perkebunan Berau, mayoritas para pekebun, beralih menanam sawit.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, Lita Handini yang dikonfirmasi pada Kamis (28/4) mengatakan, pergeseran komoditi perkebunan saat ini telah terjadi. Ia mencontohkan, di Kampung Merancang Ilir yang dahulu mayoritas masyarakat bergantung tanaman lada, kini perlahan kebun warga ditanami kelapa sawit. “Warga seperti itu, mana yang lebih menguntungkan, ya itu yang ditanam,” jelasnya.

Namun, dirinya mengingatkan kepada pekebun, bahwa harga Tandan Buah Segar (TBS) tidak pasti dan gampang naik turun. Saat ini harga sedang bagus, tetapi pihaknya tidak bisa menjamin harga yang saat ini berlaku akan terus seperti itu. “Sempat pada beberapa tahun lalu harga TBS itu anjlok sampai Rp 600 per kilogram,” ucapnya.

Untuk menurunkan risiko tersebut, pihaknya berupaya menggalakkan upaya kemitraan jangka panjang antara pekebun, koperasi dengan pabrik. Jadi  berdasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian tTandan Buah Segar, kelapa sawit produksi pekebun itu kan diarahkan bermitra sepanjang 10 tahun. Menurutnya, program kemitraan lebih menguntungkan kedua belah pihak. Sebab, pabrik punya keberlangsungan pasokan bahan karena telah bekerja sama dengan petani dan petani tidak repot harus mencari pembeli.

“Semisal sudah ditetapkan 1.000 hektare, maka itu yang akan masuk ke perusahaan,” tegasnya.

Dirinya juga meminta ketegasan dari pabrik kelapa sawit harus berani menjamin TBS dengan harga yang layak, jangan dimainkan harganya. Dalam perjanjian diterangkan perusahaan wajib membeli TBS dengan mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah. Menurutnya, kegelisahan pekebun akan harga TBS muncul karena tidak ada komitmen, sehingga kemungkinan harga dimainkan tengkulak itu ada.

“Ini yang sedang kami sosialisasikan, ini untuk kepentingan petani, buka kemitraan. Harapannya petani ini kan setiap tahun semakin sejahtera,” pungkasnya. (hmd/har)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juli 2022 20:31

Pasokan Gas Melon Dijamin Aman

TANJUNG REDEB – Distribusi elpiji 3 Kilogram (Kg) dipastikan aman…

Senin, 27 Juni 2022 20:53

Aturan Beli Migor Curah Dianggap Susahkan Pelaku UMKM

TANJUNG REDEB – Pemerintah Pusat tengah berencana menerapkan aturan pembelian…

Sabtu, 25 Juni 2022 20:48

Jelang Perayaan Iduladha, Harga Sejumlah Bumbu Dapur Naik

TANJUNG REDEB – Sejumlah kebutuhan dapur di Pasar Sanggam Adji…

Sabtu, 25 Juni 2022 20:37

14 Ton Migor Curah Meluncur ke Berau

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Gamalis bersama Kepala Dinas…

Jumat, 24 Juni 2022 20:31

Jelang Hari Raya Iduladha, Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Aman

TANJUNG REDEB – Jelang Hari Raya Iduladha, Wakil Bupati Berau,…

Selasa, 21 Juni 2022 20:24

Harga TBS Kembali Merosot

TANJUNG REDEB – Harga tandan buah segar (TBS) sawit bulan…

Kamis, 02 Juni 2022 20:41

Diskoperindag Jani Tinjau Pasar

TANJUNG REDEB – Sejak Idulfitri sampai saat ini harga kebutuhan…

Kamis, 02 Juni 2022 11:08

Dinas Perkebunan Harus Tegas

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Suharno,…

Selasa, 31 Mei 2022 21:36

Di Sini, Harga Kebutuhan Dapur Kompak Naik

TANJUNG REDEB – Saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok dan…

Selasa, 31 Mei 2022 21:35

Pemkab Berau Canangkan Industri Hilir Sawit

BUMI Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau- merupakan salah satu daerah penghasil…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers