MANAGED BY:
RABU
05 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 09 September 2022 14:40
Tanpa Dukungan Pemerintah, Harumkan Nama Daerah

Mirabel, Putri Berau yang Jadi Juara Umum Batik Fiesta Vaganza di Bali

MINIM DUKUNGAN: Mirabel memamerkan jejeran piala yang diraihnya dari berbagai ajang modeling sejak tahun 2016.

Persoalan biaya sempat membuat Mirabel Azzahwa Effendy mengurungkan niatnya untuk berangkat ke Bali. Proposal yang diajukannya ke Pemkab Berau melalui organisasi perangkat daerah (OPD) guna mengikuti event Batik Fiesta Vaganza, ditolak. Dirinya pun putus asa, keninginannya untuk menjajal bakatnya di event nasional, harus dipendam karena minimnya pendanaan.

MAULID HIDAYAT, Tanjung Redeb

Keterbatasan dana membuat orangtua Mirabel, Elis Darlia dan Rustam Effendy, hendak membatalkan keberangkatan anaknya ke Bali. Karena semua proposal yang disebarkan, tak satupun yang tembus. Bahkan ia mengaku sudah pernah datang ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, untuk meminta dukungan bagi anaknya, namun hasilnya tetap nihil.

Walau sudah ingin menyerah, Elis tetap berusaha. Karena tak ingin melihat anaknya kecewa, karena tak bisa mengikuti event modeling tingkat nasional, yang sudah lama didambakannya. Perjuangannya pun tak sia-sia. Putri kesayangan akhirnya membuktikan, dengan meraih juara umum pada event yang digelar di Pulau Dewata tersebut.

Elis yang tinggal di Gang Sopoyono, Jalan APT Pranoto, Tanjung Redeb, menceritakan perjuangan anaknya hingga berhasil meraih juara umum di Bali. Sudah puluhan pintu dinas-dinas ia ketuk, untuk menyerahkan proposal. Tapi tidak membuahkan hasil. “Kata mereka (dinas-dinas, red) memang tidak ada anggaran lagi,” ucapnya saat berbincang dengan Berau Post kemarin (8/9).

Elis yang mengenakan jilbab hitam dan baju ungu saat berbincang dengan Berau Post, turut didampingi Mirabel yang tampak anggun menggunakan rok panjang dan baju berwarna hitam. Dia pun melanjutkan ceritanya, terkait awal mula anaknya terjun ke dunia model.

Semua berawal saat Mirabel masih berumur 4 tahun di tahun 2013. Anaknya sangat berminat dan percaya diri untuk mengikuti berbagai ajang fashion show, walau belum berhasil menjadi juara. Namun pengalaman berharga yang didapatkan anaknya.

Mirabel yang belajar modeling secara otodidak, akhirnya bisa membuktikan kualitasnya. Usahanya pun tak sia-sia. Pada tahun 2016, dia berhasil meraih juara harapan dua. Prestasi itu terus memacu Mirabel untuk tampil lebih baik. Hampir setiap event yang dia ikuti, selalu meraih juara. Bahkan perlahan, meja untuk menyimpan piala yang didapat berukuran ukuran 150 x 30 sentimeter, kini sudah penuh dengan berbagai macam piala.

Setahun berselang, yakni pada 2017, Mirabel mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba di Samarinda. Doa dan usahanya pun dijawab Yang Kuasa. Dia berhasil meraih juara umum dan the best favorit model. Berlanjut di tahun 2019, ia terus mengumpulkan satu per satu piala maupun piagam dari event modeling.

“Belajarnya otodidak, karena di Berau memang susah untuk sekolah modeling,” ujar Elis.

Saat wabah pandemi Covid-19 masuk di Indonesia pada 2020 lalu, semua kegiatan modeling ditiadakan. Baru pada 2021, saat Covid-19 mulai mereda, Mirabel diundang untuk tampil di Jakarta. Saat itu, Mirabel kembali berhasil mengharumkan nama Bumi Batiwakkal – sebutan untuk Berau – dengan meraih juara umum dan terpilih menjadi Prince and Princess pada event yang digelar di ibu kota. Bahkan Mirabel mendapatkan tiket mengikuti event model di Singapura. Tetapi harus hangus karena keterbatasan biaya. Impiannya untuk mengharumkan nama Berau di kancah internasional pun harus pupus.

Tahun ini, anak bungsu dari dua bersaudara yang lahir di Tanjung Redeb, 25 Juli 2009 itu, kembali mendapat undangan untuk tampil di pagelaran Batik Fiesta Vaganza di Bali. Namun, tabungan orangtuanya hanya bekisar Rp 3 juta. Tak cukup untuk membiayai keberangkatan anaknya ke Bali.

Usaha mendapatkan dukungan dana pun dicoba. Dengan menyebar proposal ke beberapa instansi pemerintah di Bumi Batiwakkal. Namun satu per satu instansi yang diberikan proposal, membalas dengan permohonan maaf.

Tak membuahkan hasil dari banyak proposal yang disebar, usaha terakhir pun dicoba. Dengan mendatangi Ketua DPRD Berau Madri Pani di rumah dinasnya. Setelah menceritakan berbagai upaya yang sudah dilakukan, hanya untuk mewujudkan keinginan anaknya mengikuti event nasional di Bali, Elis akhirnya bisa tersenyum lega. Selain mendapat motivasi untuk terus mengasah kemampuannya, Madri, ujar Elis, juga merogoh koceknya untuk membantu kekurangan dana yang dibutuhkan Mirabel.

“Saya sudah ke mana-mana, tapi bantuan hanya datang dari Pak Madri Pani,” tutur Elis.

Elis enggan menyebut nominal yang diberikan ketua DPRD tersebut. Dia hanya mengatakan, yang jelas cukup untuk keberangkatan serta akomodasi dirinya dan anaknya selama di Bali. Akhirnya pada 25 Agustus lalu, Elis dan Mirabel bertolak ke Balikpapan dan melanjutkan penerbangan ke Bali keesokan harinya.

Usaha yang begitu keras, terbayar lunas. Mirabel berhasil menyabet juara umum event nasional tersebut. Koleksi pialanya pun bertambah di atas meja kecilnya yang ada di rumah.

Berhasil mengalahkan ratusan peserta dari berbagai daerah, Mirabel pun mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Dia mendapat tawaran untuk bermain film di Jakarta. Namun tawaran tersebut belum masih dipikirkan lebih lanjut, karena Mirabel masih berstatus pelajar di SMP Negeri 3 Berau.

“Alhamdulillah mendapatkan kesempatan bermain film, dan dikasih waktu satu tahun untuk memikirkan,” katanya.

Walau sudah berhasil menjadi yang terbaik di Bali, tapi persoalan belum juga berakhir. Dengan dana yang tersisa, Elis dan Mirabel hanya bisa terbang ke Balikpapan. Tapi tak bisa melanjutkan perjalanan kembali ke Berau, karena kehabisan biaya. Dengan perasaan malu, Elis kembali menghubungi Madri Pani. Bersyukur, mantan Kepala Kampung Gurimbang tersebut kembali bersedia menanggung pembiayaan untuk kepulangan keduanya ke Berau.

“Saya malu sebenarnya, tapi saya tidak tahu harus bagaimana selain menghubungi beliau (Madri Pani, red) lagi,” tuturnya.

Elis yang berkaca-kaca saat bercerita, mengaku ingin kembali menemui Madri Pani, guna mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. “Karena Mirabel tidak akan menjadi juara umum di Bali tanpa dukungan Pak Madri Pani,” ungkapnya.

Sementara Mirabel yang menjadi pengagum desainer kondang tanah air, Ivan Gunawan, juga berusaha mencari kesempatan untuk kembali menemui Madri Pani. “Saya harus mengucapkan banyak terima kasih (kepada Ketua DPRD Berau, red) kak,” katanya.

Saat tampil di Bali, Mirabel sebenarnya berkesempatan untuk bertemu dengan idolanya, Ivan Gunawan. Sayang hal tersebut urung terwujud. Karena Ivan Gunawan baru datang ke Bali saat dirinya dan orangtuanya sudah terbang ke Balikpapan.

Mirabel yang kini tergabung dalam Sanggam Class Modelling (SCM), berharap setelah dewasa nanti, bisa mengikuti ajang Putri Remaja dan Miss Grand Indonesia (MGI), bahkan hingga ajang internasional. Di satu sisi, Mirabel juga mengaku suka dengan dunia jurnalistik dan tari. Mirabel berharap ada perhatian dari pemerintah dengan berbagai prestasi yang berhasil dia raih. “Berharapnya di-support kak. Inikan untuk Berau juga,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Berau Madri Pani mengatakan, prestasi anak Berau wajib didukung. Terutama bagi instansi pemerintah yang mewadahinya. Jika tidak ada anggaran, bisa saja instansi tersebut memberikan disposisi ke pihak ketiga. Madri yakin, pihak ketiga siap memberikan dukungan.

“Di sini banyak perusahaan, baik perkebunan maupun pertambangan. Kenapa tidak dimanfaatkan,” tegasnya.

Ia melanjutkan, prestasi yang sudah diraih Mirabel tentu sangat membanggakan Berau. Sebab anak Berau yang masih berusia 13 tahun, sudah berlenggang di kancah nasional dan berhasil mengalahkan peserta lainnya dari seluruh Indonesia. “Jika hal seperti ini saja tidak di-support, bagaimana mau berprestasi. Anak-anak Berau saya yakin bakal minder kalau dicueki. Keterbatasan biaya memang menjadi kendala mereka berprestasi, padahal banyak anak kita yang hebat,” tutupnya. (*/udi)


BACA JUGA

Rabu, 21 September 2022 04:08

Kado Indah di Hari Istimewa Berau Tercinta

KAMIS tanggal 15 September lalu, merupakan momen bahagia bagi seluruh masyarakat…

Jumat, 09 September 2022 14:40

Tanpa Dukungan Pemerintah, Harumkan Nama Daerah

Persoalan biaya sempat membuat Mirabel Azzahwa Effendy mengurungkan niatnya untuk…

Rabu, 07 September 2022 12:40

Siap Jadi ‘Wakil Rakyat’ karena Suka Hukum

Tak sepenuhnya memahami dunia politik, bukan penghalang bagi Masnawiyah untuk…

Jumat, 19 Agustus 2022 21:59

Menghadapi Ancaman Krisis Pangan

KENAIKAN dan kelangkaan bahan pangan tertentu di dunia sudah mulai…

Selasa, 09 Agustus 2022 11:24

Kesehatan Gigi, Stunting dan Kesejahteraan Masyarakat

DALAM buku  Prosthodontic Treatment For Edentulous Patiensts edisi 10 Boucher…

Selasa, 19 Juli 2022 20:54

Faktor Dibalik Konflik Keamanan Semenanjung Korea

ISU keamanan merupakan salah satu isu penting di berbagai kawasan…

Selasa, 19 Juli 2022 20:33

Pengaruh Kerjasama UN Human Rights Council (UNHCR) dalam Isu Human Trafficking 

  Bentuk tindakan berupa praktek human trafficking menjadi salah satu praktek yang…

Senin, 18 Juli 2022 22:38

Globalisasi dan Permasalahan Keamanan Internasional akibat Cyber Crime di Indonesia

Saat ini cyber crime menjadi ancaman paling serius di Indonesia.…

Senin, 18 Juli 2022 18:15

Perwujudan HAM melalui Perlindungan Pengungsi Myanmar

Hak Asasi Manusia (HAM) secara singkat dapat didefinisikan sebagai hak-hak…

Senin, 14 Maret 2022 20:02

IKN, Mau Jadi Kota Apa?

IKN sudah masuk tahap baru. Tahap pembangunan. Setelah sebelumnya melewati…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers