MANAGED BY:
RABU
05 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 22 September 2022 08:42
Tawarkan Adu Bukti di Kepolisian

Komisi II Mediasi PT SBE dengan Kelompok Tani

MEDIASI: Ketua dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, saat memimpin RDP dengan perwakilan PT SBE dan kelompok tani.

TANJUNG REDEB – Persoalan saling klaim lahan antara PT Supra Bara Energi (SBE) dengan masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Bachtiar, kembali dimediasi Komisi II DPRD Berau, Selasa (20/9) lalu.

Pertemuan di ruang rapat gabungan DPRD Berau itu, dihadiri perwakilan DPC Lembaga Aliansi Indonesia BPAN Kabupaten Berau, perwakilan kelompok tani, dan perwakilan PT SBE.

Ketua Komisi II DPRD Berau Andi Amir yang memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengatakan, persoalan tersebut sudah bergulir sejak 2012 lalu. Sudah hampir 11 tahun, tapi belum ada titik temu. Untuk itu, pihaknya kembali memediasi pertemuan antara PT SBE dengan kelompok tani.

"Berulang kali saya sampaikan, kalau mau kerja tenang tolong punya niat baik untuk bertemu. Bingung juga saya ini kalau begini terus. Yang mesti kita kedepankan dari persoalan adalah kekeluargaan. Itulah tujuannya kenapa kami Komisi II menjembatani," ujar Amir dalam rapat.

Yang diharapkan, kata Amir, bagaimana caranya antara kelompok tani dengan manajemen perusahaan bisa menemukan kesepakatan. Sebab jika persoalan tersebut terus dibiarkan berlarut-larut maka kedua pihak tetap dirugikan.

"Sebenarnya kalau aja ada itikad baik dari PT SBE, tidak akan ada mengulang-ulang pertemuan seperti ini. Saya ini kalau pengadilan, sudah saya jewer telinganya mereka ini. Cuma kan tidak bisa, karena kami sifatnya hanya menjembatani saja, dan memediasi," bebernya.

"Tugas kami DPRD, bagaimana masyarakat kami dan investor bisa masuk, kerja dengan tenang, kami jembatani. Tolong ketemulah. Bagaimana mau kerja dengan baik kalau masih ribet-ribet terus," sambungnya.

Anggota Komisi II DPRD Berau Jasmine Hambali menambahkan, persoalan ini sudah berulang kali masuk ke dewan. Tapi sampai sekarang belum juga ada penyelesaian. Sehingga dirinya mengharapkan, mediasi kali ini adalah yang terakhir. Apapun yang dihasilkan dari mediasi tersebut, kedua pihak bisa menerimanya.

"Seperti yang disampaikan pihak PT SBE, bahwa mereka tetap pada pendiriannya, dengan tidak ada kesediaannya untuk membayar dalam menyelesaikan masalah ini. Saya pikir, kita pun pihak DPRD tidak dalam posisi yang harus memaksa PT SBE, karena mereka juga merasa punya bukti (pemilikan lahan, red) akan hal itu," terang Hambali.

Sedangkan menurut Wakil Ketua Komisi II Wendy Lie Jaya, dari mediasi yang dilakukan, pihak PT SBE tidak berkenan mengadu alat bukti kepemilikan di forum tersebut. Tapi bersedia mengadu bukti kepemilikan di pengadilan. Namun yang perlu diketahui bersama, forum di DPRD adalah forum yang sifatnya memfasilitasi. Sehingga jika ada persoalan sengketa di masyarakat, pihaknya hanya bisa memfasilitasi.

"PT SBE melalui kuasa hukumnya, tetap ngotot ingin menyelesaikan permasalahan ini di jalur hukum pengadilan. Tetapi di samping itu, kami juga mengerti apa yang menjadi keinginan kelompok tani Bachtiar," tuturnya.

Untuk itu, Wendy menawarkan kepada kedua pihak, agar persoalan ini dibuat semi litigasi, dengan meminta kepada Kapolres Berau untuk memediasi. Guna mengadu alat bukti masing-masing pihak, sebelum masuk ke ranahnya tuntut-menuntut.

"Itu salah satu tawaran saya. Karena kalau mau memaksa salah satu pihak itu tidak mungkin bisa, karena ini bukan pelanggaran hukum, undang-undang, ataupun aturan. Kami tidak punya ruang untuk memaksa. Suka tidak suka, mau tidak mau, memang harus ada tahapan lain yang memang harus dikerjakan," bebernya.

Sementara Ketua DPC Aliansi Indonesia BPAN Kabupaten Berau, Carry, memastikan akan tetap menuntut. Karena menganggap sudah memiliki bukti dan data administrasi di kelompok tani.

"Pertemuan kali ini sebenarnya adalah untuk adu data, cuma dari pihak SBE tidak ada membawa. Dengan alasan bahwa dari pihak SBE tidak memberikan, padahal kan dia (Tommy) kuasa hukumnya," terang Carry.

"Jika memang di Polres mau diadu data dan fakta, kami selalu siap. Dan benar ada 34 hak yang belum dibayarkan sama sekali oleh SBE. Klaim tumpang tindih dari SBE sudah kami patahkan dengan data dan fakta yang kami miliki," lanjutnya.

Disebutnya, niat baik itu memang belum ada keluar dari manajemen PT SBE. "DPRD adalah penyalur aspirasi kami. PT SBE tidak mengindahkan saran terbaik dari dewan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya," katanya.

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum PT SBE Penny Isdhan Tommy menyampaikan dengan berat hati, harus mengulangi bahwa pihaknya tetap pada pendirian semula. Mengenai semi litigasi, sesuai yang ditawarkan oleh Komisi II tersebut, pihaknya sangat mengapresiasi.

"Kami tetap pada pendirian kami. Karena itu kami mengharapkan satu kebijakan dan pemakluman dari dewan, agar kiranya mengarahkan persoalan ini ke lembaga hukum," tutur Tommy.

Menurutnya dengan melalui jalur hukum, akan jauh lebih jelas sebenarnya. Sehingga berkeinginan menyelesaikan permasalahan ini di pengadilan. Disebutnya juga, bukan tidak ingin menunjukkan data dalam forum tersebut, tetapi menurutnya di legislatif itu bukan tempatnya pembuktian. Memang sudah ranahnya pengadilan.

"Sejak awal kami sudah menyarankan dibawa saja ke pengadilan. Sekitar ada 62 atau 64 hektare kalau tidak salah yang diklaim oleh mereka (kelompok tani Bachtiar). Sementara kan SBE tetap berkeyakinan yang diklaim itu sudah dibebaskan dan kami bayar," ungkapnya.

Namun untuk tawaran membuka data di kepolisian, pihaknya mengaku siap. Sebab menurut Tommy, aparat kepolisian memang salah satu perangkat hukum milik negara. (mar/udi)


BACA JUGA

Rabu, 05 Oktober 2022 02:26

Dermaga di Singkuang dan Raja Alam, 7 Oktober Harus Rampung

TANJUNG REDEB – Guna memastikan kesiapan dermaga penyeberangan untuk jalur…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:39

Cegah Kriminalitas, Rumah Warga Dipasang Jaringan Listrik

TANJUNG REDEB – Cegah aksi kriminalitas di malam hari, Kapolsek…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:12

Simulasi untuk Evaluasi

TANJUNG REDEB - Perbaikan Jembatan Sambaliung tinggal hitungan hari. Pembangunan…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:06

Pengelolaan APBD Harus Tertib dan Transparan

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, meminta Pemkab…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:02

Semarak Literasi di Bulan Kunjungan Perpustakaan

TANJUNG REDEB – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau menggelar…

Senin, 03 Oktober 2022 10:22

Tawarkan Skema Block Seat

TANJUNG REDEB – Upaya untuk menekan tingginya harga tiket transportasi…

Senin, 03 Oktober 2022 10:17

Bulan Ini Uji Coba Lapangan

TANJUNG REDEB - Pembangunan Stadion Olimpic Mini Teluk Bayur sudah…

Sabtu, 01 Oktober 2022 14:08

Gandeng Swasta Benahi Taman

TANJUNG REDEB - Banyaknya fasilitas taman di Berau yang rusak,…

Sabtu, 01 Oktober 2022 14:00

Tiket Pesawat Mahal, Berdampak pada Kunjungan Wisatawan ke Berau

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih mengakui mahalnya harga…

Sabtu, 01 Oktober 2022 13:56

Alokasikan Anggaran Rp 31 M

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Gamalis, turut menyoroti kerusakan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers