MANAGED BY:
JUMAT
27 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KALTIM | KOMBIS

UTAMA

Senin, 23 Januari 2023 00:49
Masa Jabatan Kades 6 atau 9 Tahun Sama Saja, Makmur: Bukan soal Masa Jabatan, tapi Pemimpin yang Bisa Sejahterakan Rakyatnya
TUNTUT REVISI: Ribuan kepala desa atau kampung ketika menuntut revisi UU Desa di DPR RI, beberapa waktu lalu.

TANJUNG REDEB – Ribuan kepala desa atau kampung, menuntut revisi Undang-Undang Desa guna memperpanjang masa jabatan kepala desa atau kampung menjadi 9 tahun.

Menanggapi tuntutan memperpanjang masa jabatan kepala kampung, anggota DPRD Kaltim Makmur HAPK, menyebut hal itu bukanlah sesuatu yang baru. Tuntutan untuk memperpanjang masa jabatan kepala kampung yang saat ini berdurasi 6 tahun, sudah pernah diusulkan puluhan tahun lalu.

Disebutnya, masa jabatan kepala kampung pernah mencapai 8 tahun dalam satu periode, dan sempat berubah menjadi 5 tahun. “Hal seperti ini sudah pernah terjadi. Dan yang saat ini menjabat, satu periodenya selama 6 tahun,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (21/1) lalu.

Menurut Makmur, masa jabatan kepala kampung, baik selama 6 tahun atau 9 tahun, dianggap sama. Sebab saat ini, kepala kampung bisa menjabat selama 3 periode. Sementara dalam usulan baru tersebut, dari informasi yang diterimanya, seseorang bisa menjabat kepala kampung maksimal hanya 2 periode. “Artinya kalau 6 tahun, 3 periode, artinya 18 tahun. Sama juga kalau 9 tahun, 2 periode. Tetap juga 18 tahun,” jelas Makmur.  

Makanya Makmur tidak terlalu menyoroti soal tuntutan masa jabatan kepala kampung tersebut. Tapi yang harus jadi perhatian, lanjut dia, seorang kepala kampung harus bisa membuat kampung yang dia pimpin lebih maju. “Mau itu 6 tahun atau 9 tahun jika tidak bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sama saja bohong,” tegasnya.

Silakan saja saja jika memang ada penambahan masa jabatan itu, tetapi pesan saya harus bisa menjadi pemimpin yang dapat mensejahterakan masyarakat,” papar Makmur.

Sebelumnya, aspirasi seluruh kepala desa atau kampung se-Indonesia yang menginginkan revisi Undang-Undang (UU) Desa untuk memperpanjang masa jabatan dari 6 tahun menjadi 9 tahun, ditanggapi Wakil Bupati Berau, Gamalis.

Gamalis yang dikonfirmasi Jumat (20/1) menuturkan, dengan panjangnya masa jabatan menjadi 9 tahun, memberikan banyak kesempatan bagi kepala kampung untuk mengembangkan kampung. Atau malah sebaliknya, memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

"Ya saya belum bisa berkomentar apakah setuju atau tidak," katanya.

Ia mengatakan, jika tuntutan revisi undang-undang tersebut disetujui, implementasinya di daerah tentu akan dibahas bersama Forkopimda. "Nah ini, saling menunggu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau Madri Pani mengatakan, dirinya menyerahkan kepada masyarakat, karena yang merasakannya adalah masyarakat. Sebab lembaga legislatif, baik DPR RI hingga DPRD kabupaten/kota, merupakan representasi dari perwakilan masyarakat. Dirinya juga mengaku, banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat terkait hal tersebut. "Keputusan tetap masyarakat, apakah mereka mau atau tidak," katanya.

Ia menambahkan, usulan terkait masa jabatan kepala kampung menjadi 9 tahun perlu didasarkan alasan yang kuat. “Argumen bahwa waktu efektif untuk membangun kampung hanya dua tahun dalam satu periode jabatan, tidak bisa dijadikan sebagai alasan dasar untuk merevisi Undang-Undang Desa," katanya.

Alasan tuntutan perpanjangan masa jabatan kepala kampung masih lemah. Jika motivasi sebagai seorang kepala kampung ialah mengurus kepentingan masyarakat, maka 6 tahun merupakan waktu yang cukup untuk membangun kampung."Jadi memperpanjang masa jabatan hingga 9 tahun tidak perlu dilakukan, karena kepala daerah dengan masa jabatan lima tahun juga bisa menghasilkan karya," katanya.

Menurut Politikus NasDem ini, perlu kajian kuat jika memang pusat ingin memperpanjang masa jabatan kepala kampung.

"Begitu juga Pemkab Berau, perlu duduk bersama guna membahas soal ini," pungkasnya.

Kepala Kampung Labanan Makmur, Mufid Datusahlan, yang menjadi perwakilan DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Berau saat menggelar aksi di DPR RI pada Selasa (17/1) lalu menjelaskan, usulan para kepala desa se-Indonesia yang diinsiasi APDESI, akan menjadi inisiatif DPR RI dalam program legislasi.

“DPR RI dan APDESI akan melakukan pembahasan bersama dengan beberapa kementerian terkait yaitu Kemendes dan Kemendagri,” ujar Mufid.

Ditambahkannya, sekitar 30.000 kepala desa yang mengikuti aksi tersebut memberikan apresiasi kepada DPR RI atas diterimanya usulan serta kesepakatan yang dilakukan oleh perwakilan APDESI.

“Terus akan melakukan pengawalan dan menunggu diterbitkannya Inpres (Instruksi Presiden) dari Presiden RI,” singkatnya. (aky/udi)


BACA JUGA

Jumat, 27 Januari 2023 01:41

Bupati Paparkan Potensi Wisata Berau

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Berau tiada henti-hentinya membangun jejaring guna…

Jumat, 27 Januari 2023 01:40

Olah TKP Terkendala Cuaca

TANJUNG REDEB - Hujan yang terjadi sepanjang hari kemarin (26/1)…

Kamis, 26 Januari 2023 16:03

Tidak Ada Kenaikan Iuran

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan…

Kamis, 26 Januari 2023 16:02

Astuti Tiba di Berau

TANJUNG REDEB – Orangutan dari Manado berjenis kelamin betina yang…

Kamis, 26 Januari 2023 16:02

44,05 Gram Sabu Diblender

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau musnahkan…

Kamis, 26 Januari 2023 15:57

Terima Laporan, Polisi Mulai Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim…

Rabu, 25 Januari 2023 01:33

Tinggalkan Kesan Baik, Terus Tingkatkan Sinergi

Pisah sambut Kepala KUPP Tanjung Redeb dari Hotman Siagian kepada…

Rabu, 25 Januari 2023 01:31

Dua Pelaku Terancam Pidana 15 Tahun

TANJUNG REDEB – Kasus pencabulan kembali diungkap jajaran Polres Berau,…

Rabu, 25 Januari 2023 01:30

Kebut Peningkatan Status Kampung Mapulu

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah berupaya meningkatkan…

Selasa, 24 Januari 2023 01:20

Terumbu Karang yang Rusak dan Mencari Ikan Tak Lagi Mudah

Bertarung ombak, bertaruh dengan cuaca, tapi hasil tak lagi seberapa.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers