MANAGED BY:
RABU
07 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Rabu, 22 Juni 2022 20:20
Pemkab Diminta Seriusi Pembangunan RS
RAKER: Jajaran Komisi III DPRD Berau saat menggelar rapat kerja dengan DPUPR Berau, terkait lambatnya progres pembangunan RS, kemarin (21/6). Setelah membahas soal RS, Komisi III juga mendengarkan renja yang telah disusun DPUPR.

TANJUNG REDEB - Jajaran legislatif cukup kecewa dengan kinerja Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya soal progres RSUD yang dinilai dianggap ‘jalan di tempat’.

Hal itu disampaikan jajaran Komisi III DPRD Berau saat menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, kemarin (21/6).

Atas hal ini pun disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Berau, M Ichsan Rapi, Pemkab Berau melalui DPUPR diminta untuk segera melakukan Penentukan Lokasi (Penlok) rumah sakit tipe B itu diselesaikan dengan cepat, sehingga tidak stagnan.

"Itu karena lokasinya belum ada ditetapkan. Seharusnya jangan juga menyebut ada lokasi kalaupun masih rencana, tapi belum ada Penlok dan kajian yang resmi terlebih dahulu, yang sudah ditetapkan bahwa lokasi itu memang sudah layak untuk rumah sakit. Tanahnya itu harus clean dan clear. Artinya tidak ada masalah lagi," ujar saat ditemui usai rapat.

DPUPR diingatkannya jangan hanya sekadar menunggu anggaran yang diturunkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) semata. Karena mereka juga bagian dari tim. Sehingga diharapkan, DPUPR juga dapat mendorong supaya cepat turun anggarannya dan kajiannya. Bahwa memang lokasi tersebut layak dibangun rumah sakit.

"Jangan sampai di belakang hari, kita sudah anggarkan, kita sudah mulai, sudah ada pemenang lelangnya. Sementara lokasi pembangunan itu tidak layak," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Daeng Iccang itu pun menilai belum ada progres yang berjalan untuk pembangunan rumah sakit tersebut. Bahkan disebutnya sudah hampir 9 bulan tidak ada progres. Padahal sudah mau memasuki anggaran 2023 dan ABT 2022.

"Kalau belum ada progres, bisa jadi uang nggak terpakai lagi. Padahal uangnya sudah dikasih," katanya.

"Jadi kita minta Pemkab gerak cepat, mengingat waktu terus berjalan. Meski prosesnya ini tetap berjalan," lanjutnya.

Melihat kinerja yang ada kini pun, dia mengaku pesimistis pembangunan rumah sakit bisa terbangun tahun ini. Apalagi selama ini rencana lokasi selalu berpindah-pindah. Sejak 2013, sempat di Raja Alam kembali lagi ke Inhutani.

"Kan sayang juga dianggarkan baru nggak dipakai. Mending dimanfaatkan untuk yang lain. Padahal itu sudah dimulai dari anggaran belanja tambahan (ABT) tahun 2021," katanya.

Sementara Wakil Komisi III DPRD Berau, Abdul Waris, menyarankan agar progresnya bisa berjalan dan bisa segera dilelang, pemerintah memutuskan lebih dulu lahan 5 hektare yang akan digunakan. Karena kalau di atas 5 hektare itu Penloknya dilakukan oleh pemprov.

"Dan Rp 300 miliar ini, dengan lahan 5 hektare dulu cukup sudah. Tapi apapun itu mau berapa hektare harus tetap diputuskan Penloknya segera," ucap Waris.

“Pembangunan rumah sakit belum ada progres. Karena belum ada Penlok. Bahkan anggaran tahun ini untuk rumah sakit Rp 20 miliar. Masih mengendap," lanjutnya.

Kendati demikian, pada prinsipnya Komisi III DPRD Berau berharap tahun ini sudah bisa dilelang. Sehingga bisa menambah anggaran tahun depan. Karena menurut Waris, pembangunan rumah sakit ini berpotensi gagal. Seperti tidak serius Pemkab. "Jadi kita harapkan ada keseriusan dari Pemkab Berau. Karena rumah sakit ini juga dianggap penting," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris DPUPR Berau, Ismianto menuturkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan beberapa kelengkapan berkas agar Pemprov dapat mengeluarkan Penlok.

“Kalau dari pembangunan rumah sakit itu memang kebijakan kami (DPUPR, Red.) Tetapi, untuk status lahan dapat menanyakannya ke BPKAD,“ kata Ismianto. (mar/adv/sam)


BACA JUGA

Selasa, 06 Desember 2022 13:13

Tingkatkan Rasa Cinta Tanah Air

SAMARINDA - Semakin majunya perkembangan zaman dengan bertebarnya pemanfaatan teknologi…

Selasa, 06 Desember 2022 13:12

Ingatkan Kewajiban Swasta soal CSR

SAMARINDA - Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono, mengatakan,…

Selasa, 06 Desember 2022 13:08

Pedalaman dan Perbatasan Butuh Air Layak Pakai

SAMARINDA - Masih banyaknya daerah pedalaman dan perbatasan di Kalimantan…

Selasa, 06 Desember 2022 13:06

Kembangkan Potensi Produk Olahan Ikan

SAMARINDA - Melimpahnya hasil tangkapan ikan di Kaltim seharusnya mampu…

Senin, 05 Desember 2022 12:29

Tanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan kepada Masyarakat

SAMARINDA - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur H. Saefuddin Zuhri,…

Senin, 05 Desember 2022 12:25

Manfaatkan Potensi Alam Peningkatan PAD

SAMARINDA - Berbagai potensi alam yang dimiliki Kaltim saat ini…

Senin, 05 Desember 2022 12:23

Jaga Persatuan dan Nilai-Nilai Kebangsaan

SAMARINDA - Wawasan kebangsaan dianggap sangat penting dalam hubungan antarbangsa…

Senin, 05 Desember 2022 12:20

Harus Beri Manfaat Besar

JAKARTA - Peningkatan kualitas sumber daya manusia Kaltim harus menjadi…

Minggu, 04 Desember 2022 12:03

Kaltim Harus Lirik Perkebunan Karet

SAMARINDA - Sejauh ini perkebunan kelapa sawit masih menjadi primadona…

Minggu, 04 Desember 2022 12:00

Minta Pempov Cari Alternatif Sektor Batu Bara

SAMARINDA - Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono, mengatakan,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers