MANAGED BY:
JUMAT
27 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KALTIM | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 14 Oktober 2022 14:35
Minimal Sekali Sebulan Diterapkan

Pakai Baju Adat di Sekolah

BELAJAR: Para murid-murid saat mengikuti pembelajaran di salah satu sekolah dasar di Berau.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Pusat mengeluarkan aturan baru terkait pemakaian baju adat di sekolah. Aturan itu tertuang pada Peraturan Mendikbudristek Nomor 50 tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Mengenai hal ini, Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengaku setuju dengan adanya aturan tersebut. Terlebih seragam ini termasuk soal baju adat yang dikenakan siswa saat hari atau acara adat tertentu.

“Ini bagus, memberikan pelajaran juga kepada anak-anak, bahwa setiap daerah memiliki ciri khas baju adatnya sendiri,” ucapnya.

Pengaturan seragam sekolah terbaru ini menurutnya bertujuan untuk menanamkan dan menumbuhkan nasionalisme, kebersamaan serta memperkuat persaudaraan di antara siswa.

Selain itu, peraturan ini juga bertujuan meningkatkan kesetaraan antarsiswa, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi orang tua atau wali siswa serta meningkatkan disiplin dan tanggung jawab siswa.

“Dalam Pasal 3 disebutkan ada tiga jenis seragam sekolah yang digunakan siswa SD hingga SMA yakni pakaian seragam nasional, pakaian seragam pramuka, dan pakaian adat,” katanya.

Meskipun tidak wajib, ia mengatakan, hal ini tentu bisa dilakukan sebulan sekali. Mengingat, tidak semua anak-anak memiliki baju adat dan harus menyewa. Jadi tidak mungkin jika harus dilakukan sepekan sekali.

“Tentu ada pengeluaran lebih jika harus seminggu sekali, tapi jika sebulan sekali, tidak terlalu berat kan biayanya,” paparnya.

Ditambahkan Madri, dengan menggunakan baju adat, tentu ada pembelajaran terbaru untuk anak-anak sekolah. Ia mencontohkan, tidak semua orang tahu bagaimana bentuk baju adat Berau, tapi dengan adanya peraturan ini, semua akan memahami dan lebih mencintai budaya Indonesia yang beraneka ragam. “Saya mendukung dan setuju,” katanya.

Jika perlu, ia berharap agar diterapkan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan begitu PNS juga akan belajar tentang suatu daerah. “Bisa juga ini diterapkan ke PNS,” pungkasnya. (hmd/arp)


BACA JUGA

Jumat, 27 Januari 2023 01:41

Bupati Paparkan Potensi Wisata Berau

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Berau tiada henti-hentinya membangun jejaring guna…

Jumat, 27 Januari 2023 01:40

Olah TKP Terkendala Cuaca

TANJUNG REDEB - Hujan yang terjadi sepanjang hari kemarin (26/1)…

Kamis, 26 Januari 2023 16:03

Tidak Ada Kenaikan Iuran

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan…

Kamis, 26 Januari 2023 16:02

Astuti Tiba di Berau

TANJUNG REDEB – Orangutan dari Manado berjenis kelamin betina yang…

Kamis, 26 Januari 2023 16:02

44,05 Gram Sabu Diblender

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau musnahkan…

Kamis, 26 Januari 2023 15:57

Terima Laporan, Polisi Mulai Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim…

Rabu, 25 Januari 2023 01:33

Tinggalkan Kesan Baik, Terus Tingkatkan Sinergi

Pisah sambut Kepala KUPP Tanjung Redeb dari Hotman Siagian kepada…

Rabu, 25 Januari 2023 01:31

Dua Pelaku Terancam Pidana 15 Tahun

TANJUNG REDEB – Kasus pencabulan kembali diungkap jajaran Polres Berau,…

Rabu, 25 Januari 2023 01:30

Kebut Peningkatan Status Kampung Mapulu

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah berupaya meningkatkan…

Selasa, 24 Januari 2023 01:20

Terumbu Karang yang Rusak dan Mencari Ikan Tak Lagi Mudah

Bertarung ombak, bertaruh dengan cuaca, tapi hasil tak lagi seberapa.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers