MANAGED BY:
MINGGU
02 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 07 September 2022 12:37
Dua Persen Dianggap Kecil

Dukung Penyisihan APBD asal Tepat Sasaran

Madri Pani

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, menudukung langkah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang meminta seluruh pemerintah daerah menyisihkan dana sebesar dua persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dijelaskannya, hal itu merupakan langkah bijak dalam mengantisipasi terjadinya inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurutnya, hal itu merupakan bentuk antisipasi dari pemerintah, agar tidak terjadi kemunduran perekonomian di masyarakat.

“Jika memang bentuknya disubsidikan, itu bagus. Namun angkanya menurut saya terlalu kecil,” paparnya kepada Berau Post kemarin (6/9).

Ia mengatakan, jika bisa disisihkan sebesar lima persen, tentu sangat membantu. Namun ia mengingatkan, seharusnya subsidi yang akan diberikan tepat sasaran. Dan tidak dimanfaatkan sebagai alat politik.

“Harus tepat sasaran. Kan yang terkena imbasnya itu masyarakat. Dengan kenaikan BBM ini tentu menyeret harga barang-barang lain naik,” katanya.

Ia juga meminta agar Pemkab Berau, bisa melakukan operasi pasar. Agar tidak ada pedagang yang bermain mata dengan menaikkan harga seenaknya. Ia juga meminta agar harga eceran tertinggi bisa disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Penindakan tegas juga perlu dilakukan, kita paham pegadang pasti cari untung. Tapi jangan terlalu berlebihan,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, meminta seluruh pemerintah daerah di Indonesia, menyisihkan dana dua persen dari APBD, guna mengantisipasi terjadinya inflasi dampak kenaikan harga BBM.

Hal tersebut disampaikan Tito saat memimpin rapat virtual, bersama seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia, Senin (5/9).

Asisten II Setkab Berau Agus Wahyudi, yang mengikuti rapat bersama jajaran Forkopimda Berau menuturkan, arahan dari Mendagri tersebut merupakan salah satu cara untuk mengendalikan inflasi efek kenaikan BBM. Dengan menyisihkan dua persen APBD, diharapkan bisa menekan laju inflasi di daerah, termasuk Berau. Dengan kata lain, dua persen sumbangan dari APBD ataupun yang bersumber dari dana bagi hasil, bisa diarahkan pada kegiatan yang sifatnya subsidi.

“Subsidi yang dimaksud di antaranya, ada subsidi ongkos angkut, subsidi terkait kegiatan-kegiatan ekonomi kecil, dan subsidi di bidang lain untuk menekan biaya produksi,” ujarnya usai mengikuti rapat.

Agus menjelaskan, bidang yang disasar untuk diberikan subsidi adalah pangan, angkutan, termasuk kegiatan ekonomi lainnya. Karena sudah bisa dipastikan, dengan kenaikan BBM akan mengerek harga lainnya ikut naik.

“Yang jelas, pada saat terjadi inflasi dan harga barang naik, secara umum kita harus mencarikan cara bagaimana supaya masyarakat mempunyai daya beli. Upaya tersebut yang akan kita lakukan,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk bantuan sosial, pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu. Sebab ada berbagai macam jenis bantuan subsidi dan bantuan sosial. Pihaknya akan formulasikan terlebih dahulu secara rinci terkait hal tersebut.

“Kebetulan kita sedang melakukan penyusunan anggaran, baik anggaran perubahan maupun anggaran murni tahun 2023, masih ada kesempatan,” ungkapnya.

Dikatakannya, dampak dari kenaikan BBM sudah pasti ada. Namun Pemkab Berau dibantu semua stakeholder yang ada di Berau, akan berupaya menekan agar kenaikan harga tidak berlebihan.

“Karena kebanyakan barang yang kita datangkan dari luar pulau. Kita akan berupaya menekan biaya angkutnya agar kenaikan harga barang juga tidak berlebihan nantinya,” jelasnya.

Dirinya juga menyebut, Pemkab Berau akan menggelar operasi pasar. Jangan sampai kenaikan harga BBM ini, dimanfaatkan oknum untuk menaikkan harga barang hingga dua kali lipat.

“Kita akan bentuk tim untuk menangani hal tersebut. Kita akan upayakan agar semua sektor tertangani untuk mendapatkan subsidi tersebut. Intinya kita akan mempertahankan daya beli masyarakat Berau,” tuturnya. (hmd/udi)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Oktober 2022 14:08

Gandeng Swasta Benahi Taman

TANJUNG REDEB - Banyaknya fasilitas taman di Berau yang rusak,…

Sabtu, 01 Oktober 2022 14:00

Berdampak pada Kunjungan Wisatawan

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih mengakui mahalnya harga…

Sabtu, 01 Oktober 2022 13:56

Alokasikan Anggaran Rp 31 M

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Gamalis, turut menyoroti kerusakan…

Sabtu, 01 Oktober 2022 13:52

La Nina Diprediksi hingga Akhir 2022

  TANJUNG REDEB – Kepala Badan Meteorologi, Kimatologi dan Geofisika…

Jumat, 30 September 2022 11:18

Segera Tetapkan HET LPG

TANJUNG REDEB – Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PSO di…

Jumat, 30 September 2022 11:15

Jembatan Talisayan Bakal Ditututp Total

TANJUNG REDEB – Perbaikan Jembatan Talisayan tengah dikerjakan. Guna menjamin…

Kamis, 29 September 2022 10:59

Lelang Ditarget November

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…

Kamis, 29 September 2022 10:56

11 Nelayan Malaysia Dipulangkan

TANJUNG REDEB – Sebanyak 11 nelayan asal Pulau Bangau-Bangau dan…

Rabu, 28 September 2022 14:00

“Kalau Tidak Sanggup, Mundur Saja”

TANJUNG REDEB - DPRD Berau kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat…

Rabu, 28 September 2022 13:49

Pemberantasan Minol Jadi Atensi

TANJUNG REDEB - Kejaksaan Negeri Berau kembali memusnahkan barang bukti…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers