MANAGED BY:
SENIN
15 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 29 Juni 2022 20:33
Peningkatan Jalan Terganjal Status Lahan KBK

Peningkatan Akses Jalan Masuk Kampung Merasa

BELUM ADA PENINGKATAN: Jalan masuk Kampung Merasa masih beralaskan tanah. Sehingga jika hujan terjadi kerap becek dan membahayakan bagi pengendara.

TANJUNG REDEB – Akses jalan masuk ke Kampung Merasa, Kecamatan Kelay banyak dikeluhkan masyarakat setempat karena rusak. Namun, karena statusnya Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK), membuat pemerintah daerah tak bisa berbuat apa-apa. 

Kepala Kampung Merasa, Yafet Tingai menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau seharusnya mendukung pembangunan kampung, khususnya fasilitas yang bersifat vital seperti jalan utama menuju kampung.

“Anggaran kampung kan tidak besar, selain itu kami tidak bisa berbuat banyak karena status lahan,“ jelasnya, Senin (27/6).

Mengingat terdapat banyak objek wisata di Kampung Merasa seperti Goa Mulut Besar, Kolam Batu Bawan, Pulau Orang Utan, Batu Luko, Air Terjun Jenum, Pusat Penyelamatan Satwa, Kuburan Tua Dayak, Puncak Long Sam, dan Pulau Malam Minggu.

"Ini sangat dekat dengan pusat kota Tanjung Redeb. Terlebih pada hari Minggu seluruh lokasi wisata dipenuhi oleh pengunjung, namun sayang akses menuju lokasi wisata tersebut masih terbilang sulit," tuturnya.

Selain menunjang sektor pariwisata, satu-satunya akses darat menuju Kampung Merasa ini juga menopang mobilitas masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari yang didapat dari luar kampung.

"Banyak juga warga kita yang berprofesi sebagai petani kakao, mereka juga harus membawa hasil panen keluar kampung untuk dijual," tandasnya.

Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih menuturkan, akses jalan yang berstatus kewenangan Kabupaten dapat dilakukan peningkatan. Namun, jika terkendala KBK perlu proses yang cukup panjang. “Jalan poros itu 10,9 Kilometer. Sedangkan yang bukan KBK sepanjang 3 Kilometer. Lalu yang belum diaspal 1,4 Kilometer,“ paparnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Berau ini menegaskan, jalan poros yang berstatus KBK akan diupayakan untuk dilakukan perubahan status. Hal itu agar dapat meningkatkan daya tarik wisatawan berkunjung ke Kampung Merasa. Karena jika akses jalan sudah ditingkatkan, maka jumlah kunjungan para wisatawan pun semakin meningkat. Lalu, masyarakat sekitar dapat mandiri secara ekonomi.

“Semoga bisa dibebaskan dan dilakukan pengaspalan. Agar masyarakat dapat merasakan jalanan aspal,“ katanya.

Sementara itu, Madri Pani meminta kepala kampung melakukan pemetaan terhadap lahan Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Hal ini bertujuan untuk mengubah status lahan KBK yang sudah terlanjur ditempati atau digunakan masyarakat.

Menurut Madri Pani, lahan KBK yang ada di Berau sangat luas. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui hal tersebut, sehingga tidak sedikit lahan KBK yang sudah dialihfungsikan. Termasuk jalan tersebut. Agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, bisa melakukan pengaspalan jalan.

“Itukan bisa saja diubah. Ada prosedurnya. Pemkab harus gerak lah. Kasihan masyarakat,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemetaan dan pemasangan patok sebagai penanda, lahan-lahan KBK yang sudah dialihfungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat akan diusulkan Pemkab Berau ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar dapat diubah statusnya dari KBK menjadi KBNK (Kawasan Budidaya Non Kehutanan).

Sejauh ini, lanjut Politikus NasDem tersebut, lahan KBK di Berau mayoritas berada di wilayah Kecamatan Kelay, dan Segah. Di beberapa kecamatan lainnya juga ada lahan berstatus KBK, tapi tidak terlalu luas.

“Saya setuju usulan itu. Memang tidak sedikit lahan KBK di sini (Berau,red.) yang sudah tidak produktif, justru APL banyak yang produktif,” pungkasnya.(hmd/arp)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:27

Bagikan Paket Alat Sekolah untuk 100 Anak Maratua

TANJUNG REDEB - Jelang peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia, Persatuan…

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:24

Pemerintah Segera Salurkan BLT

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akan realisasikan Bantuan…

Jumat, 12 Agustus 2022 20:09

Masyarakat Diminta Jadi 'Cepu'

TELUK BAYUR - Terungkapnya kasus penjualan anak di bawah umur…

Jumat, 12 Agustus 2022 20:07

Perusahaan Sawit Kurang Dilirik Pencaker

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertrans)…

Kamis, 11 Agustus 2022 20:32

Resahkan Warga, Aparat Pasang Perangkap Buaya di Sekitaran Pelabuhan Tanjung Batu

TANJUNG REDEB – Dua ekor buaya berukuran lima meter kerap…

Kamis, 11 Agustus 2022 20:28

Komponen Senilai Rp 28 Juta Tiba

TANJUNG REDEB – Dinas Perhubungan (Dishub) Berau memastikan lampu lalu…

Kamis, 11 Agustus 2022 20:24

Insentif Naik, Kader Diminta Lebih Aktif

TANJUNG REDEB - Para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di…

Kamis, 11 Agustus 2022 20:22

Pendistribusian Bahan Pokok Lancar

TANJUNG REDEB – Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas…

Rabu, 10 Agustus 2022 20:19

Petugas Ini Baru Ada di Lima Kecamatan di Berau

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)…

Rabu, 10 Agustus 2022 20:18

Pulau Derawan Masuk Zona Kuning

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau merilis sebaran Covid-19…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers