MANAGED BY:
RABU
05 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 09 Agustus 2022 21:29
Dukung Pemenuhan Fasilitas Inklusi di SD 001

DPRD Minta Pemkab Usulkan di APBD-Perubahan

Syarifatul Syadiah

Keluhan mengenai minimnya fasilitas pendukung di SD 001 Gunung Tabur, direspons Wakil Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah. Disebut perempuan yang akrab disapa Sari tersebut, SD 001 Gunung Tabur yang ditunjuk sebagai sekolah inklusi, memang sudah seharusnya disertai dengan pemenuhan tenaga pengajar khusus serta fasilitas pendukungnya.  

 

Kunjungan Wakil Bupati Berau Gamalis ke SD 001 Gunung Tabur pada Jumat (5/8) lalu, merupakan bagian dari memonitoring dan evaluasi dari Pemkab Berau. Sehingga harapannya, dari kunjungan tersebut, apa yang menjadi persoalan di sekolah itu bisa segera ditindaklanjuti. Apalagi Berau sudah menjadi kota yang layak anak. Jadi syaratnya memang harus ada kelas inklusi dan fasilitas penunjang lainnya. 

"Itu harus kita upayakan. Bagaimana caranya bisa ada dan kebutuhan mereka (sekolah inklusi, red) terpenuhi," ujar Sari. 

Terlebih diakuinya, saat ini belum dilakukan pembahasan anggaran perubahan 2022. Jika kebutuhan tersebut memang belum dianggarkan, Sari meminta agar Dinas Pendidikan segera mengusulkannya. Sebab masih ada waktu jika ingin mengejar di sumber dana ABT (Anggaran Belanja Tambahan). "Kasihan kalau muridnya (berkebutuhan khusus) ada, sementara sarpras (sarana dan prasarana) pendukungnya belum ada. Termasuk tenaga pendidiknya harus ditambah,” tegasnya. 

"Harapan kami segera dilengkapi yang kurang-kurang itu," sambungnya. 

Disebutnya, menjadi tugas besar semua pihak untuk bisa memenuhi kebutuhan pendidikan di Bumi Batiwakkal. Seperti diketahui, bahwa pendidikan memang menjadi hal yang utama. Bahkan pemerintah sudah menetapkan besaran anggaran minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).  

"Artinya dengan dana yang sebesar itu, harapannya pendidikan di daerah akan menjadi lebih baik. Juga menghasilkan generasi yang berkualitas. Tentunya juga harus didukung sarana dan prasarananya. Mulai dari kelas yang layak, guru (tenaga pendidik), serta fasilitas-fasilitas lainnya," bebernya. 

Selain itu, perlunya peningkatan kualitas SDM dalam hal ini, guru-guru yang bersertifikasi. Karena Sari melihat, saat ini sudah hidup di zaman digitalisasi. Tentu berbeda dengan zaman dulu. Jadi guru-guru juga perlu di-upgrade pengetahuan dan pengalamannya. 

"Semua itu memang diperlukan dana. Tak dimungkiri itu. Jadi support system itu harus tetap dilakukan, bagaimana pendidikan anak-anak di daerah kita ini tidak kalah kualitasnya dengan daerah-daerah yang lebih maju saat ini," terangnya. 

Jika pendidikan di daerah ingin maju, tentu harus didukungan penuh semua pihak. Dan selama ini, Pemkab Berau bersama DPRD terus mendorong anggaran minimal 20 persen dari APBD Berau untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. "Bahkan, di saat pendidikan itu kurang, maka aspirasi kami juga akan kami masukan ke dunia pendidikan. Termasuk bukan hanya pada peningkatan SDM, tetapi sarana dan prasarana juga memang kita harus tetap memenuhi supaya 20 persen," pungkasnya. 

Menurutnya, memang keterbatasan anggaran ini yang sedikit menyulitkan. Tetapi bagi pihaknya, terpenting semua pihak mendukung dan bersemangat serta bersinergi. Untuk saling membantu. Jika tidak bisa dilakukan dengan APBD, mungkin bisa diupayakan melalui CSR perusahaan, Bankeu, hingga kementerian terkait. 

"Yang terpenting ada upaya dan usaha keras untuk hal itu," katanya.  

Termasuk di SD 001 Gunung Tabur ini, pihaknya juga sangat mendorong untuk diberikan pemenuhan tenaga guru inklusi di SD tersebut. Karena memang sudah ditetapkan sebagai sekolah inklusi, mau tidak mau, suka tidak suka, daerah harus membantu melengkapi semua kebutuhan di sekolah tersebut. 

"Pada dasarnya kami sepakat untuk mendukung kebutuhan di sekolah tersebut dilengkapi di perubahan ini. Supaya secepatnya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama untuk memenuhi kebutuhan murid berkebutuhan khusus di SD 001 Gunung Tabur," tutupnya. 

Sebelumnya, wakil bupati Berau Gamalis, melakukan kunjungan ke SD 001 Gunung Tabur, sekitar pukul 09.15 Wita, Jumat (5/8). Kunjungan tersebut menindaklanjuti keluhan salah satu orangtua murid yang mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung di sekolah inklusi tersebut. 

Dijelaskan Kepala SD 001 Gunung Tabur Eli Sutrisnaniati, SD yang berada di Jalan Padat Karya Gunung Tabur itu, merupakan satu-satunya SD inklusi di Kecamatan Gunung Tabur. Namun, mendapat label inklusi sejak 2017 silam, hingga kini SD tersebut belum memiliki ruang khusus untuk penanganan anak-anak berkebutuhan khusus.  

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas, menginstruksikan pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendukung kegiatan belajar-mengajar di sekolah reguler. Baik penyediaan guru dan ruangan khusus pendukung sekolah inklusi. 

Kepada wakil bupati (wabup), Eli Sutrisnaniati menyebutkan, saat ini sudah ada 18 anak berkebutuhan khusus yang tercatat sebagai murid di sekolah tersebut. Namun jumlah tersebut belum termasuk murid yang duduk di kelas 1. “Tapi dari pengamatan sepertinya ada tambahan dua di kelas 1. Karena kami tidak menyatakan anak-anak itu berkebutuhan khusus, harus melalui asesmen dulu oleh pesikolog,” ujarnya saat memaparkan kondisi sekolah kepada wabup. 

Dari puluhan murid berkebutuhan khusus, SD 001 Gunung Tabur hanya memiliki 2 guru khusus untuk menangani anak-anak inklusi. Itupun hanya satu guru yang benar-benar berlatarbelakang pendidikan inklusi. “Itu juga baru tahun ajaran baru ini masuk. Sebelumnya hanya ditangani satu guru khusus saja, yang sebenarnya adalah guru PAUD yang sudah diberikan pelatihan saja,” ujarnya. 

Jumlah guru khusus tersebut diakuinya masih sangat kurang. Sebab idealnya, satu guru khusus menangani lima anak berkebutuhan khusus. Sehingga diharapkannya, melalui kunjungan wabup yang membawa tim Disdik Berau, kebutuhan akan tambahan guru khusus bisa diprioritaskan. “Kalau bisa dapat tambahan dua guru, kami sangat bersyukur. Karena kalau kondisi anaknya hiperaktif, satu guru bisa fokus mengajar satu anak itu saja,” ungkap dia.

Selaian kekurangan guru khusus, di sekolah tersebut juga belum memiliki ruang khusus inklusi. Selama ini, pihak sekolah hanya memaksimalkan bangunan musala yang sekaligus difungsikan sebagai ruang inklusi. “Makanya kami sangat mengharapkan dibangunkan ruang belajar khusus juga,” katanya.

Upaya tersebut sudah dilakukan dengan mengirimkan proposal ke Dinas Pendidikan (Disdik) Berau. Agar kekurangan fasilitas sekolah untuk memenuhi standar inklusi bisa terpenuhi. Selain itu, dengan jumlah 366 murid, Eli juga menyebut jumlah toilet di sekolahnya sangat terbatas. Karena hanya ada 2 toilet untuk murid dan 2 toilet khusus guru di sekolah tersebut. “Jadi toilet guru juga kita maksimalkan untuk murid. Itu pun masih kurang juga,” ungkapnya.

Untuk kelas reguler, diakuinya juga butuh tambahan. Sebab dengan jumlah ratusan murid, saat ini satu kelas harus menampung rata-rata 33 murid. Padahal idealnya, satu kelas maksimal 28 murid. “Apalagi tiap tahun jumlah murid yang mendaftar terus bertambah,” ungkapnya. 

Mendengar keluhan tersebut, wabup Gamalis yang mengajak Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana serta Kasi Kelembagaan Disdik Berau, mengupayakan pemenuhan kebutuhan fasilitas di sekolah tersebut. "Terutama dalam penyediaan ruang belajar, tenaga pendidik, hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya di sekolah," terang Gamalis. 

"Terlebih, anak kita yang berkebutuhan khusus hari ini (di SD 001 Gunung Tabur) membutuhkan tenaga pengajar. Karena saat ini hanya ada dua pengajar," sambungnya.

Dari pengamatannya, selain kebutuhan-kebutuhan tersebut, kondisi sanitasi di sekolah tersebut juga kurang baik. “Makanya, langkah jangka pendek yang bisa dilakukan adalah membangun toilet baru,” katanya.

Nantinya, ujar Gamalis, Pemkab Berau akan terus meningkatkan perhatian untuk pengembangan pendidikan di Berau, bukan untuk sekolah di Gunung Tabur saja. "Pemkab melalui Disdik akan terus memberikan porsi dan perhatian khusus untuk dunia pendidikan di Bumi Batiwakkal," jelasnya. (mar/udi)


BACA JUGA

Rabu, 05 Oktober 2022 02:26

Dermaga di Singkuang dan Raja Alam, 7 Oktober Harus Rampung

TANJUNG REDEB – Guna memastikan kesiapan dermaga penyeberangan untuk jalur…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:39

Cegah Kriminalitas, Rumah Warga Dipasang Jaringan Listrik

TANJUNG REDEB – Cegah aksi kriminalitas di malam hari, Kapolsek…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:12

Simulasi untuk Evaluasi

TANJUNG REDEB - Perbaikan Jembatan Sambaliung tinggal hitungan hari. Pembangunan…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:06

Pengelolaan APBD Harus Tertib dan Transparan

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, meminta Pemkab…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:02

Semarak Literasi di Bulan Kunjungan Perpustakaan

TANJUNG REDEB – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau menggelar…

Senin, 03 Oktober 2022 10:22

Tawarkan Skema Block Seat

TANJUNG REDEB – Upaya untuk menekan tingginya harga tiket transportasi…

Senin, 03 Oktober 2022 10:17

Bulan Ini Uji Coba Lapangan

TANJUNG REDEB - Pembangunan Stadion Olimpic Mini Teluk Bayur sudah…

Sabtu, 01 Oktober 2022 14:08

Gandeng Swasta Benahi Taman

TANJUNG REDEB - Banyaknya fasilitas taman di Berau yang rusak,…

Sabtu, 01 Oktober 2022 14:00

Tiket Pesawat Mahal, Berdampak pada Kunjungan Wisatawan ke Berau

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih mengakui mahalnya harga…

Sabtu, 01 Oktober 2022 13:56

Alokasikan Anggaran Rp 31 M

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Gamalis, turut menyoroti kerusakan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers