MANAGED BY:
KAMIS
30 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KALTIM | KOMBIS

KALTIM

Jumat, 17 Maret 2023 00:23
Guru Muda dari Pelosok Kalteng Raih Prestasi di YISF Bali

Menggagas Aplikasi untuk Wadah Diskusi dan Berbagi Praktik Mengajar

PRESTASI MEMBANGGAKAN: Sugeng Santoso diganjar penghargaan dalam YISF atas inovasi yang digagasnya.

Guru yang baik adalah yang tidak pernah berhenti belajar. Seorang guru dituntut untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Terlebih guru-guru muda yang mengabdi pada era digitalisasi saat ini. Pembaruan-pembaruan ilmu harus bisa dikuasai.

 

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

 

SUGENG Santoso, seorang guru muda di SMPS 11 Best Agro Pulang Pisau (Pulpis) mencetuskan aplikasi digital untuk membuka ruang diskusi bagi guru-guru. Best Teach, sebuah aplikasi media sosial untuk guru-guru yang bisa menjadi ruang diskusi dan berbagi praktik mengajar.

Inovasi ini ia usung pada perlombaan Youth International Science Fair (YISF) yang diselenggarakan di Bali. Event ini digagas oleh Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Indonesian Young Scientist Association, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, dan BUCA IMSEF Turkey.

Pada ajang kompetisi ini, Sugeng dihadapkan dengan 400 tim yang berasal dari 30 negara. Di antaranya Malaysia, Thailand, Turkey, India, Pakistan, Brazil, Romania, dan Amerika. Minggu (12/3), Sugeng pulang ke tempat pengabdiannya yang terletak di pedalaman Pulpis, Kalteng dengan membawa penghargaan.

Ia meraih medali perak dalam ajang internasional ini, dengan mengusung inovasi kategori ilmu sosial.“Bersyukur saya sebagai salah satu guru di Kalteng bisa pulang membawa penghargaan berupa medali perak lomba inovasi kategori ilmu sosial. Perlombaan yang saya ikut dalam ajang internasional ini yakni berupa paltform “Best Teach”, suatu media sosial bagi guru-guru yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan berbagi praktik mengajar,” kata Sugeng saat dihubungi Kalteng melalui sambungan telepon, Rabu (15/3).

Berbagai pujian didapatkan Sugeng dalam lomba ini. Baik dari dewan juri, WR 1 Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, pembimbing finalis, bahkan para finalis lomba yang menjadi rivalnya. Platform yang digagasnya ini akan menjadi wadah bagi guru-guru untuk saling berbagi dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

“Walau hanya dapat medali perak, saya tetap bersyukur, karena sudah membuktikan bahwa saya mampu bersaing di tingkat internasional. Harapan saya, semoga pendidikan di negeri ini makin maju ke depan,” ucap pria berusia 22 tahun ini.

Munculnya gagasan untuk menciptakan aplikasi ini dilatarbelakangi kondisi geografis dan letak sekolah tempatnya mengabdi yang berada di pedalaman, yang harus ditempuh selama lima jam melalui jalur darat atau dua jam melalui jalur sungai dari Kota Pulang Pisau.

“Tujuan membuat karya ini untuk menyediakan ruang bagi guru-guru di Best Agro agar bisa berbagai informasi, berbagi ilmu-ilmu terbaru, sekaligus media dan strategi pembelajaran,” tuturnya.

Sebelum menggagas ide ini, pria kelahiran Blitar 18 Mei 1999 ini menyebut, sebelumnya ia melakukan analisis terkait permasalahan-permasalahan di SMPS. Meski sudah terjangkau jaringan listrik dan internet, tapi jarak tempuh perjalanan keluar dari wilayah ini cukup jauh, sehingga membatasi para guru-guru untuk keluar wilayah.

“Kami cari solusi untuk itu, setelah menganalisis dan mencari referensi, kemudian tercetus ide ini. Selanjutnya saya membuat desain Best Teach,” ungkap pria yang mengaku punya hobi menulis.

Sugeng terpikirkan untuk menciptakan aplikasi ini, lantaran ruang diskusi melalui platform yang ada saat ini sangat terbatas.

“Melalui gagasan ini, nantinya guru-guru di tempat saya mengajar bisa satu frekuensi,” kata alumnus Universitas Ganesha yang mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia.

Pada ajang perlombaan kali ini, Sugeng menggandeng guru bahasa Inggris SMPS Hamparan 2 Kotawaringim Timur bernama Saidah untuk bergabung dalam timnya. Lantaran presentasi lomba wajib menggunakan bahasa Inggris.

“Gagasannya memang saya yang mencetuskan, tapi ibu Saidah juga membantu dalam presentasi,” katanya. Meski merupakan guru bahasa Indonesia, tapi Sugeng punya basic mendesain yang dipelajarinya secara autodidak. Ia sangat berharap gagasan desain Best Tech miliknya itu bisa terealisasi menjadi sebuah aplikasi.

“Untuk mewujudkan itu memang perlu pendanaan, untuk bisa dikembangkan menjadi sebuah aplikasi media sosial, harus dikembangkan oleh ahlinya yang punya basic IT,” bebernya.

Sugeng, perantau muda dari Pulau Jawa itu memilih menjadi guru di pedalaman Kalteng. Baru sekitar enam bulan.

“Saya baru setahun jadi guru. Sebelumnya mengajar di Probolinggo, Jawa Timur. Baru enam bulan saya mengajar di Kalteng. Saya ingin mengeksplor diri saya. Dan saya yakin banyak siswa yang berhak diajar oleh saya,” ucap pria yang sejak kecil telah bercita-cita menjadi guru.

Sudah beberapa penghargaan yang diraih Sugeng. Antara lain juara pertama foto kreatif nasional dan juara pertama desain pembelajaran nasional. Selain itu, ia juga pernah membimbing siswa di tiga sekolah hingga meraih juara nasional. “Saya suka mengajar, dari kecil punya cita-cita jadi guru, karena saya ingin ikut berkontribusi dalam mencerdaskan anak-anak bangsa,” tutupnya. (*/ce/ala/jpg/sam)


BACA JUGA

Jumat, 17 Maret 2023 00:23

Guru Muda dari Pelosok Kalteng Raih Prestasi di YISF Bali

Guru yang baik adalah yang tidak pernah berhenti belajar. Seorang…

Senin, 13 Maret 2023 15:20

Masih Gemar Baca Buku, Bahagia Bertemu Mahasiswa

Achadiati Ikram mendedikasikan hidupnya pada filologi, ilmu yang mempelajari penelusuran…

Sabtu, 11 Maret 2023 16:53

Selamatkan Spesies Langka, Buka Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif

Masyarakat Kubar pun memetik banyak manfaat dari menjaga kelestarian dan…

Jumat, 03 Maret 2023 13:36

Diharapkan Bisa Jadi Corong Kesejukan dan Kedamaian

Ditandai peringatan Isra Mikraj, Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota…

Kamis, 02 Maret 2023 15:18

Akan Jadi Tempat Proteksi Bekantan-Orang Utan

Dari 20 juta bibit yang dihasilkan Persemaian Mentawir per tahun,…

Selasa, 28 Februari 2023 15:23

Komitmen Tingkatkan Capaian Realisasi dan Pelayanan Publik

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim…

Sabtu, 25 Februari 2023 03:51

Permudah Perizinan, Hilirisasi, hingga Menurunkan Angka Stunting

Rakernas APPSI 2023 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selama ini pembukaan…

Rabu, 22 Februari 2023 01:08

Ada Gunung dengan Ketinggian Mirip Semeru di Bawah Laut Banda

Selain temuan gunung purba, dua Ekspedisi Jala Citra Pusat Hidro-Oseanografi…

Senin, 20 Februari 2023 15:25

Bisa Dikenali Asalnya dari Warna Sirip

Lebih dari 70 persen spesies terumbu karang dunia ada di…

Kamis, 16 Februari 2023 01:10

CJH Cukup Lunasi Rp 23,5 Juta

Keresahan masyarakat tentang usulan naiknya biaya haji yang diajukan Kementerian…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers