MANAGED BY:
RABU
07 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 08 September 2022 13:41
Wujudkan Kemandirian di Era 4.0’
KULIAH UMUM: Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, saat mengisi kuliah umum di STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb, Selasa (6/9) malam.

TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK mengisi Kuliah Umum di STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb Tahun Akademik 2022/2023, Selasa (7/9) malam.

Merekonstruksi Pertahanan Negara melalui Bela Negara Pemuda/Mahasiswa di Era Digital dan mewujudkan kemandirian lulusan perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0’ menjadi point kuliah umum yang disampaikan Makmur.

Dijelaskan Makmur, pertahanan negara merupakan segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan, keutuhan, serta keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan yang akan mengganggu keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

Perkembangan lingkungan strategis pada tatanan global, regional serta nasional semakin dinamis dan kompleks, sehingga memunculkan berbagai ancaman dan peluang bagi kepentingan Indonesia.

“Dalam aksi bela negara tersebut, terkhusus elemen pendidikan berasal dari kalangan akademik seperti sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian,” ujarnya.

Adapun manfaat bela negara disebut Makmur, yakni membentuk sikap disiplin mahasiswa terkait waktu, aktivitas, dan pengaturan kegiatan lain. Kemudian membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antarsesama rekan seperjuangan. Juga membentuk mental dan fisik mahasiswa yang tangguh.

Selain itu juga, menanamkan rasa kecintaan mahasiswa pada bangsa dan patriotisme sesuai dengan kemampuan diri. Serta melatih jiwa leadership mahasiswa dalam memimpin diri sendiri maupun kelompok. Membentuk mahasiswa dengan iman dan takwa pada agama yang dianut oleh individu. Dan membentuk mahasiswa yang berbakti pada orang tua, bangsa, agama. Melatih mahasiswa yang kecepatan, ketangkasan, ketepatan individu dalam melaksanakan kegiatan.

“Dalam perguruan tinggi, khusus mahasiswa sebagai agent of control dan agent of change diharapkan mampu menjadi pengawas dan penyeimbang dari berbagai ketidakadilan yang terjadi, karena posisi mahasiswa saat ini merupakan suatu cerminan bagi masyarakat untuk dapat menjaga nilai-nilai kebaikan negara,” bebernya.

Lanjut disebutnya, ada 8 pilar dalam membangun bangsa yang harus dipahami, yakni emansipasi pikiran, penyeimbang Top-Down dan Bottom Up, membingkai hutan dan membiarkan tumbuh sendiri, menuju derasnya ungal dengan bebatuan, persemaian artistic dan intelektual, bergabung dengan dunia luar, kebebasan dan keadlian, dan pilar terakhir dari medali emas olimpiade menuju hadiah nobel ini merupakan apa yang akan terjadi.

“Masa depan bangsa dengan ditopang program-program diantaranya meningkatkan taraf pendidikan komponen pelatihan. Meningkatkan inovasi mandiri. Menciptakan sistem yang terkordinasi untuk inovasi teknologi. Dan mengembangkan pembangunan perkotaan dan pedesaan,” bebernya.

Di samping itu, berbicara tentang kemandirian lulusan perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0’ dijelaskan Makmur, saat ini ketimpangan lapangan pekerjaan dengan jumlah lulusan perguruan tinggi semakin menganga. Lapangan pekerjaan yang tersedia setiap tahunnya hanya 300-400 ribu, sedangkan jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia sekitar 1,2 juta.

Dalam rentang waktu yang sama dunia mengalami transformasi besar, termasuk dunia pendidikan tinggi. Transformasi berdampak pada serapan lulusan ke dunia kerja, usaha dan industri. Jumlah lulusan yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Karena itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya bisa menghasilkan lulusan yang bergantung pada lapangan kerja. Namun perguruan tinggi wajib mencetak lulusan yang bisa mandiri dan membuka lapangan kerja lapangan kerja baru,” tuturnya.

Makmur menilai, ada beragam faktor yang menyebabkan berkurangnya atau terbatasnya lapangan kerja. Salah satunya, disrupsi teknologi. Disrupsi teknologi telah membuat banyak lapangan kerja yang hilang, tetapi di sisi lain, juga membuka peluang lapangan kerja yang baru di masa depan.

Situasi dan kondisi di atas, menimbulkan kegalauan di kalangan mahasiswa pada umumnya dan lulusan perguruan tinggi pada khususnya, karena realitas yang mereka hadapi memang demikian adanya, dan seringkali menghinggapi para sarjana baru yang masih memiliki pandangan “harus bekerja sesuai dengan disiplin bidang ilmu yang dimiliki".

“Betapa kadang menjadi sarjana itu tidak menjadi jaminan bahwa kita akan memperoleh pekerjaan sesuai dengan keilmuan kita,” jelasnya.

Memang faktanya banyak ditemukan sarjana yang bekerja tidak sesuai dengan gelar akademik yang dimilikinya, ini masih beruntung karena banyak juga yang tidak bekerja sama sekali. Saat ini salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah adalah banyaknya pengangguran sarjana.

“Jika kita mencermati masalah tingginya tingkat pengangguran sarjana di Indonesia, setidaknya ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita semua. Pertama, ketidak seimbangan antara kualifikasi akademik yang lulus dengan “skill” yang dibutuhkan, sehingga banyak sarjana yang bingung ketika lulus mau kerja apa,” pungkasnya.

“Yang kedua ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dengan jumlah lapangan kerja yang sesuai dengan lulusan itu. Jika lulusan sarjana yang masuk di dua kategori ini, tidak memiliki kreativitas, inovasi dan tidak pandai dalam membaca peluang yang ada di sekitarnya, maka jadilah dia sarjana yang menganggur,” tutupnya. (mar/sam)


BACA JUGA

Kamis, 08 Desember 2022 01:54

DPUPR Enggan Terima SPAM dari Pusat

TANJUNG REDEB - Sejumlah Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) yang…

Kamis, 08 Desember 2022 01:46

Pemilik Lahan Keberatan

TANJUNG REDEB – Masyarakat pemilik lahan di kawasan Prapatan, Tanjung…

Rabu, 07 Desember 2022 03:02

Tahapan Review Pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Berau, Ditargetkan Selesai Bulan Ini

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…

Selasa, 06 Desember 2022 01:22

Sanksi Tegas Harus Diterapkan

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi III, DPRD Berau, Saga menyoroti…

Selasa, 06 Desember 2022 01:22

Jelang Libur Nataru, Imigrasi Gencarkan Pengawasan Wisatawan Asing

TANJUNG REDEB – Pengawasan terhadap wisatawan asing terus digencarkan Imigrasi…

Senin, 05 Desember 2022 11:52

UMK Berau Tertinggi di Kaltim

TANJUNG REDEB - Dewan pengupahan telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten…

Sabtu, 03 Desember 2022 19:46

Dua Rumah Terbakar

TANJUNG REDEB - Si jago merah mengamuk di kawasan Jalan…

Sabtu, 03 Desember 2022 10:57

Sampah Kiriman, Hilangkan Keindahan Maratua

MARATUA - Sejumlah besar bibir pantai yang berada di Kampung…

Sabtu, 03 Desember 2022 10:54

Infrastruktur Bagus, Ekonomi Naik

KELAY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berupaya meningkatkan infrastruktur jalan…

Jumat, 02 Desember 2022 08:22

Puncak Liburan, Armada Speedboat Dianggap Masih Kurang

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Andi Marewangeng…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers