MANAGED BY:
SENIN
15 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 07 Juli 2022 20:40
Perjelas Progres Rumah Sakit

Pemkab-Dewan Agendakan Pertemuan Terpisah

EKS INHUTANI: Di lokasi ini rencana rumah sakit baru akan dibangun, walau saat ini tahapan penetapan lokasi masih berproses di provinsi.

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau terus memproses tahapan pembangunan rumah sakit baru yang rencananya dibangun di lahan eks Inhutani. 

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau Ismianto mengatakan, saat ini upaya untuk penyelesaian penetapan lokasi (Penlok) terus berproses. “Hari ini (kemarin, red) sedang dilakukan ekspos di Samarinda soal penlok,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (6/7).

Ismianto menjelaskan, rencananya hari ini akan dilaksanakan ekspos kesiapan pembangunan rumah sakit baru, mulai dari urusan tanahnya hingga kesiapan rencana penlok. Karena luas lahannya mencapai 10 hektare, maka yang mengeluarkan penlok adalah Gubernur Kaltim. 

"Lebih jelasnnya nanti di rapat besok (hari ini, red) bersama bupati di kantor Pemkab. Tunggu hasil rapat saja. Nanti bisa langsung dengan kabid yang terkait untuk menyampaikan hal ini, agar lebih akurat," singkatnya, kemarin (6/7). 

Sementara itu, Komisi III DPRD Berau juga mengundang Kepala DPUPR Berau dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Berau, untuk membahas rencana skema pembayaran pembuatan rumah sakit daerah Kabupaten Berau, pukul 09.00 Wita, hari ini (7/7).

Dikatakan, rapat yang akan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Berau, juga akan membahas kesiapan Pemkab Berau dalam menyelesaikan tahapan demi tahapan rencana pembangunan rumah sakit tersebut. “Semoga Kepala DPUPR dan BPKAD bisa hadir langsung, tidak mengirimkan perwakilan,” ujar salah satu anggota Komisi III.

Sebelumnya, rencana pembangunan rumah sakit baru mendapat dukungan kalangan masyarakat. Termasuk akademisi dari Universitas Muhammadiyah Berau (UMB), Rahmat. 

Dijelaskan Dekan Fakultas Teknik UMB tersebut, pembangunan atau pengembangan rumah sakit merupakan sebuah keniscayaan. Namun jika harus memilih, apakah mendahulukan pengembangan RSUD dr Abdul Rivai atau membangun rumah sakit baru, dirinya menganggap pengembangan RSUD yang lebih memungkinkan. Karena dari analisanya, pengembangan RSUD tinggal memenuhi kekurangan-kekurangan yang dimiliki rumah sakit plat merah tersebut, disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bumi Batiwakkal. “Sementara kalau bangun baru, persoalannya masih sangat kompleks,” katanya ketika berbincang dengan Berau Post di salah satu warung kopi di Tanjung Redeb, Selasa (5/7).

Kompleksnya persoalan yang dihadapi jika ingin membangun rumah sakit baru, dijabarkan Rahmat, karena rencana tersebut dianggap sudah carut-marut sejak kembali diwacanakan. Dijelaskannya, ketika pembangunan rumah sakit kembali direncanakan di kawasan Inhutani, Tanjung Redeb, tidak bisa menghilangkan begitu saja catatan rencana pembangunan rumah sakit di Jalan Raja Alam II, Kelurahan Rinding, yang sempat dibuatkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) tahun 2019 lalu. “Tahun itu (2019), lokasi terpilih, lokasi prioritas 1 di Jalan Raja Alam. Mengapa saat diwacanakan kembali, tiba-tiba tahun ini lokasi yang ditunjuk di Inhutani?” tanyanya. 

Dari penentuan lokasi tersebut saja, ujar dia, sudah tidak melalui tahapan kelayakan. Karena tidak dimulai dengan penyusunan studi kelayakan. Bahkan menurutnya, jika akhirnya Pemkab Berau telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan studi kelayakan, maka rencana lokasi di Jalan Raja Alam II juga harus masuk dalam studi penilaian. “Saat menunjuk kembali ke lokasi Inhutani, tidak dilakukan FS. Yang saya tahu, itu juga yang dipertanyakan dewan saat hearing dengan PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang). Malah saat dewan tanyakan mana SK penunjukan lokasinya (Penlok), dari PU malah menyatakan memang belum ada,” ungkap dia.

Dari informasi yang didapatnya, saat ini Pemkab Berau sudah mengalokasikan anggaran di bawah Rp 100 juta, untuk penyusunan FS atau studi kelayakan rumah sakit di kawasan Inhutani. Penyusunan FS tersebut juga dianggapnya seperti sebuah kepanikan. Sebab jika melihat hasil FS pembangunan rumah sakit di Jalan Raja Alam II tahun 2019 lalu, rencana pendanaan rumah sakit baru tersebut membutuhkan total anggaran hingga Rp 630 miliar. 

“Kenapa saya sebut panik, karena proyek Rp 630 miliar, mungkin nggak penilaian kelayakannya kecil. Kaya seperti main-main. Biaya datangkan ahli saja sudah berapa. Kesannya malah kaya mau dipaksakan,” terangnya.

Dalam penyusunan FS juga harus memilih lokasi terbaik dari beberapa lokasi yang dianggap layak. Karena rencana pembangunan rumah sakit di Berau ini memiliki dua opsi lokasi. Yakni di Jalan Raja Alam II dan kawasan Inhutani. Di Raja Alam II sudah memiliki FS tahun 2019, sementara di kawasan Inhutani juga sudah pernah dilakukan studi kelayakan sejak beberapa tahun lalu saat rencana awal pembangunan rumah sakit. “Jadi kalau buat FS lagi, yang dinilai harus Raja Alam dan Inhutani. Dirincikan berapa skor penilaiannya masing-masing. Yang mana yang paling tinggi skornya, itulah nanti yang dipilih,” ungkap dia. 

“Yang konyolnya lagi, harusnya yang menyusun FS ini pihak rumah sakit atau Bapelitbang (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan),” sambung dia. (mar/udi)


BACA JUGA

Jumat, 12 Agustus 2022 20:06

554 WBP Diajukan Dapat Remisi

TANJUNG REDEB – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Republik…

Jumat, 12 Agustus 2022 20:04

Tak Ada Bahas soal Anggaran

TANJUNG REDEB – Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi,…

Kamis, 11 Agustus 2022 20:19

Dua Muncikari Jual Anak di Bawah Umur

TANJUNG REDEB – Mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan…

Selasa, 09 Agustus 2022 21:29

Dukung Pemenuhan Fasilitas Inklusi di SD 001

Keluhan mengenai minimnya fasilitas pendukung di SD 001 Gunung Tabur,…

Selasa, 09 Agustus 2022 21:26

Segera Layangkan Surat ke Kemenhub

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Gamalis, mengajak Wakil Ketua…

Sabtu, 06 Agustus 2022 20:52

Berlabel Inklusi, tapi ‘Belum’ Inklusi

TANJUNG REDEB – Menerima keluhan dari salah satu orangtua murid,…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:31

Bisa Rp 300 Juta Per Tahun

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Gamalis, meminta masyarakat terus…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:28

DPUPR Sediakan Desain Purwarupa

TANJUNG REDEB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:24

Maksimalkan Bangunan Sejarah

Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – memiliki banyak tempat…

Kamis, 04 Agustus 2022 20:28

Komplotan Pencuri asal Balikpapan Bobol 8 Minimarket

TANJUNG REDEB – Aparat Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers