MANAGED BY:
RABU
05 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 22 September 2022 09:08
Tekan Penggunaan Gas Melon

Pemerintah Canangkan Peralihan Kompor Gas ke Kompor Listrik

KONVERSI: Pemerintah Pusat mewacanakan peralihan dari kompor gas ke kompor listrik, untuk menekan pemakain gas melon.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Pusat tengah menggalakkan program konversi kompor gas ke kompor listrik. Sehingga penggunaan gas elpiji 3 Kilogram (Kg) oleh masyarakat diminta dikurangi.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setkab Berau, Kamaruddin mengaku belum mengetahui rencana program konversi tersebut. Namun, ia memastikan siap menjalankannya jika sudah ada regulasinya.

Saat ini, ia menyebut pasokan gas melon di Berau per tahun mencapai 6.433 ribu metrik ton. Atau setara dengan 2 juta 144 ribu tabung.

“Pemakai elpiji 3 Kg di Berau cukup banyak. Jika dialihkan ke kompor listrik, pastikan akan disosialisasikan dulu,” katanya.

Ia mengatakan, kemungkinan pemerintah menerapkan subsidi tertutup bukan terbuka. Dalam artian, subsidi ini diserahkan ke pabrik untuk membuat kompor listrik dan diserahkan ke masyarakat secara luas. Namun ia mengaku belum tahu menahu mekanismenya seperti apa. “Saya belum tahu sistemnya gimana,” terangnya.

Ia melanjutkan, Pemkab Berau akan menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur. “Sudah (ada suratnya, red), tapi saya belum baca berapa HET-nya,” ujarnya.

Hal tersebut merupakan dampak dengan adanya pangkalan pengisian elpiji yang baru diresmikan beberapa waktu lalu, sehingga ongkos pengiriman yang sebelumnya tinggi bisa diatasi.

“Tentu berdampak pada HET. Kemungkinan akan segera diberlakukan, tinggal menunggu SK bupati lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengutarakan keseriusan pemerintah dalam melakukan program konversi kompor gas berbahan LPG 3 kg menjadi kompor listrik atau kompor induksi. Namun dia sadar, proses peralihan itu tidak akan bisa berjalan secara instan.

“Diminimalkan (penggunaan LPG 3 kg), tapi ini kan it takes time berapa tahun, supaya kita, mau enggak kita impor barang luar terus, kan gamau kan?” ujar Menteri Arifin beberapa waktu lalu, seperti dikutip Minggu (18/9). (hmd/arp)

 


BACA JUGA

Rabu, 05 Oktober 2022 02:19

Usung Anies, NasDem Berau Target Delapan Kursi

TANJUNG REDEB – Partai NasDem sudah mendeklarasikan mengusung Anies Baswedan…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:31

Masih Menunggu Juklak

TANJUNG REDEB – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memperpanjang…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:25

Ingatkan Satpol PP soal Penegakan Perda Miras

TANJUNG REDEB – Masih adanya temuan kasus penjualan minuman beralkohol…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:19

Incar Tujuh Pelanggaran

TANJUNG REDEB – Terhitung sejak kemarin (3/10) hingga (16/10) nanti…

Selasa, 04 Oktober 2022 13:13

Bulog Berau Tepis Isu Krisis Pangan

TANJUNG REDEB – Adanya isu tentang krisis pangan yang terjadi di…

Senin, 03 Oktober 2022 10:36

Perbaikan Tetap Sesuai Jadwal

TANJUNG REDEB - Perbaikan dan penutupan akses menuju Jembatan Sambaliung…

Senin, 03 Oktober 2022 10:09

Tak Tersentuh Perbaikan

TANJUNG REDEB – Kerusakan di dermaga yang berada di ujung…

Senin, 03 Oktober 2022 10:05

Ajak Kawula Muda Pahami Nilai Pancasila

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengajak seluruh…

Sabtu, 01 Oktober 2022 14:13

Kabar Begal Hoaks, Tapi Harus Tetap Waspada

TANJUNG REDEB – Kasat Reskrim Polres Berau Iptu Ardian Rahayu Priantna,…

Sabtu, 01 Oktober 2022 14:02

Satpol PP Berau Butuh Intel

TANJUNG REDEB – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers