MANAGED BY:
JUMAT
27 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KALTIM | KOMBIS
Selasa, 29 November 2022 12:44
Sarang Burung

Oleh Daeng Sikra

PEROLEHAN medali di arena porprov, tidak terlalu menarik bagi warga dibanding demam Piala Dunia Qatar. Begitupun penjual kopi di tepian sungai, ikut menggelar nonton bareng.

Saat Jerman berhadapan dengan Jepang, saya di antara puluhan penonton di warung milik Saparudin. Ikut menyaksikan bagaimana serunya nonton di area terbuka. Tak ada fanatisme negara mana yang didukung.

Ketika pemain Jerman melakukan penyerangan dan nyaris membuahkan gol, di situ pula suara penonton serentak menggelegar. Sebaliknya, saat Jepang berhasil menyarangkan bola ke gawang Jerman, saya dan penonton lainnya ikut berteriak.

Rupanya, di antara banyak penonton itu, ada juga teman-teman dari beberapa instasi yang tergabung dalam satu tim. Bukan tim nonton bareng. Tapi, tim yang bersama-sama melakukan pendataan pedagang sepanjang tepian Sungai Segah.

Sahabat saya, Pak Said yang jadi ketua tim. Menelisik semua pedagang yang berjualan di kawasan itu. Sayapun berbincang lama, bagaimana mengelola dan membina para pedagang yang setiap malam dengan setia berjualan.

“Memang harus ditata dengan baik,” kata Said. Setuju dengan kalimat itu. Memang harus ditata, mulai apa yang dijual, bagaimana kualitasnya, bagaimana penggunaan air bersihnya. Bagimana agar mereka tidak membuang sampah ke sungai. “Yang penting, bagaimana bayar pajaknya,” kata Pak Said sambil tertawa.

Soal potensi pendapatan inilah yang ditelusuri kembali oleh tim yang dipimpin Pak Said. Sayapun memberikan gambaran, kalau para pedagang itu sangat patuh. Apalagi terkait dengan kewajibannya.

Penghasilan mereka fluktuatif. Saat akhir pekan tiba, pengunjung banyak bisa membuat pedagang tersenyum. Ada saat mereka tak menghasilkan apa-apa. Apalagi di musim penghujan seperti sekarang.

Para pedagang itu, setiap malam harus memikirkan bagaimana membayar listrik, membayar air bersih, dan membayar petugas yang membawa gerobak mereka, usai berjualan. Juga bagaimana membayar biaya hidupnya.

Itu kenyataan yang dihadapi para pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan di situ. Ada yang sudah berganti generasi. Kalau dulu yang jualan bapaknya, sekarang digantikan anaknya.

Pak Said mengaku, memungut pajak dari para pedagang di sepanjang tepian sungai maupun rumah makan lainnya, tidaklah sulit. “Kita juga punya pertimbangan yang tidak memberatkan pedagang,” kata Pak Said.

Terus, pasti ada yang sulit? Pak Said tersenyum. Berau ini tekenal dengan penghasil sarang burung walet alam dan rumahan. Yang rumahan, belum seluruhnya berhasil. Tapi yang didapatkan dari alam, ini yang kita sedang jajaki terkait pungutan pajaknya.

Memang harus membangun jaringan, dalam mendapatkan angka hasil yang didapatkan setiap panen. Begitupun, hasil yang diantarpulaukan. Bisa saja membangun kerja sama dengan balai karantina di bandara. Tapi, sulit melacak yang membawa sarang burung lewat jalur darat ke Samarina atau Balikpapan.

Di satu sisi, dalam meraih pendapatan asli daerah, sudah ditetapkan. Setidaknya Pak Said bersama tim, harus bekerja keras memenuhi target yang ditetapkan itu. Kalau angkanya pada Rp 90 miliar. Di angka itu harus terpenuhi sebelum tutup buku di bulan Desember.

“Saya optimistis bisa memenuhi target PAD,” kata Said. Saya senang mendengar jawaban singkat Pak Said, walau diucapkan dengan suara yang perlahan. Memang tipe vokalnya seperti itu.

Tanggung jawab dalam mengumpulkan pendapatan daerah, bukan hal mudah. Pak Said bersama timnya harus kerja ekstra keras. Agar semua berjalan lancar, para wajib pajak harus memberikan dukungan.

Dukungan keterbukaan dan kejujuran. Terutama para pengusaha sarang burung walet. @cds_daengsikra. (*/udi)


BACA JUGA

Jumat, 27 Januari 2023 01:42

Hujan Penutup

TIDAK sedang bermain catur. Tapi sejak pagi, hujan di hari…

Kamis, 26 Januari 2023 15:57

Ketua KONI

BURSA calon ketua KONI Berau mulai diluncurkan. Saatnya bagi yang…

Rabu, 25 Januari 2023 01:31

Baju Baru

DAPAT bingkisan Imlek. Kemasannya kecil saja. Tapi maknanya besar. Setidaknya…

Selasa, 24 Januari 2023 01:20

Ramuan Sarang Burung

ANGKA 9 memang dahsyat. Angka kesuksesan. Dinasti Ming mengakui kehebatan…

Senin, 23 Januari 2023 00:50

Gong Xi Fa Cai

“Xie xie, Pak Daeng,” itu jawaban teman yang tinggal di…

Sabtu, 21 Januari 2023 18:55

Problematika Hybrid Contract Antara Pemasok Ikan dan Nelayan

MASYARAKAT nelayan tergolong kelompok yang relatif tertinggal secara ekonomi apabila…

Jumat, 20 Januari 2023 15:51

Mantan Terindah

BAGAIMANA suasananya, bila para mantan bertemu. Kira-kira, apa yang dibicarakan.…

Kamis, 19 Januari 2023 08:18

Kaltara Lagi

GUBERNUR Kaltara Zainal Arifin Paliwang (ZAP) ke Berau lagi. Bertemu…

Rabu, 18 Januari 2023 14:10

Cokelat Bahagia

KALAU lagi tak nyaman hati, cobalah nikmati cokelat. Itu yang…

Selasa, 17 Januari 2023 07:12

Lele Fang Sheng

HARI Raya Imlek 2023 atau Tahun Baru Cina 2574 tahun…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers