MANAGED BY:
SENIN
15 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 19 Juli 2022 20:54
Faktor Dibalik Konflik Keamanan Semenanjung Korea
Dwawa Insyirah Shafara

ISU keamanan merupakan salah satu isu penting di berbagai kawasan yang ada di dunia dan cukup banyak menarik perhatian dari masyarakat internasional. Adapun salah satu isu yang cukup banyak menyedot perhatian ialah isu keamanan yang ada di Semenanjung Korea yang dimana hingga sekarang sendiri situasi keamanan yang ada di Semenanjung Korea dianggap belum begitu kondusif hingga sekarang, hal ini dikarenakan belum adanya kesepakatan perdamaian diantara Korea Selatan dengan Korea Utara (Muhamad, 2016). 

 

Bahkan ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea ini menyebabkan beberapa kali gagalnya kesepakatan damai diantara kedua negara. Namun kegagalan ini sendiri menurut beberapa penelitian mengatakan bahwasanya lebih disebabkan karena adanya aksi provokatif dan keterlibatan dari negara tetangga lainnya. Salah satunya di sini adalah Tiongkok.

 

Adapun bentuk keterlibatan dari Tiongkok ini sendiri sebenarnya sudah dapat terlihat dari pasca Perang Dingin yang dimana setelah Jepang dikalahkan Amerika Serikat, maka kemudian Korea Selatan berada di bawah bayang-bayang Amerika Serikat. Hingga pada akhirnya Korea Selatan dengan Amerika serikat menjadi aliansi dan resmi melolak bentuk komunisme, namun Korea Selatan di sini jelaskan bahwa mendapatkan bentuk treatment yang cukup baik dari segi ekonomi, misalnya saja adanya bantuan ekonomi, transfer senjata, dan bahkan investasi yang diberikan oleh Amerika.

 

Sedangkan Korea Utara di sisi sebaliknya. Korea Utara lebih banyak dekat dengan negara-negara komunis seperti Uni Soviet yang sekarang yaitu Rusia dan juga Tiongkok (Gai, 2009). Melihat dari bagaimana di sini keterlibatan Tiongkok di dalam konflik Semenanjung Korea ini yang pada akhirnya membuat penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh khususnya mengenai mengapa di sini Tiongkok berusaha untuk menciptakan jalan kerjasama dengan negara seperti Korea Utara.

 

Kerja sama yang terjalin diantara satu negara dan dengan negara lainnya tentu memiliki tujuan agar bisa mencapai kepentingn bersama. Kerjasama sendiri pada dasarnya dilakukan karena adanya faktor perbedaan ataupun juga faktor kesamaan. Adapun mengenai kerjasama ini dapat dibedakan berupa kerja sama yang sifatnya bilateral ataupun juga multilateral. Pada kerjasama bilateral bisa dalam bentuk kerja sama pada bidang seperti budaya, social, politik, ekonomi ataupun lainnya. Sedangkan untuk kerjasama multilateral sebaliknya.

 

Adapun jika merujuk pada kasus mengenai keterlibatan Tiongkok di dalam konflik Semenanjung Korea khususnya dengan Korea Utara sendiri bisa dijelaskan dalam teori Regional Security Complex yang disamapaikan oleh Barry Buzan dan Ole Weaver. Ia mengatakan bahwasanya bagaimana dari suatu negara pada akhirnya mengusahakan untuk bisa menciptakan adanya keamanan maupun juga keteraturan kawasan dengan negara tetangganya disebabkan oleh dua hal yang pengaruh internal dan juga eksternal.

 

Adapun untuk variabel internal ini sendiri dilihat pada adanya bentuk letak geografis, selain itu juga adanya interaksi yang ada di antara negara, dan juga karena adanya kesamaan sistem. Sedangkan untuk variabel eksternalnya sendiri lebih kepada diukurnya dengan melihat pada situasi internasional, dan juga melihat pada isu yang tengah berkembang (Nurdiana, 2018).

 

Jika merujuk pada negara Tiongkok sendiri yang dimana terlibat dan berusaha untuk menciptakan keteraturan dan keamanan dengan Korea Utara pula, bisa dilihat pada teori ini yang dimana sebenarnya Tiongkok memang memiliki kedekatan dari segi geografis dengan Korea Utara, dan juga di sisi lain interaksi diantara kedua negara ini cukup dekat khususnya dalam usaha untuk mengembangkan keamanan melalui nuklir (Arpan, 2018). Bahkan selama ini pula Korea Utara terbilang berpangku pada Tiongkok.

 

Di sisi lain juga Tiongkok di sini melihat bagaimana sebenarnya Korea Utara adalah negara tetangga yang tepat untuk bekerjasama karena Korea Selatan lebih dekat dengan Amerika Serikat. Sedangkan Amerika Serikat dan juga Tiongkok tengah adanya persaingan baik dari segi keamanan ataupun juga ekonomi.

Korea Utara dalam hal ini dapat melihat bahwasanya dengan adanya Korea Utara di sini bisa menjadi negara yang menguntungkan di tengah panasnya persaingan persenjataan. Apalagi Korea Utara juga memiliki militer dan nuklir yang banyak ditakutkan oleh negara di dunia. 

 

Sehingga di sini Tiongkok melihat peluang besar di dalam konflik Semenanjung Korea dengan cara mendekatkan diri dengan Korea Utara guna bisa menciptakan keamanan diantara kedua negara (Rachman, 2011). 

 

Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa bentuk keterlibatan dari Tiongkok ini sendiri sebenarnya sudah dapat terlihat dari pasca Perang Dingin yang di mana setelah Jepang dikalahkan Amerika Serikat, maka kemudian Korea Selatan berada di bawah bayang-bayang Amerika Serikat. Hingga pada akhirnya Korea Selatan dengan Amerika serikat menjadi aliansi dan resmi melolak bentuk komunisme, namun Korea Selatan di sini jelaskan bahwa mendapatkan bentuk treatment yang cukup baik dari segi ekonomi, misalnya saja adanya bantuan ekonomi, transfer senjata, dan bahkan investasi yang diberikan oleh Amerika.

 

Sedangkan Korea Utara di sisi sebaliknya. Korea Utara lebih banyak dekat dengan negara-negara komunis seperti Uni Soviet yang sekarang yaitu Rusia dan juga Tiongkok. Adapun di sini Tiongkok mengambil kesempatan untuk menciptakan keteraturan keamanan dengan Korea Utara, dikarenakan Tiongkok melihat bahwa Korea Utara di sini bisa menjadi negara yang menguntungkan di tengah panasnya persaingan persenjataan. 

 

Apalagi Korea Utara juga memiliki militer dan nuklir yang banyak ditakutkan oleh negara di dunia. Bahkan juga memiliki kedekatan secara geografis dan ideologi. Maka dari itu Tiongkok memanfaatkan ini.(*/arp)

 

Dwawa Insyirah Shafara, Mahasiswa UII Semester 4, Fakultas Hubungan Internasional

loading...

BACA JUGA

Selasa, 09 Agustus 2022 11:24

Kesehatan Gigi, Stunting dan Kesejahteraan Masyarakat

DALAM buku  Prosthodontic Treatment For Edentulous Patiensts edisi 10 Boucher…

Selasa, 19 Juli 2022 20:54

Faktor Dibalik Konflik Keamanan Semenanjung Korea

ISU keamanan merupakan salah satu isu penting di berbagai kawasan…

Selasa, 19 Juli 2022 20:33

Pengaruh Kerjasama UN Human Rights Council (UNHCR) dalam Isu Human Trafficking 

  Bentuk tindakan berupa praktek human trafficking menjadi salah satu praktek yang…

Senin, 18 Juli 2022 22:38

Globalisasi dan Permasalahan Keamanan Internasional akibat Cyber Crime di Indonesia

Saat ini cyber crime menjadi ancaman paling serius di Indonesia.…

Senin, 18 Juli 2022 18:15

Perwujudan HAM melalui Perlindungan Pengungsi Myanmar

Hak Asasi Manusia (HAM) secara singkat dapat didefinisikan sebagai hak-hak…

Senin, 14 Maret 2022 20:02

IKN, Mau Jadi Kota Apa?

IKN sudah masuk tahap baru. Tahap pembangunan. Setelah sebelumnya melewati…

Minggu, 16 Januari 2022 19:51

Pelayanan Publik saat Pandemi

PANDEMI Covid-19 di Indonesia ditetapkan sebagai bencana nasional yang disampaikan…

Sabtu, 15 Januari 2022 20:37

Dramaturugi Menurunkan Kepercayaan

BEBERAPA waktu lalu, untuk pertama kalinya saya mendengar istilah dramaturgi,…

Sabtu, 15 Januari 2022 20:33

Baik Atau Buruknya Gadget

SEPERTI yang kita ketahui, dunia modern manusia tidak luput dari…

Rabu, 29 Desember 2021 20:13

Penjaminan Bank Garansi untuk Pelaksanaan Anggaran Akhir Tahun

PELAKSANAAN Anggaran akhir tahun tentu sangat berbeda dengan bulan sebelumnya.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers