MANAGED BY:
RABU
07 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Rabu, 23 November 2022 14:32
Covid-19 Kembali Merahkan 7 Wilayah Kaltim
HARUS DICEGAH: Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, mengingatkan agar pemda bisa segera bertindak untuk mencegah penambahan kasus Covid-19 di Kaltim kembali tinggi.

SAMARINDA - 7 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali masuk dalam zona rentan atau zona merah Covid-19.

7 kabupaten/kota yang dimaksud yakni Samarinda, Bontang, Berau, Balikpapan, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara. Sementara zona oranye berada di Paser dan Kutai Timur. Sedangkan untuk zona kuning Covid-19 berada di Kabupaten Mahakam Ulu.

Kasus penambahan zona ini dikarenakan kasus harian Covid-19 di Bumi Etam yang meningkat hingga bertambah di atas 100 kasus. Data itu sebagaimana siaran grafik oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim per Selasa (15/11), kasus Covid-19 berada di angka 126.

Adapun penyebarannya terdiri dari Kutai Kartanegara sebanyak 26 kasus, Kutai Barat sebanyak 25 kasus, Samarinda 9 kasus, Kutai Timur sebanyak 8 kasus, Penajam Paser Utara 8 kasus, Bontang 8 kasus, Berau sebanyak 4 kasus, dan yang paling sedikit adalah Kabupaten Mahakam Ulu sebanyak 1 kasus. Khusus di Kota Balikpapan, terdapat 1 orang meninggal.

Terkait dengan penerapan kembali Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Covid-19, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, mengatakan, kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid tentunya merupakan kebijakan dari pemerintah pusat yang diikuti oleh pemerintah daerah.

Meski demikian, Sigit meminta agar pemerintah daerah bisa segera mengambil tindakan dalam meminimalisir terjadinya penambahan kasus. Salah satunya, dengan melakukan penerapan kembali 5 M (Mencuci tangan, menggunakan masker, menggunakan sanitizer, mengindari kerumunan, dan mengurangi berjabat tangan).

“Termasuk masyarakat yang perlu meningkatkan kesadaran saling membantu untuk menekan penyebaran kasus Covid-19. Berangkat juga dari dampak sebelumnya yang pernah dirasakan, seperti pada sektor perekonomian (membuat omzet menurun), hingga kegiatan aktivitas belajar terhenti,” ujarnya. (adv/dprdkaltim/sam)


BACA JUGA

Selasa, 06 Desember 2022 13:13

Tingkatkan Rasa Cinta Tanah Air

SAMARINDA - Semakin majunya perkembangan zaman dengan bertebarnya pemanfaatan teknologi…

Selasa, 06 Desember 2022 13:12

Ingatkan Kewajiban Swasta soal CSR

SAMARINDA - Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono, mengatakan,…

Selasa, 06 Desember 2022 13:08

Pedalaman dan Perbatasan Butuh Air Layak Pakai

SAMARINDA - Masih banyaknya daerah pedalaman dan perbatasan di Kalimantan…

Selasa, 06 Desember 2022 13:06

Kembangkan Potensi Produk Olahan Ikan

SAMARINDA - Melimpahnya hasil tangkapan ikan di Kaltim seharusnya mampu…

Senin, 05 Desember 2022 12:29

Tanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan kepada Masyarakat

SAMARINDA - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur H. Saefuddin Zuhri,…

Senin, 05 Desember 2022 12:25

Manfaatkan Potensi Alam Peningkatan PAD

SAMARINDA - Berbagai potensi alam yang dimiliki Kaltim saat ini…

Senin, 05 Desember 2022 12:23

Jaga Persatuan dan Nilai-Nilai Kebangsaan

SAMARINDA - Wawasan kebangsaan dianggap sangat penting dalam hubungan antarbangsa…

Senin, 05 Desember 2022 12:20

Harus Beri Manfaat Besar

JAKARTA - Peningkatan kualitas sumber daya manusia Kaltim harus menjadi…

Minggu, 04 Desember 2022 12:03

Kaltim Harus Lirik Perkebunan Karet

SAMARINDA - Sejauh ini perkebunan kelapa sawit masih menjadi primadona…

Minggu, 04 Desember 2022 12:00

Minta Pempov Cari Alternatif Sektor Batu Bara

SAMARINDA - Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono, mengatakan,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers