MANAGED BY:
RABU
07 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 04 Oktober 2022 13:12
Simulasi untuk Evaluasi

Dilakukan sebelum Penutupan Jembatan, Satu LCT Tampung 10 Mobil

PERSIAPAN PENUTUPAN JEMBATAN: Beberapa pekerja tengah mempersiapkan material untuk pembangunan dermaga penyeberangan untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, di sekitar Dermaga Sanggam, Tanjung Redeb, kemarin (3/10).

TANJUNG REDEB - Perbaikan Jembatan Sambaliung tinggal hitungan hari. Pembangunan dermaga untuk jalur penyeberangan alternatif, terus dikebut.

Dinas Perhubungan Berau yang ditunjuk sebagai leading sector percepatan perbaikan Jembatan Sambaliung dari Pemkab Berau, terus memastikan kesiapan segala sesuatunya. Baik pekerjaan yang sudah berjalan maupun yang saat ini masih berproses. Seperti pekerjaan pembangunan dermaga untuk penyeberangan alternatif kendaraan roda dua dan pejalan kaki dari sisi Dermaga Sanggam, Tanjung Redeb, yang mulai dikerjakan kemarin.

"Kebutuhan material baru datang tadi malam (Minggu, red). Pasti akan dikebut penyelesaiannya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Berau Andi Marewangeng, ditemui usai rapat percepatan perbaikan Jembatan Sambaliung di Pemkab Berau kemarin. 

“Sebenarnya kita di daerah sifatnya hanya memfasilitasi kegiatan provinsi ini. Pada prinsipnya kita di daerah siap bersinergi bersama untuk kepentingan masyarakat, semua pihak terkait dilibatkan," sambung dia.

Mengenai kesiapan dermaga, saat ini sudah memasuki tahap akhir penyelesaian di empat titik lainnya. Yakni pada titik Jalan Singkuang dan Limunjan, sudah masuk tahap penyelesaian. "Sedangkan pada titik Dermaga Sanggam dan dekat pencucian mobil di Sambaliung, saat ini memang masih proses pengerjaan," ucapnya.

Andi menjelaskan, rapat yang dipimpin Wakil Bupati Berau Gamalis kemarin, membahas rencana kesiapan penutupan Jembatan Sambaliung yang dijadwalkan 7 Oktober nanti. "Tetapi masih akan ada rapat lanjutan tanggal 5 Oktober (besok), untuk membahas simulasi, apakah penyeberangan alternatif sudah layak digunakan pada 7 Oktober nanti," jelasnya.

Simulasi dilakukan sebelum penutupan jembatan secara total. Agar pihaknya bisa melihat kondisi keselamatan ketika landing craft  tank (LCT) bersandar, begitu juga dengan alur perlintasannya. Dalam hal ini, pihaknya berharap rencana penutupan jembatan tidak meleset dari yang sudah dijadwalkan.

"Kami Dishub sifatnya hanya berkaitan dengan alur lalu lintas saja, sedangkan yang mengeluarkan izin gerak LCT adalah pihak dari KUPP (Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan) Tanjung Redeb," terangnya.

Dari hasil rapat tersebut, untuk tahap awal akan menggunakan dua unit LCT. Satu unit untuk muatan roda dua dan satu unit lagi untuk roda empat. Mengenai kemungkinan adanya penambahan, kepastiannya akan melihat hasil simulasi nanti.

“Rapat tadi (kemarin, red) juga dibahas, ketika posisi air surut, LCT besar tidak bisa melewati jembatan. Jadi kemungkinan LCT yang agak kecil bisa saja bisa lewat jembatan. Di simulasi nanti, semuanya bisa kita nilai dan ditentukan seperti apa solusi terbaiknya," bebernya.

Namun untuk penyeberangan kendaraan roda dua dan pejalan kaki, kemungkinan akan ditambah dengan kapal tambangan yang siap digunakan di wilayah Lamin, Teluk Bayur. Karena pihaknya menilai, kendaraan roda dua akan lebih banyak menyeberang selama Jembatan Sambaliung ditutup total.

Dirinya berharap, komitmen Pemkab Berau dalam memfasilitasi kegiatan perbaikan jembata berjalan lancar. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga mendukung penuh proses perbaikan Jembatan Sambaliung. “Kita di daerah mendukung, tidak hanya Dishub, tetapi juga pihak-pihak lainnya," tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau Taupan Madjid menambahkan, kesepakatan rapat kemarin, sejatinya memastikan kesiapan simulasi penggunaan jalur alternatif. Pengadaan LCT dari pihak swasta juga akan dilakukan peninjauan lapangan, guna memastikan kesiapannya, terkhusus saat bermanuver untuk menyeberangkan kendaraan di sungai.

"Tadi kesimpulannya harus ada simulasi dulu sebelum ditutup tanggal 7 Oktober. Sehingga setelahnya itu nanti bisa diprediksi tingkat kesulitannya sejauh mana. Agar meminimalisasi kendala dan hambatan yang mungkin akan terjadi," tambah Taupan.

Disebutnya, kemampuan LCT berdasarkan hasil analisa tim percepatan dari perusahaan, satu LCT hanya mampu menampung 10 mobil untuk menyeberang. Sementara berdasarkan perhitungan tim, dalam 1 jam, rata-rata ada 400 kendaraan roda empat yang akan menyeberang.  

"Makanya kita siapkan kantong parkir, kita libatkan Satpol PP dan posko kesehatan untuk stand by. Karena tak bisa dimungkiri, akan terjadi antrean dengan jumlah kendaraan yang cukup banyak nantinya," jelasnya.

Pihaknya juga menyarankan, jika memungkinkan bisa menambahkan kapal roro untuk jalur penyeberangan dari Samburakat menuju Gurimbang. "LCT kan bukan untuk penyeberangan. Tapi, kita sudah izin ke KUPP mengenai syarat-syaratnya. Salah satunya, dengan memastikan masyarakat yang menyeberang diwajibkan menggunakan safety jacket dan mobil tidak boleh bergerak selama berada di atas LCT," jelasnya.

Sementara untuk penyeberangan kendaraan besar,  akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak KUPP. Sebab pihaknya sempat direkomendasikan oleh KUPP untuk menggunakan kapal roro. Untuk itu, pihaknya juga meminta agar difasilitasi, guna memastikan kapal roro mana yang bisa digunakan. Hal tersebut juga menjadi opsi untuk menyeberangkan kendaraan pengangkut BBM dan lainnya, yang memang mobilisasinya cukup tinggi setiap hari.

"Kalau digabung dengan kendaraan biasa, dinilai kurang safety. Kita ambil opsi menggunakan kapal roro. Tapi itu belum pasti juga, itu alternatif opsi apabila terjadi penumpukan. Makanya kita simulasi dulu, bagaimana situasi ini dengan kondisi berapa lama waktunya untuk manuver LCT," ungkapnya.

"Kita berharap kontraktor yang bekerja juga dipercepat. Tapi kerja jembatan tidak bisa diburu-buru juga. Kita berharap cepat agar tidak berlarut-larut. Karena ini kepentingan kita semua," tutupnya. (mar/udi)


BACA JUGA

Kamis, 08 Desember 2022 01:48

Samarinda Juara Umum

TANJUNG REDEB - Berjibaku lebih dari dua pekan di ajang…

Kamis, 08 Desember 2022 01:45

Putusan Dianggap Cacat Hukum

TANJUNG REDEB – Jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau…

Rabu, 07 Desember 2022 10:48

UMK Berau Tertinggi di Kaltim, Tembus Rp3,6 Juta

TANJUNG REDEB - Dewan pengupahan telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten…

Rabu, 07 Desember 2022 03:06

KPU Berau Ajukan Opsi Perubahan Dapil

TANJUNG REDEB – Sesuai dengan edaran Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Rabu, 07 Desember 2022 03:06

Seat Selalu Penuh, Berharap Pesawat Lebih Besar yang Datang ke Kalimarau

TANJUNG REDEB – Maskapai Citilink telah resmi membuka jalur penerbangan…

Rabu, 07 Desember 2022 03:05
Perebutan Ketua DPRD Kaltim

Kalah Dalam Putusan Banding, Makmur Ajukan Kasasi ke MA

LANGKAH Makmur HAPK menyoal pergantian dirinya dari kursi Ketua DPRD…

Selasa, 06 Desember 2022 01:25

Keberatan, Apindo Surati Disnakertrans

TANJUNG REDEB - Berdasarkan hasil rapat dewan pengupahan kabupaten, Upah…

Selasa, 06 Desember 2022 01:24

Kelebihan Kapasitas di Rutan Tanjung Redeb Masih Jadi Masalah

TANJUNG REDEB – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb…

Selasa, 06 Desember 2022 01:23

Kejar Target Serapan Anggaran

TANJUNG REDEB - Memasuki penghujung tahun 2022, Bupati Berau Sri…

Senin, 05 Desember 2022 12:09

Kontribusi Rp 10 Miliar Per Tahun untuk Negara

Lahan bekas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jalan dr Soetomo, Tanjung…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers